KARYA ILMIAH PENGARUH UJIAN NASIONAL TERHADAP PSIKOLOGI SISWA

Untuk Memudahkan Pencarian Dokumen Pendidikan Gunakan Filtur Pencarian di Bawah ini

KARYA ILMIAH PENGARUH UJIAN NASIONAL TERHADAP PSIKOLOGI SISWA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang

Ujian Nasional adalah system evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh depdiknas. Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas. Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu.
Saat ini siswa SMA khususnya SMA Negeri 1 Rebang Tangkas nengalami perubahan psikologis karena hari hari menuju ujian nasional semakin dekat. Kebanyakan siswa merasa tertekan akan ujian nasional. Bahkan bagi sebagaian orang ada yang jatuh sakit sebelum menghadapi ujian nasional. Ketakutan yang tinggi serta tekanan dari omongan banyak orang terus bergentayangan. Tentunya hal itu jika terus berlarut-larut dan tidak bisa diatasi justru akan membuat gagal dalam menghadapi ujian nasional.
Oleh karena itu kami menyusun karya tulis ini dengan tema ujian nasional. Kita sudah sering mendengar hal buruk yang terjadi sebelum ujian nasional. Contohnya seorang siswa SMA merasa takut tidak bisa mengerjakan ujian nasional dengan baik, siswa tersebut nekat untuk membeli bocoran jawaban dengan harga yang tinggi tanpa mengetahui kebenaran bocoran jawaban tersebut benar atau salah. Tentu saja resiko akan ditanggung siswa tersebut yang telah membeli kunci jawaban palsu.

1.2         Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan kami utarakan dalam pembahasan di dalam karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1.             Apa dampak psikologi bagi siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rebang Tangkas yang akan menghadapi ujian nasional ?
2.             Bagaimana cara mencegah terjadinya gangguan psikologi pada siswa kelas XII yang akan menghadapi ujian nasional ?

1.3       Tujuan

1.       Untuk mengetahui dampak psikologis siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rebang Tangkas ketika akan menghadapi ujian nasional.
2.       Memberikan solusi kepada siswa kelas XII yang mengalami perubahan psikologis saat akan menghadapi ujian nasional.


1.4         Ruang lingkup / batasan masalah
Dampak psikologi siswa SMA Negeri 1 Rebang Tangkas ketika akan menghadapi ujian nasional.cara mencegah terjadinya perubahan psikologi pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rebang Tangkas. Berkaitan dengan hal itu, kami berusaha untuk menjelaskan kalimat judul yang telah kami buat
Psikologi yang dimaksud dalam karya tulis ini adalah kondisi mental atau kejiwaan seseorang yang telah mengalami perubahan karena adanya suatu hal.

Ujian nasional adalah ujian yang dilakukan pada akhir tahun untuk menentukan kelulusan seorang siswa.


1.5         Hipotesis
·                Ujian nasional berpengaruh pada psikologi siswa.
·                Gangguan psikologi dapat dicegah atau dikurangi


1.6       Metode penelitian

Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini,untuk memperoleh data - data yang dibutuhkan kami menggunakan beberapa metode penulisan sebagai berikut :

1.      Studi Kepustakaan
Yaitu kami membaca buku - buku dan kumpulan mata pelajaran yang berkaitan dengan penelitian ini.
2.      Studi Internet
Yaitu kami melakukan browsing melalui situs - situs internet sesuai dengan materi penelitian ini.
3.      Metode Angket
Yaitu kami membagikan angket kepada siswa kelas XII, dengan ketentuan setiap kelas mendapatkan 7 angket.
4.      Metode wawancara
Yaitu kami melakukan wawancara tentang dampak dan cara mencegah perubahan psikologi siswa pada guru BK SMA Negeri 1 Rebang Tangkas

BAB II Landasan teori

2.1     Hakikat Ujian Nasional
UN / UNAS adalah sistem evaluasistandar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.

Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk: (a) pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan; (b) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; (c) penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan; dan pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Ujian Nasional merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan seperti diamanatkan  Peraturan Pemerintah republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 72 ayat (1) Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:
1.       menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
2.        memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
3.        lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
4.      lulus Ujian Nasional.

2.2         Kondisi siswa menjelang ujian nasional
Ujian Nasional (UNAS) merupakan salah satu alat evaluasi yang dikeluarkan Pemerintah. Untuk mempersiapkan menghadapi UN tersebut, siswa selain  mempelajari materi pelajaran yang diujikan juga perlu mempersiapkan diri dari segi psikologis supaya dapat mengikuti UN dengan optimal.
Kondisi psikologis siswa bermacam-macam dalam menghadapi Ujian Nasional, hal ini disebabkan adanya dinamika psikis yang berbeda-beda dalam diri siswa. Siswa yang dinamika psikisnya baik tidak mengalami kecemasan atau ketakutan dalam menghadapi ujian nasional. Sebaliknya siswa yang dinamika psikisnya tidak baik akan mengalami kecemasan atau ketakutan dalam menghadapi Ujian Nasional. 

Siswa yang kondisi psikologisnya mengalami kecemasan atau ketakutan, siswa tersebut sedang mengalami kehidupan keredupan energi psikis dirinya, ibarat lampu yang kehilangan pancaran sinarnya, padahal sinar itu mengandung makna bagi dirinya sendiri dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya

Siswa yang sedang mengalami kecemasan atau ketakutan adalah siswa yang sedang bermasalah dan sedang berada dalam keadaan tertekan, tidak berdaya. Dalam keadaan seperti ini siswa mudah terjajah oleh kekuatan-kekuatan yang merasuk ke dalam dirinya yang dapat semakin melemahkan dan menimbulkan berbagai kerusakan dirinya dan kegagalam dalam menghadapi ujian nasional. Siswa yang bermasalah adalah siswa terjajah. Potensi dan energi dirinya tidak berkembang atau tidak bersinar. Rasa aman siswa terganggu, kompetensi tidak bisa berfungsi, aspirasi terkungkung, semangat belajar layu, dan kesempatan yang terbuka baginya untuk sukses akan terbuang.
Otak dan pikiran mereka dijejali dengan latihan-latihan soal, dalam pandangan mereka bahwa meraih NEM atau nilai berdasarkan standart nasional tertinggi adalah harga mati. Atau tinggal pilih mau lulus atau tidak, terserah yang penting orangtua dan pengajar bisa menjejali mereka bahasan-bahasan soal yang memusingkan kepala. Lagi-lagi siswa selalu jadi korban, mau protes apa ada yang menyikapi. Garis bawahi, jika siswa sudah duduk di kelas 3, maka mereka akan dilatih untuk menjawab a,b,c d, atau e. Latihan soal ini dan soal itu, terkadang kurang di jam pelajaran, ditambah lagi dengan les, bahkan ada yang ikut bimbingan belajar (bimbel). Waktu diisi dngan berpacu dengan soal dan soal, materi nomor kesekian, ilmu yang didapat siswa itu urusan nantilah, yang penting mereka bisa mendapat nilai bagus. Jika siswa ada yang gagal maka mereka yang disalahkan, tapi kalau mereka dapat nilai bagus maka semua berbangga hati.
Bukan berarti UN itu tidak penting, namun disini yang harus diperhatikan adalah kesiapan kondisi psikis anak atau siswa itu harus diperhatikan. Tidaklah main-main menghadapi UN tersebut. Sebagai orangtua atau guru haruslah mengkondisikan mental anak dengan baik., mereka didampingi. Karena mempersiapkan mental yang baik dalam menghadapi ujian itu penting. Seharusnya anak tidak dituntut secara berlebihan agar mereka jadi juara, dengan tekanan-tekanan secara lisan. Harus dapat NEM tinggi atau harus dapat rangking terbaik atau harus-harus yang lainnya lagi. Persiapan untuk belajar saja anak atau siswa tersebut sudah capek lahir batin, apalagi dengan tuntutan-tuntutan yang terlalu over. Seolah-olah NEM tinggi itu adalah segala-galanya.
Cukuplah sudah mereka dibebani dengan jadwal-jadwal terlalu padat dalam menghadapi ujian. Belum lagi ditambah peraturan-peraturan yang sudah terpusat dalam mengatur tentang UN ini. Jangan ditambah lagi dengan hal remeh yang dapat berakibat fatal, hingga siswa benar-benar gagal menempuh UN, hanya karena kondisi mental yang jatuh.

2.3     Pengertian Psikologi
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yaremaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut plato dalam buku Psikologi Umum oleh Kartini Kartono pada tahun 1996, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa ; logos = ilmu pengetahuan ng masih muda atau).

Jiwa secara harfiah berasal dari perkataan sansekerta JIV, yang berarti lembaga hidup (levensbeginsel), atau daya hidup (levenscracht). Oleh karena jiwa itu merupakan pengertian yang abstrak, tidak bisa dilihat dan belum bisa diungkapkan secara lengkap dan jelas, maka orang lebih cenderung mempelajari “jiwa yang memateri” atau gejala “jiwa yang meraga/menjasmani”, yaitu bentuk tingkah laku manusia (segala aktivitas, perbuatan, penampilan diri) sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, psikologi butuh berabad-abad lamanya untuk memisahkan diri dari ilmu filsafat.

Perkataan tingkah laku/perbuatan mempunyai pengertian yang luas sekali. Yaitu tidak hanya mencakup kegiatan motoris saja seperti berbicara, berjalan, berlari-lari, berolah-raga, bergerak dan lain-lain, akan tetapi juga membahas macam-macam fungsi seperti melihat, mendengar, mengingat, berpikir, fantasi, pengenalan kembali, penampilan emosi-emosi dalan bentuk tangis, senyum dan lai-lain.

Kegiatan berpikir dan berjalan adalah sebuah kegiatan yang aktif. Setiap penampilan dari kehidupan bisa disebut sebagai aktivitas. Seseorang yang diam dan mendengarkan musik atau tengah melihat televisi tidak bisa dikatakan pasif. Maka situasi dimana sama sekali sudah tidak ada unsur keaktifan, disebut dengan mati.

Pada pokoknya, psikologi itu menyibukkan diri dengan masalah kegiatan psikis, seperti berpikir, belajar, menanggapi, mencinta, membenci dan lain-lain. Macam-macam kegiatan psikis pada umumnya dibagi menjadi 4 kategori, yaitu: 1) pengenalan atau kognisi, 2) perasaan atau emosi, 3) kemauan atau konasi, 4) gejala campuran.

Namun hendaknya jangan dilupakan, bahwa setiap aktivitas psikis/jiwani itu pada waktu yang sama juga merupakan aktifitas fisik/jasmani. Pada semua kegiatan jasmaniah kita, otak dan perasaan selalu ikut berperan ; juga alat indera dan otot-otot ikut mengambil bagian didalamnya.

Penyelidikan terhadap organ-organ manusia digolongkan dalam ilmu fisiologi. Yaitu meneliti peranan setiap organ dalam fungsi-fungsi kehidupan seperti meneliti segala sesuatu tentang mata, ketika subyek bisa melihat dan juga meneliti pengaruh kerja otak untuk mengkoordinir semua perbuatan individu guna menyesuaikan dengan lingkungnnya.

2.4     Gejala perubahan psikologi menurut teori
Gejala perilaku siswa yang mengalami kecemasan atau ketakutan dalam menghadapi ujian nasional, antara lain gejala phisik, gejala psikis, dan gejala sosial. Gejala phisik meliputi peningkatan detak jantung, perubahan pernafasan(nadi dan pernafasan meningkat), keluar keringa, gemetar, kepala pusing, mual, lemah, ngeri, sering buan air besar dan kencing, nafsu makan menurun, tekanan darah ujung jari terasa dingin, dan lelah. Gejala psikis meliputi perasaan akan adanya bahaya, kurang percaya diri, kurang tenaga/tidak berdaya, khawatir, rendah diri, tegang, tidak bisa konsentrasi, kesempitan jiwa, ketakutan , kegelisahan, berkeluh kesah, kepanikan, tidur tidak nyenyak, berdosa, terancam, dan  kebingungan/linglung. Gejala sosial meliputi mencari bocoran soal, mencari kunci jawaban, menyontek, menyalahkan soalnya sulit, dan menyalahkan gurunya belum pernah mengajarkan materi yang diujikan. 

Kecemasan merupakan  kondisi psikologis dan bagian dari kehidupan manusia. Setiap manusia pernah mengalami kondisi psikologis ini. Kecemasan sering muncul pada orang yang dianggap normal, meskipun kecemasan merupakan simtom semua psikopathologi terutama neurotik.  Kecemasan dan ketakutan biasa merasuki manusia, baik secara individual maupun komunal, sejak mereka memiliki kesadaran, kecuali orang yang dikasihi Allah dan diberi nikmat keimanan. 

Kondisi psikologis dalam bentuk kecemasan akan terus meningkat seiring dengan pesatnya kemajuan peradaban material serta jauhnya manusia dari pemahaman dan pengamalan ajaran-ajaran Allah swt. Masalah  kecemasan atau ketakutan merupakan suatu titik temu, yang menghubungkan semua jenis pertanyaan penting, suatu teka teki dimana solusi memberikan kejelasan terhadap keseluruhan kehidupan mental siswa. Kecemasan merupakan buah kesulitan yang dibayar di muka, sebelum kesulitan itu sendiri terjadi. Kecemasan pada dasarnya bersifat merusak dan menghancurkan.Kecemasan atau ketakutan yang dialami oleh siswa dalam menghadapi ujian nasional menurut teori Freud dinamakan adalah sebagai kecemasan obyektif (objective anxiety).Ketakutan riil bagi kita terlihat sebagi suatu hal yang sangat rasional dan alami. Hal ini kita sebut sebagai reaksi terhadap persepsi bahaya eksternal, yaitu Ujian Nasional yang dianggap sebagai sesuai yang menakutkan.

Kemunculan kecemasan akan sangat tergantung pada seberapa besar pengetahuan dan penguasaan materi Ujian Nasional dikuasai oleh seorang siswa. Pada kesempatan yang lain, pengetahuan sendirilah yang mengakibatkan kecemasan, karena ia memperlihatkan adanya bahya dengan lebih cepat. Jadi siswa akan terlihat ketakutan melihat dirinya tidak siap menghadapi ujian nasional yang akan menjadi salah satu penentu kelulusan siswa dari sekolah.

Pada hakikatnya penguasaan pengetahuan yang telah disiapkan atau dimiliki yang mengakibatkan kecemasan atau ketakutan dalam menghadapi Ujian Nasional, karena ia memperlihatkan adanya bahaya jika tidak lulus. Kecemasan atau ketakutan obyektif bersifat rasional dan bermanfaat, karena dengan ini ini akan diketahui sebab dan cara mengatasinya. Di hadapan bahaya yang akan datang, satu-satuxxnya tindakan pertama yang ada dalam pikiran siswa adalah menimbang kemampuan yang akan dikeluarkan dibanding dengan tingkat bahaya yang ada, dan kemudian lari atau bertahan,atau mungkin bahkan untuk menyerang. Hal ini sungguh merupakan prospek akan suatu hasil yang menggembirakan.

Perasaan takut sungguh tidak punya tempat dalam Ujian Nasional, sebab Ujian Nasional pada akhirnya harus dilakukan juga karena program pemerintah dan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan akan lebih baik jika rasa takut tidak dimunculkan. Jika rasa kecemasan atau ketakutan begitu besar pada diri siswa dalam menghadapi Ujian Nasional, maka akan melumpuhkan setiap usaha, bahkan usaha untuk lari dari kenyataan. Suatu reaksi terhadap  bahaya (misalnya UN dianggap sebagai bahaya) merupakan kombinasi dari dua hal, yaitu  rasa takut dan tindakan bertahan (defensif). Siswa yang ketakutan merasa takut dan akan melarikan diri, namun unsur yang dominan adalah ”melarikan diri” dan bukan ”perasaan takut”.
Kecemasan atau ketakutan akan memberi masukan pada siswa yang lebih baik. Perlunya kesiapan terhadap Ujian Nasional (bahaya) yang memperlihatkan dirinya dalam persepsi  yang menakutkan atau mencemaskan. Kesiapan ini sungguh sangat menguntungkan, jika tidak ada kesiapan akan mendatangkan akibat yang buruk. Kesiapan terhadap rasa cemas atau takut  terhadap Ujian Nasional sebagai unsur yang menguntungkan, dan perkembangan kecemasan merupakan unsur yang menguntungkan dalam apa yang disebut kecemasan atau rasa takut.

Kecemasan berhubungan dengan kondisi dan mengabaikan obyek, sedangkan ketakutan perhatian diberikan kepada obyek, yaitu berkaitan secara khusus dengan keadaan yang menyebabkan bahaya ketika bahaya muncul tanpa adanya kesiapan terhadap rasa takut menghadapi ujian nasional. Jadi dapat dikatakan bahwa kecemasan merupakan perlindungan terhadap ketakutan menghadapi ujian nasional.

Berikut ini adalah gejala stress menurut ilmu psikologi:
1.    Perasaan tertekan
2.    Hilangnya minat atau kesenangan pada hampir semua aktivitas
3.     Berkurangnya berat badan secara signifikan, atau bertambahnya berat badan dengan penurunan atau kenaikan nafsu makan hampir setiap hari
4.      Insomnia atau hipersomnia tiap hari;
5.     Retardasi psikomotor atau agitasi;
6.    Kelelahan atau kehilangan tenaga setiap hari;
7.     Rasa tidak berdaya atau rasa bersalah yang tidak wajar;
8.     Tidak mampu berfikir atau berkonsentrasi, dengan daya ingat menurun
Pengertian Psikologi menurut para ahli

“Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.”  1)  (Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13,1990).

“Psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.”  2) (Dakir,1993).

“Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.”  3) (Muhibbin Syah,2001).

1)Ensiklopedia Indonesia Jilid 13,1990
2)Dakir,1993
3)Muhibbin Syah,2001




BAB III
PEMBAHASAN


3.1     Dampak psikologi siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rebang Tangkas saat akan menghadapi ujian nasional
Setiap siswa SMA tentunya akan melaksanakan ujian nasional pada akhir kelas XII untuk menentukan kelulusan. Ketika menjelang ujian nasional siswa akan memerlukan persiapan yang matang terutama kesiapan mental. Ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa tidak siap mental untuk menghadapi ujian nasional, faktor yang paling dominan yaitu belum menguasai materi yang diujikan. Pada karya tulis ini kami akan mengutarakan dampak psikologi siswa kelas XII SMA Negeri 1 Rebang Tangkas saat akan menghadapi ujian nasional serta menemukan cara mengatasi perubahan psikologi yang dialami siswa. Pada karya tulis ini kami akan menguraikan berdasarkan hasil angket dan wawancara dimana angket yang kami buat ditujukan untuk siswa kelas XII dan wawancara kepada guru BK.
Berdasarkan hasil angket, sebagian besar responden siswa kelas XII merasa tertekan dengan diadakannya ujian nasional dan belum siap mental menghadapi ujian nasional. Hal itu terbukti bahwa banyak siswa kelas XII yang konsultasi mengenai masalah tersebut ke guru BK. Menjelang ujian nasional ada kecemasan yang dialami siswa. Sebab kecemasan itu adalah konflik dengan orang tua, konflik dengan teman sebaya dapat mengganggu konsentrasi dan mengalami perubahan psikologi, siswa akan merasa tertekan dan terus memikirkan konflik hingga belajar tidak akan maksimal. Misal seorang siswa berkeinginan kuliah jurusan sastra inggris, sedangkan keinginan orang tua lain, orang tua menginginkan anak untuk masuk di kedokteran, perbedaan tersebut menimbulkan konflik kepada orang tua, bingung harus menuruti keinginan orang tua atau keinginannya sendiri. Begitu juga dengan konflik dengan teman sebaya. Sehingga kurangnya persiapan untuk menghadapi ujian nasional. Gejala-gejala yang muncul pada siswa yaitu mulai kebingungan untuk mulai belajar dari mana sedangkan ujian nasional semakin dekat, materi yang diujikan juga belum menguasai sepenuhnya. Hal tersebut menimbulkan sifat malas belajar. Dengan kapasitas belajar yang kurang tentunya siswa belum siap fisik maupun mental dengan ujian nasional yang semakin dekat.
Responden mengatakan alasan mereka takut adalah takut tidak lulus, belum menguasai materi sepenuhnya, terlalu banyaknya paket soal, dan pengawas. Proses belajar tiga tahun ditentukan dalam waktu yang singkat memang butuh persiapan yang matang apalagi kebanyakan siswa tidak dapat memprediksi soal yang akan diujikan, sehingga siswa cenderung berfikir negatif, merasa takut dan was-was. Sebagian responden bahkan merasa stress dengan adanya ujian nasional. Tapi tidak sedikit juga responden yang telah siap mental menghadapi ujian nasional.
3.2     Hasil Angket
Untuk membuktikan adanya pengaruh psikologi siswa kelas XII Penulis menggali data dengan angket  yang tiap kelasnya mendapat 7 angket. Angket tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan masalah-masalah yang penulis teliti.

TABEL 1.1
No
Pertanyaan
Presentase
Iya
Tidak
1.
Apakah anda siap untuk melaksanakan ujian nasional tahun ini?
63 %
37 %
2.
Menurut anda, pentingkah ujian nasional diadakan?
51 %
49 %
3.
Apakah anda merasa tertekan dengan diadakannya ujian nasional?
55 %
45 %
4.
Apakah anda telah siap mental menghadapi ujian nasional?
65 %
35 %
5.
Apakah anda merasa takut akan adanya ujian nasional?
37 %
63 %
6.
Adakah penambahan waktu belajar dalam mempersiapkan ujian nasional?
82 %
18 %
7.
Apakah anda pernah konsultasi saat merasa stres kepada guru BK?
41 %
59 %

3.3     Cara mengatasi perubahan psikologi pada siswa kelas XII saat akan menghadapi ujian nasional
Sebagian banyak siswa terutama SMA Negeri 1 Rebang Tangkas banyak yang mengalami perubahan psikologi disebabkan oleh banyak faktor seperti yang telah dijelaskan di materi sebelumnya. Siswa perlu meningkatkan semangat belajar untuk memupuk kesiapan mental siswa. Setiap permasalahan selalu ada solusi atau cara mengatasinya. Pada karya tulis ini kami menjelaskan cara mengatasi perubahan psikologi pada siswa kelas XII saat akan menghadapi ujian nasional dengan hasil angket yang telah diisi oleh siswa kelas XII, wawancara kepada gru BK, dan melakukan studi pustaka atau mencari informasi melalui buku, media cetak, maupun internet.

Berdasarkan hasil angket yang dijawab oleh responden, mereka lebih banyak menambahkan waktu belajar untuk mempersiapkan ujian nasional. Meskipun penambahan waktu belajar penting, tetapi kestabilan mental juga tetap dijaga agar tidak panik ataupun takut. Responden juga mengatakan mereka sering mengonsultasikan masalah psikologi mereka terhadap guru BK. Hasil wawancara kepada guru BK menunjukan bahwa terkait dengan persiapan ujian nasional dibutuhkan strategi belajar secara efektif, menyiapkan fisik dan psikis menghadapi ujian nasional dan terkait dengan study lanjut. Cara mengatasi siswa yang merasa cemas antara lain mencari tau permasalahan sebenarnya yang menyebabkan mereka cemas, apakah akibat konflik dengan keluarga ataupun teman atau juga bisa bingung dengan pemilihan jurusan yang akan dipilih selanjutnya (study lanjut). Setelah diketahui apa permasalahan yang sebenarnya, mencati solusi yang terbaik. Berkomitmen pada keputusan diri sendiri juga amat dibutuhkan untuk mengatasi kecemasan.

Responden mengatakan banyak sekali cara-cara dan usaha yang mereka lakukan untuk mengatasi rasa takut mereka menjelang ujian nasional. Salah satunya yaitu percaya diri dan berdoa. Ketika siswa menanamkan percaya diri mereka akan mengurangi rasa takut sehingga secara mental siap untuk menghadapi ujian nasional. Berdoa kepada Tuhan YME juga sangat membantu. Bagi yang beragama islam dapat melakukan shalat fardhu dengan giat, ditambah dengan shalat sunah, wisata religi seperti berkunjung ke wali lima dan berdoa dengan serius akan membuat hati menjadi tenang, untuk yang beragama selain islam dapat melakukan kegiatan rohani. Tujuannya sama yaitu berdoa kepada Tuhan agar diberi kelancaran dan kemudahan dalam ketika menjalankan ujian nasional. Adapun aktivitas ringan yang dilakukan responden untuk mengurangi rasa takut mereka yaitu dengan bermain musik, game, dan sosial media. Belajar itu penting tetapi menenangkan diri juga penting untuk menghindari ketegangan sehingga mudah untuk menyerap materi ketika hati sudah tenang. Untuk melatih kesiapan mental dibutuhkan juga belajar giat. Belajar yang wajib dilakukan yaitu di sekolah dan jam tambahan pelajaran sepulang sekolah. Selain di sekolah, belajar di tempat les atau di rumah mengerjakan latihan soal. Lebih baik jika membeli prediksi soal-soal ujian nasional tahun sebelumnya. Ketika menghadapi kesulitan dalam mengerjakan soal-soal tersebut, dikonsultasikan dengan guru mata pelajaran. Dengan banyak latihan soal fisik dan mental akan lebih siap untuk menghadapi ujian nasional. Cara mengusir kecemasan adalah dengan menghalaunya dari pikiran dan menggantinya dengan pikiran spiritual yang positif.

Kecemasan atau ketakutan dapat berkembang dalam intensitas yang begitu besar dan sebagai konsekuensinya dapat menjadi penyebab bagi tindakan pencegahan yang berlebihan.Kecemasan yang disebabkan oleh neurosis kecemasan akibat gelisah (nervous anxiety) dalam menghadapi ujian nasional akan merugikan  diri siswa untuk berkonsentrasi dalam belajar. Kata ”gelisah” dan ”cemas” digunakan saling menggantikan, seolah-olah mereka mempunyai arti yang sama. Hal ini tidak dapat dibenarkan.Bagaimanapun juga ada orang-orang yang sering cemas namun tidak gelisah dan selain itu ada orang-orang yang terserang neurotik dengan sejumlah gejala-gejala yang tidak menunjukkan kecenderungan untuk takut.
Berikut adalah cara mencegah terjadinya perubahan psikologi pada siswa kelas XII yang akan menghadapi ujian nasional:


Meningkatkan Rasa Percaya  Diri
Pada dasarnya, kepercayaan diri adalah kombinasi pikiran dan perasaan yang berarti, saya senang kepada diri sendiri dan berpikir bahwa saya orang yang berguna. Di sekolah, siswa yang percaya diri umumnya merasa positif dan kompeten serta menggunakan dua kualitas ini untuk melakukan kegiatan belajar dengan baik, pada waktunya dan barangkali dengan bersemangat. Menjadi percaya diri mungkin kelihatannya sulit sekali, terutama untuk orang yang pesimistis, tetapi sikap yang dipegang mengenai diri sendiri bisa diperbaiki.
Kunci sukses menghadapi  ujian nasional  adalah membangun rasa percaya diiri akan keberhasilan dengan cara menghilangkan rasa cemas. Rasa cemas merupakan musuh nomor satu dalam menghadapi ujian nasional yang harus segera dihilangkan. Kunci sukses menghadapi ujian nasional adalah memerangi rasa takut dengan keyakinan dan menghadapi kenyataan. Kita akan menjadi percaya diri, penuh rasa kemenangan, dan keberhasilan. Oleh sebab itu janganlah kuatir tentang apa yang akan dihadapi dalam ujian nasional, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginannya kepada Allah dalam doa dan permohonan agar sukses dalam menghadapi ujian nasional dan dengan ucapan syukur. Siswa di dalam belajar harus  meningkatkan rasa percaya diri akan keberhasilan,yang ditunjukkan dengan sikap dan perilaku    sebagai berikut.
1.              Mengetahui apa yang anda hasilkan dari belajar
2.              Rasa percaya diri akan keberhasilan membantu menciptakan perasaan tenang dan menghilangkan kecemasan dan ketakutan.
3.              Keyakinan akan kemampuan diri sendiri menghilangkan kecemasan dan ketakutan.
4.              Rasa percaya diri akan keberhasilan menjadi kunci sukses dalam menghadapi UN.
5.              Rasa percaya diri akan tercapai, jika mampu menguasai keraguan yang merayapi dirinya akan keberhasilan dalam menghadapi ujian nasional. Keraguan merupakan pengganggu yang membuat kita kehilangan kesempatan memperoleh hal-hal yang baik karena kita ragu-ragu mencoba untuk meraihnya.
6.              Mensugesti diri dengan menyatakan optimistik akan keberhasilan keinginan dan maksudnya dengan nada yang meyakinkan tanpa menunjukkan keraguan dalam menghadapi Ujian Nasional. Misalnya :Saya pasti lulus!  Saya pasti befrhasil !  Saya pasti nilainya tinggi!

Meningkatkan Konsentrasi Belajar
Membina kekuatan konsentrasi hamper sama dengan mengembangkan dan menguatkan otot tubuh. Namun, siswa akan mampu meningkatkan konsentrasi tanpa mengeluarkan keringat. Ini lebih merupakan masalah latihan yang dingin, tenang dan sungguh-sungguh. Proses dasar dalam mengembangkan kekuatan konsentrasi adalah dengan melakukan tugas mental yang lebih sulit secara bertahap. Tugas ini harus memerlukan periode konsentrasi yang lebih keras dan lebih lama. Sementara menjalankannya, berilah diri sendiri hadiah untuk peningkatan pada rentang konsentrasi.

Untuk meningkatkan konsentrasi belajar dalam menghadapi Ujian Nasional, siswa dituntut mampu   menunjukkan  perilaku sebagai berikut.
1.          Menyiapkan daftar tugas konsentrasi yang biasa dihadapi dalam kegiatan belajar dan dalam menghadapi Ujian Nasional.
2.          Mengikuti rangkaian kegiatan secara perlahan sehingga dapat menyerap setiap langkah secara mental.
3.          Mengulangi mengucapkan setiap langkah keras-keras untuk membantu menanamkan informasi tersebut ke dalam ingatan.
4.          Mengajukan pertanyaan untuk menjelaskan setiap yang dipelajari atau keraguan.
5.          Pada akhir rangkaian kegiatan, mencoba mengulangi seluruh petunjuk.Perbaiki kesalahan.
6.          Sewaktu menjalankan petunjuk, ulangi langkah-langkah tersebut sementara anda berjalan untuk lebih menanamkannya di dalam ingatan anda, dan ingatan yang kuat diperlukan.

Mengembangkan Disiplin Diri Dalam Belajar
Disiplin diri sangat penting untuk berhasil dalam belajar menghadapi ujian nasional. Disiplin diri memungkinkan siswa memperoleh kepuasan dan mendapatkan pujian yang sepantasnya dan mungkin menaikan prestasi belajar. Selain kemajuan belajar, disiplin diri dapat juga meningkatkan kehidupan pribadi  lebih sehat dan berkembang. Pada hakikatnya, disiplin diri merupakan atribusi penting yang dapat memajukan banyak aspek kehidupan siswa. Di sekolah, disiplin diri berarti siswa maju dengan pesat, belajar dengan lebih efektif dan hasil bisa diandalkan. Menjadi disiplin diri adalah tujuan yang ingin dicapai oleh sebagian besar siswa. Namun disiplin diri kerap merupakan suatu kualitas yang sukar dicapai. Mengapa? Karena,siswa mungkin harus belajar sejumlah perilaku yang baru dan sulit, seperti mengalahkan kebiasaan menunda. Untuk lebih disiplin diri siswa harus belajar cara untuk menjadi kurang perfeksionis atau belajar cara mengatasi ketakutan yang besar akan kegagalan. Ini merupakan kegiatan belajar yang menuntut kerja keras.

Hidup Teratur Agar Berhasil Dalam Menghadapi Ujian Nasional
Keberhasilan dalam semua bidang kehidupan,termasuk kehidupan dalam belajar, siswa harus bisa hidup teratur. Berhasil dalam belajar dan juga dalam ujian nasional pada dasarnya adalah masalah hidup teratur. Teratur dalam menjalani kegiatan belajar untuk mencapai cita-cita sukses belajar dan sukses dalam ujian nasional. Mulai sekarang siswa tentunya harus menjalani hidup yang teratur,khususnya dalam kegiatan belajar, apalagi dalam waktu dekat akan menghadapi ujian nasional yang merupakan salah satu syarat untuk dapat lulus dari sekolah/madrasah.
Menjadi hidup teratur adalah suatu keterampilan yang akan membuat siswa lebih efektif dan efisien dalam belajar dan lebih puas dalam menjalani kehidupan.
Hidup teratur dapat ditempuh dengan melakukan hal-hal sebagai berikut.
1.         Membuat dan menggunakan rencana harian untuk membuat daftar tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam belajar dan menghadapi UN.
2.         Belajar menurut rencana harian setiap hari.
3.         Mengerjakan tugas-tugas belajar dengan baik dan penuh semangat.
4.         Memberi hadiah kepada diri sendiri untuk setiap pekerjaan yang telah diselesaikan
5.         Menilai keterampilan belajar dan kerja anda.


BAB IV
PENUTUP

1.1         Simpulan
Berdasarkan penelitian yang kami lakukan terdapat dampak perubahan psikologi siswa saat menjelang ujian nasional, diantaranya yang paling berpengaruh adalah kecemasan dan rasa takut karena kurang menguasai materi dan terlalu banyak paket soal yang diujikan. Dari berbagai dampak negatif, ditemukan pula solusi untuk mengatasi perubahan psikologi siswa saat menjelang ujian nasional dengan adanya BK mereka bisa konsultasi untuk menemukan solusi agar mereka siap mental dan fisik untuk menghadapi ujian nasional.

1.2         Saran
1.         Siswa harus berdoa dan berusaha agar sukses dalam menjalani ujian nasional
2.         Siswa disarankan untuk mengonsultasikan masalah yang dihadapinya kepada guru BK dan orang tua
3.         Para siswa disarankan untuk belajar dan menjaga kesehatan agar siap mental dan fisik


DAFTAR PUSTAKA



·        Dakir. 1993. Dasar-Dasar Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
·                     James H. McMillan, Assessment Essentials for Standards-Based Education, Corwin Press (2008) ISBN 1-4129-5550-5 ISBN 978-1-4129-5550-8
·         Muhibbinsyah. 2001. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
·                     Office of the General Counsel, United States Commission on Civil Rights, Closing the achievement gap the impact of standards-based education reform , DIANE Publishing (2004), ISBN 1-4289-2539-2ISBN 978-1-4289-2539-7
·                     Richard Zagranski, William T. Whigham, Patrice L. Dardenne,Understanding Standards-based Education: A Practical Guide for Teachers and Administrators, Corwin Press (2007), ISBN 1-4129-5572-6 ISBN 978-1-4129-5572-0
·         http://www.tanyadok.com/kesehatan/kenali-gejala-depresi-sedini-mungkin
·         http://abkin.org/index.php?option=com_content&view=article&id=80:kondisi-psikologis-siswa-dalam-menghadapi-ujian-nasional-cara-mengatasinya&catid=41:artikel&Itemid=66


LAMPIRAN
DAFTAR PERTANYAAN YANG DIJADIKAN ANGKET

1.      Apakah anda siap untuk melaksanakan ujian nasional tahun ini?
A.    Sudah
B.     Belum
2.      Menurut anda, pentingkah ujian nasional diadakan?
A. Ya
B. Tidak
3.  Apakah anda merasa tertekan dengan diadakannya ujian nasional?
     A. Ya
     B. Tidak
4.  Apakah anda telah siap mental menghadapi ujian nasional?
     A. Ya
     B. Tidak
5.  Apakah anda merasa takut akan adanya ujian nasional?
     A. Ya
     B. Tidak
6.  Apa alasan anda merasa takut akan ujian nasional?
     Jawab: …………………………………………………………………………
7.  Bagaimana usaha yang anda lakukan untuk mengatasi rasa takut ketika menjelang ujian nasional
     Jawab: …………………………………………………………………………
8.  Apakah anda mulai merasa stress dengan adanya ujian nasional?
     Jawab: …………………………………………………………………………
9.  Adakah penambahan waktu belajar dalam mempersiapkan ujian nasional?
     A. Ya
     B. Tidak
10. Apakah anda pernah konsultasi saat merasa stres kepada guru BK?
     A. Ya
     B. Tidak


Apakah Postingan ini Keren Bermanfaat Guys? Please Bantu Viralkan Guys!

URL:HTML:BB(forum):
Posted by SahrulParawie
WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN Updated at: 5/27/2018 06:10:00 AM

No comments :

Post a Comment