MAKALAH MERANCANG NASKAH ADAPTASI DAN KRITIK SASTRA

Untuk Memudahkan Pencarian Dokumen Pendidikan Gunakan Filtur Pencarian di Bawah ini

MAKALAH MERANCANG NASKAH ADAPTASI DAN KRITIK SASTRA

BAB II
PEMBAHASAN


2.1   MERANCANG NASKAH ADAPTASI
A.    PENGERTIAN TEATER
Kata teater berasal dari: Bahasa yunani kuno: ”Theatron” yang dalam bahasa inggris “seeing place”: “tempat untuk menonton”

Pengertian Secara Luas
Teater adalah segala jenis tontonan yang dipertunjukan di depan orang banyak. Contoh: Wayang orang, Ludruk, Lenong, dll)

Pengertian Secara Sempit
Teater adalah kisah kehidupan yang diceritakan diatas panggung dengan disaksikan orang banyak dengan media percakapan , gerakan, dan tingkahlaku dengan atau - tanpa dekorasi dan musik, serta didasarkan pada sebuah naskah tertulis.

Jadi, teater merupakan kumpulan dari berbagai macam unsur kesenian: seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dsb.

B.   PENGERTIAN NASKAH ADAPTASI
Adaptasi adalah penyaduran/pengolahan kembali suatu karya sastra(asing) yang disertai penyesuaian dengan latar budaya sasaran misalnya diadaptasi ke dalam bentuk drama.

Contoh naskah drama adalah Mentang-Mentang dari New York karya Marcelino Acana Jr, Filipina yang kemudian diadaptasi oleh Noorca Marendra

C.   HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN NASKAH ADAPTASI
1. Naskah Yang Diadaptasi Memiliki Premis
Premis merupakan intisari cerita sebagai landasan dalam menentukan arah tujuan cerita. Misalnya, cerita dengan premis tragedi percintaan yang dilarang dari kedua pihak, contohnya romeo-juliet dll.

2. Plot/Alurnya Memiliki Nilai Dramatis
Plot yaitu alur atau rangkaian peristiwa. Dalam plot klasik drama, hasil pemikiran dari Aristoteles, susunan plot drama terdiri dari Perkenalan (eksposisi) - Komplikasi (awal bentrokan/gesekan/konflik) - Klimaks (puncak) - konklusi (penyelesaian) - Katastrop/denoument (penutup).
3. Tokoh-Tokohnya Merupakan Tokoh-Tokoh Yang Hidup
Tokoh- tokoh yang hidup adalah tokoh yang memiliki 3 dimensi, meliputi :
Dimensi fisiologi yakni ciri-ciri fisik yang bersifat badani atau ragawi, seperti usia, jenis kelamin, keadaan tubuh, ciri wajah, dan ciri-ciri fisik lainnya.

Dimensi psikologi: yakni ciri -ciri jiwani atau rohani, seperti mentalitas, temperamen, keahlian, kecakapan , kecerdasan, sikap pribadi, dan tingkah laku.

Dimensi sosiologis: yakni ciri-ciri kehidupan sosial, seperti status sosial, pekerjaan, jabatan, jenjang pendidikan, kehidupan pribadi, pandangan pribadi, sikap hidup, perilaku masyarakat, agama, ideologi, sistem kepercayaan, aktifitas sosial, aksi sosial, hobby pribadi, organisasi sosial, suku bangsa, garis keturunan, dan asal usul sosial.

Setting Peristiwanya Memiliki Kemiripan Dengan Budaya Nusantara
Setting peristiwa yang akan diadaptasi itu memiliki kemiripan dengan adat dan budaya di nusantara. Dengan adanya kemiripan adat dan budaya, akan memudahkan kita untuk memindahkan setting peristiwa dari lakon yang akan diadaptasi.

D. Kegiatan Yang Perlu Disiapkan Dalam Membuat Naskah Adaptasi
1. Membentuk Staf Produksi
Langkah pertama guru pembimbing mengarahkan peserta didik untuk menyusun staf artistik dan staf produksi.

STAF ARTISTIK
Staf artistik adalah staf yang meliputi: Pemain, penata musik, penata gerak, penata dekor, penata penata busana, penata rias, dan penata cahaya.

STAF PRODUKSI
Staf managemen adalah staf yang meliputi: pimpinan produksi, dana dan usaha, keuangan, dokumentasi, konsumsi dan bagian umum.

2. Memilih Dan Menentukan Pemain
Setelah membaca dan memahami isi naskah, pelatih menjelaskan alur cerita dan melukiskan dan menentukan pemain yang akan memerankan tokoh-tokoh yang ada di dalam naskah. Caranya bisa dimulai dengan membaca naskah secara bergiliran kemudian ditentukan pemerannya. Atau dengan cara lain, pemain memilih peran yang mereka sukai, kemudian diberi waktu untuk mempresentasikan peran yang telah dipilihnya itu.
3. Menentukan Karakterisasi
Dalam menentukan karakter tokoh yang ada dalam naskah dapat dilakukan dari keterangan(diluar ucapan tokoh), yang ada didalam naskah, dialog dan tanggapan tokoh.
4. Menentukan Blocking
Blocking adalah kedudukan tubuh pada saat diatas pentas. Dalam permainan drama, blocking yang baik sangat diperlukan, oleh karena itu pada waktu bermain kita harus selalu mengontrol tubuh kita agar tidak merusak blocking. Yang dimaksud dengan blocking yang baik adalah blocking tersebut harus seimbang, utuh, bervariasi dan memiliki titik pusat perhatian serta wajar.

–  Seimbang
Seimbang berarti kedudukan pemain, termasuk juga benda-benda yang ada diatas panggung (setting) tidak mengelompok di satu tempat, sehingga mengakibatkan adanya kesan berat sebelah. Jadi semua bagian panggung harus terwakili oleh pemain atau benda-benda yang ada di panggung

–   Utuh
Utuh berarti blocking yang ditampilkan hendaknya merupakan suatu kesatuan. Semua penempatan dan gerak yang harus dilakukan harus saling menunjang dan tidak saling menutupi.

–   Bervariasi
Bervariasi artinya bahwa kedudukan pemain tidak disuatu tempat saja, melainkan membentuk komposisi-komposisi baru sehingga penonton tidak jenuh. Keadaan seorang pemain jangan sama dengan kedudukan pemain lainnya. Misalnya sama-sama berdiri, sama-sama jongkok, menghadap ke arah yang sama, dsb. Kecuali kalau memang dikehendaki oleh naskah.

–   Memiliki titik pusat
Memiliki titik pusat artinya setiap penampilan harus memiliki titik pusat perhatian. Hal ini penting artinya untuk memperkuat peranan lakon dan mempermudah penonton untuk melihat dimana sebenarnya titik pusat dari adegan yang sedang berlangsung. Antara pemain juga jangan saling mengacau sehingga akan mengaburkan dimana sebenarnya letak titik perhatian.

–  Wajar
Wajar artinya setiap penempatan pemain ataupun benda-benda haruslah tampak wajar, tidak dibuat-buat. Disamping itu setiap penempatan juga harus memiliki motivasi dan harus beralasan.
5. Tata rias
Cara mendadandani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih meyakinkan atau lebih menonjolkan karakter tokoh teater tersebut

6. Tata busana
Tata busana yang dimaksud adalah tata busana untuk penokohan. Tata busana adalah pengaturan pakaian pemain agar mendukung keadaan yang menghendaki. Contohnya pakaian sekolah berbeda dengan pakaian harian. 7. Tata pentas dan dekorasi

Tata pentas yang dimaksud adalah segala sesuatu yang diatur berdasarkan kebutuhan pengadeganan

8. Tata cahaya
Tata cahaya adalah kualitas penyinaran berdasarkan suasana adegan 9. Unsur tata usaha merupakan unsur organisasi yang menangani masalah yang tidak ada hubungannya dengan unsur kesenian, seperti pimpinan produksi, pimpinan panggung, stag manager, sekretaris, keuangan, dana dan usaha, pengurus karcis, pengurus publikasi dan pengurus gedung.

2.2   KRITIK TEATER
Kata kritik berasal dari bahasa Yunani krinien yang berarti mengamati, membandingi, dan menimbang. Selanjutnya bahasa inggis menyebut criticism, dalam bahasa perancis critique. Kritik adalah karangan yang bersifat memberikan pertimbangan secara jujur atau objektif terhadap hasil karangan orang lain. Kritik juga harus mengkaji dan mengevaluasi dari berbagai segi dan penuh pertimbangan. Kritik tidak hanya mencari kesalahan; kritik yang sehat menyebutkan sifat-sifat yang baik maupun buruk, mempertimbangkan baik buruknya, kemudian memberikan penilaian yang mantap. Karenanya kritikus teater memikul tangggungjawab besar terhadap seni teater, artinya bahwa kritikus teater turut menentukan masa depan seni teater.

Suatu unsur penting pada kritik teater adalah gaya. Gaya adalah mengenai cara kritik itu ditulus. Seni bahasa, kearifan atau kebijakan akal, pengungkatan yang jernih dan tajam, semua unsur-unsur ini ikut membentuk gaya tulisan dari kritikus teater.

Unsur yang penting yang lain adalah isi. Isi adalah menyangkut soal untuk teater, karena sebuah pementasan teater meleset lewat bergerak ke depan dan biasanya tidak cukup sekali menonton untuk mendapatkan apreasi penuh.



BAB III
KESIMPULAN


3.1    KESIMPULAN
Adaptasi adalah penyaduran/pengolahan kembali suatu karya sastra(asing) yang disertai penyesuaian dengan latar budaya sasaran misalnya diadaptasi ke dalam bentuk drama. Contoh naskah drama adalah Mentang-Mentang dari New York karya Marcelino Acana Jr, Filipina yang kemudian diadaptasi oleh Noorca Marendra.

Kritik adalah karangan yang bersifat memberikan pertimbangan secara jujur atau objektif terhadap hasil karangan orang lain. Kritik juga harus mengkaji dan mengevaluasi dari berbagai segi dan penuh pertimbangan.



DAFTAR PUSTAKA



Musfita, Ana.2017.Seni Budaya Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Pratama Mitra Aksara 

Posted by SahrulParawie
WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN Updated at: 5/20/2018 04:16:00 AM

No comments :

Post a Comment