RESUME TRADISI SEJARAH INDONESIA MASA AKSARA - WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN

RESUME TRADISI SEJARAH INDONESIA MASA AKSARA


BAB II
TRADISI SEJARAH INDONESIA MASA AKSARA

1.        Tradisi Sejarah Masyarakat Berbagai Daerah Di Indonesia
Setelah masyarakat indonesia mengenal tulisan, tradisi sejarah dimulai dari lingkungan keraton/kerajaan hasil penulisannya disebut sebagai sejarah tradisional (historigrafi tradisional). Pada umumnya keluarga raja di indonesia memiliki ahli yang menuliskan silsilah keluarga raja. Orang yang mengerjakan pekerjaan itu disebut sebagai sejarawan resmi kerajaan atau pujangga (sejarawan tradisional).

Tradisi masyakat indonesia yang telah mengenal tulisan terlihat dari lahirnya beberapa karya sastra berbentuk hikayat tersebut tidak memuat urutan kronologi suatu peristiwa atau kejadian, hasil penulisannya menggambarkan tradisi tulis manusia yang mendukung ke arah terbentuknya tradisi sejarah.

Selain oleh kelompok masyarakat di berbagai daerah, tradisi sejarah juga dimiliki oleh berbagai individu seperti pejabat negara, tokoh intelektual, perwira militer, pejuang, seniman, serta tokoh masyarakat (public figure). Mereka biassa menuliskan autobiografinya. Dengan tujuan agar pengalaman, pandangan dan pikiranya di bidang yang dikuasai diketahui oleh masyarakat.

a.         Tradisi Sejarah Lisan
Contoh sejarah lisan
1)        Tembang
Tembang merupakan atraksi budaya berupa seseorang yang melagukan beberapa bait syair diiringi alat musik, dalam perkembangannya tempat digunakan untuk menceritakan kisah-kisah raja yang ditulis oleh pujangga istana. Contohnya serat purwakandha di keraton yogyakarta yang menceritaka raja-raja kuno.

2)        Tanggomo
Tanggomo merupakan sebuah tradisi di gorontalo dan sulawesi utara. Selain berisi cerita dan hiburan juga menyajikan catatan lisan dari sebuah peristiwa sejarah. Orang yang menyampaikan disebut tama tanggomo (pendoneng).

3)        Rabab
Yang berasal dari sumatra barat. Disampaikan dalam bentuk nyanyian oleh laki-laki asli pariaman, ceritanya menyoroti perjuangan untuk mencapai keberhasilan hidup.

b.        Tradisi sejarah tertulis dari berbagai daerah
1)        Sejarah kemampuan menulis masyarakat indonesia
a.         Periode Hindu-Budha
Interaksi antara bahasa indonesia dengan pedagang dari india berakibat adanya akulturasi budaya. Huruf palawa mulai digunakan untuk mendokumentasikan berbagai upacara dan peristiwa

b.        Periode Islam
Pengaruh islam dengan model pendidika madrasah dan pesantren berpengaruh cepat pada tradisi sejarah tertulis

c.         Periode Kolonial
Kolonialisme belanda secara tidak langsung memberikan sumbangan beasr terhadap perkembangan tradisi sejarah tertulis di indonesia.

d.        Periode Kemerdekaan
Tradisi tertulis pada masa kemerdekaan berkembang leluasa, tetapi selalu memiliki ciri tersendiri dengan pemerintahan dan penguasa pada waktu itu.

2)        Media dari tradisi tetulis di berbagai daerah
Media atau alat yang digunakan untuk tradisi tertulis:
a.         Batu contohnya:
-          Tradisi tetulis dari batu di kalimantan, yaitu prasasti tiang yupa atau dikenal prasasti mulawarman, berasal dari abad ke-5 masehi (332 saka).
-          Tradisi tertulis dari batu di jawa barat antara lain prasasti ccianteun dan prasasti kebun kopi.
-          Tradisi tertulis dari batu dari sumatra yaitu prasasti keduka bukit.
-          Tradisi tertulis dari batu di jawa tengah contohnya prasasti balitung, canggal, sojomesta dan kalasan.
-          Tradisi tertulis dari batu di jawa timur, contohnya maklumat empu sindok, sebuah prasasti dari tahun 929 M (851 saka) yang menggunakan huruf kawi akhir dan bahasa jawa kuno.

b.        Perunggu, yaitu sejenis logam. Bukti sejarah tertulis pada lempengah logam berupa piagam asli zaman majapahit abad XII – XV dengan menggunakan bahasa Jawa Kuno.

c.         Tembaga contohnya
-          Lempengan tembaga Taji (maklumat atau prasasti Dyah Balitung) dari jawa tengah.
-          Prasasti Waringin Pitu dari jawa timur
-          Prasasti kebantenan dari banten
-          Kipas upacara dari kerajaan Johor-Riau (Sumatra)
-          Naskah Budha dari kerajaan Sri Wijaya

d.        Lontar, yaitu media penulisan yanga dibuat dari pohon daun palem yang telah dikeringkan dan diolah. Contohnya:
-          Naskah lontar dari jawa timur yaitu kitab baratayudha dan kitab negarakertagama
-          Naskah lontar dari bali antara lain kakawin rama dari bratayuda bugis, arab, dan romawi.
-          Naskah lontar dari jawa barat yaitu naskah pujangga manik.

e.         Bambu caranya dengan membelah mambu menjadi lembaran dan rangkaian seperti daun palem atau dibiarkan dalam bentuk tabung, dan teksnya ditorehkan dengan pisau tajam. Contohnya:
-          Teks tambal dari sumatra selatan, dengan huruf recong dan bahasa melayu
-          Seribu makna (buku seribu pertanyaan) dengan bahasa melayu dan aksara lampung

f.         Kulit Pohon, contohnya:
-          Naskah tertua di lampung (1630) tertulis di kulit kayu lampung yang disebut pohon bunul.
-         Naskah batah yang ditulis dengan bahasa yang ditulis dengan bahasa balah denga media kulit kayu alim, dikenal dengan sebutan pustaba.

g.        Duang, merupakan alat tulis terbuat dari kulit pohon murbel yang dipukuli dapat dimukan di dalam naskah-naskah berbahasa arab dan jawa yang terdapat di daerah jawa, seperti pawuhon dan primbon palem nipah wujudnya lebih tipis dari daun tal. Naskah jawa kuno dalam palem nipah abad XIV merupakah naskah organik tertua di indonesia. Naskah itu tersimpan di perpustakaan univesitas leiden.

h.        Kayu bentuknya berupa sebuah prasasti kayu ukiran huruf arab di sebelah rumah di aceh barat.
i.          Kain, contohnya adalah kemeja dari lombok yang disulam dengan kalimat syahadat dan amplop kerajaan melayu dari sutra kuning yang digunakan untuk sampul surat kerajaan.

j.          Kertas, contohnya serat bebal mangkuratan (jawa) hikayat sri rama dan sejarah banten.

c.         Contoh Rekaman tertulis dalam tradisi sejarah
1)        Prasasti
Prasasti merupakan salah satu rekaman tertulis tentang masa lampau. Pembuatan prasasti selalu berdasarkan pada perintah raja. Tujuannya adalah mengabadikan suatu peristiwa yang dialami oleh seorang raja atau sebuah kerajaan.

2)        Kitab
Kitab merupakan sebuah karya sastra para pujangga pada masa lampau yang dapat dijadikan petunjuk untuk menyikapi suatu peristiwa sejarah. Beberapa kitab yang muncul pada masa kerajaan hindu-budha sebagai berikut:
a.         Kitab Krisnavana berasal dari kerajaan kediri pada masa pemerintahan Jayawarsa
b.        Kitab Bratayudha, brasal dari kerajaan kediri pada masa pemerintahan Jaya Baya yang ditulis oleh empu sedah dan empu penuluh.
c.         Kitab Arjunawiwaha berasal dari Jaman kerajaan kediri pada masa pemerintahan Jaya Baya yang ditulis oleh empu kanwa berisi kisah perkawinan raja air langga dengan putri kerajaan sri wijaya.
d.        Kitab Para Raton berasal dari zaman kerajaan Majapahit berisi tentang kekuasaan kerajaan Singosari dan Majapahit.
e.         Kitab Negara Kertagama, berasal dari zaman kerajaan Majapahit yang ditulis oleh Empu Prapanca berisi tentang kekuasaan kerajaan Majapahit.
f.         Kitab Satasona berasal dari kerajaan Majapahit yang ditulis oleh Empu Tantular
g.        Kitab Sudayana berasal dari kerajaan Majapahit yang menceritakan tentang peristiwa bubal.
h.        Kitab Sorandaka dan Kitab Ranggalawe dari zaman kerajaan Majapahit yang menceritakan tentang pemberontakan sora dan ranggalawe.
i.          Kitab Panji Wikayakrama, berasal dari kerajaan Majapahit yang menceritakan tentang Raden Wijaya.
j.          Kitab Parah Yangan dan Kitab Siksakanda berasal dari kerajaan Pajajaran.

Pada masa kekuasaan kerajaan islam di indonesia muncul banyak karya sastra. Kitab Mahabrata Ramayana dan Pancatantra di ubah menjadi kitab-kitab sebagai berikut:
a.       Hikayat Pandalima
b.      Hikayat Pandawa Jaya
c.       Hikayat Sri Rama
d.      Hikayat Maha Raja Rahwana dan
e.       Hikayat Panca Tantra

Selain itu ada juga kitab yang berisi cerita Panji, misalnya:
a.       Syair Ken Tambonan
b.      Lelakon Mahesa Kumitir
c.       Syair Panji Sumireng
d.      Cerita Wayang Kinundung
e.       Hikayat Panji Kuda Sumirang
f.       Hikayat Cekal Waneng Pati dan
g.      Hikayat Panji Wijang Kusuma

Selain kitab-kitab tersebut terdapat kitab suluh (kitab primbon) beberapa kitab suluh diantaranya:
a.       Suluh Wujil, kitab ini berisi wejangan-wejangan sunang Bonang kepada Wujil (seorang yang kerdil bekas abdi Raja Majapahit)
b.      Suluh Sukarsa, kitab ini menceritakan seorang (Kisuharsa) mencari ilmu untuk mendapatkan kesempurnaan.
c.       Suluk Malang Sumirang kitab ini berisi Pujian dan Pengungkapan seorang yang telah mencapai kesempurnaan dan bersatu dengan Tuhan.

Contoh kitab lain yang ditulis oleh pujangga dari kerajaan islam di Indoensia antara lain:
a.       Kitab Bustanussalatin, ditulis oleh Nurudin Ar-Raniri dari kerajaan Aceh yang menulis tentang adat istiadat Aceh dan Ajaran Islam.
b.      Kitab Sastra Gending, ditulis oleh Sultan Agung dari kerajaan Mataram islam yang menulis tentang ajaran Filsafat, selain itu Sultan Agung juga menulis Kitab Nitrsruli, Nitrsastra dan astabrata yang berisi tetnang ajaran tabiat baik.
c.       Kitab Ade Allopiloping berbicara pabanie ditulis oleh amanna gappa dari kerajaan makasar kibat ini berisi tentang hukum-hukum perniagaan bagi kerajaan makasar.

2.        Perkembangan Penulis Sejarah (Historiografi) di Indonesia
a)        Historiografi Tradisional
Hidtoriografi tradisional dapat dibagi dalam 3 bentuk:
1.      Historiografi Tradisional Kuno, ciri-cirinya:
-          Hasil terjemahan kebudayaan hindu
-          Bersifat etnosentris
-          Bersifat naratif konsepsional
-          Bersifat non oficial

2.      Historiografi Tradisional Tengah, muncul berupa kidung, misalnya pararaton, sundayana, pamandangan dan panji. Ciri-ciri kidung:
-          Peristiwa terjadi di luar kraton
-          Bersifat Elnosentris

3.      Histrografi Tradisional baru contoh Babad, Kronik, dan Hikayat. Misalnya babad tanah kawi, babad aribon, babad gianly, dan sejarah melayu. Ciri-cirinya:
-          Bergaya islam jawa (mitologis)
-          Bersifat inronologi
-          Bersifat etno sentris dan
-          Bersifat Feodalistik

b)        Historiografi Kolonial
Historiografi kolonial merupakan historiografi warisan kolonial. Contoh historiografi kolonial dalam perbabahan sejarah yang dibuat F.W. Stampel
1.      Zaman Hindu atau zaman prasejarah dan zaman hindu
2.      Zaman penyiaran agama islam dan orang-orang portugis di Hindia Timur
3.      Zaman VOC
4.      Zaman peralihan Republik Bataf masa Deandles, masa pendudukan inggris
5.      Masa pemerintahan Nederland

c)        Historiografi Nasional
Historiografi Nasional muncul ketika ada kesadaran membuat penulisan sejarah yang berlandaskan pada kepentingan dan kebutuhan bangsa dan negara indonesia dengan sudut pandang nasional. Orang-orang dan bangsa indonesia sendiri yang menjadi subjek            (si pembuat sejarah) tahapannya adalah sebagai berikut:
1.      Seminar Sejarah Nasional I
Seminar Sejarah Nasional I diselenggarakan di Yogyakarta pada tahun 1957. Seminar ini terselenggarakan karena melihat pentingnya penyusunan sejarah nasional indonesia.

2.      Seminar Sejarah Nasional II
Perkembangan penulisan sejarah nasional mulai tampak dengan adanya seminar kedua di Yogyakarta pada tahun 1970, Sartono Kartodirdjo berpendapat tentang ciri-ciri histrorografi nasional indonesia sebagai berikut:
-          Berbagai aspek kehidupan masyarakat indonesia
-          Menggunaka pendekatan multidimensional
-          Tidak mengabaikan sejarah lokal

3.      Seminar Sejarah III
Seminar sejarah III dilaksanakan di Jakarta pada tahun 1981, sejarawan indonesia sudah sadar perlunya teori dan metodelogi dalam penulisan. Arah penulisan berdasarkan pendekatan ilmu sosial.

4.      Seminar Sejarah IV
Seminar sejarah IV diselenggarakan di Yogyakarta tahun 1985. Hasil seminar memutuskan bahwa penulisan sejarah indonesia dilakukan berdasarkan periode dan tema. Contohnya periode revolusi dan periode kemerdekaan dengan tema sejarah lokal dan sejarah sosial. Ciri-ciri historiografi nasional adalah:
-          Indonesiasentris
-          Disusun oleh orang indonesia sendiri
-          Sesuai dengan pandangan bangsa indonesia sekarang
-          Mengingat adanya matron – Burdino (membangun Bangsa)

Ketiga corak historiografi di atas biasanya tidak berangkat dari kepentingan ilmiah, tetapi berangkat dari kepentingan legitiminasi kultural dan politis. Yaitu pengisahan yang kadang-kadang mengarah pada pembenaran terhadap identitas dan jati dirinya sebagai suatu komunitas. Perkembangan historiografi indonesia mulai menginjak masa baru pada tahun 1913 ketika Husein Djajadiningrat menerbitkan buku hasil disertainya yaitu “Tinjauan Kritis Sejarah Banten”.

Pada awal kemerdekaan, upaya untuk melihat sejarah dari aspek nasional (memandang sejarah dari masyarakat indonesia) sangat dominan. Historiografi yang berkembang adalah sejarah ideologis, yaitu sejarah yang berupaya menanamkan suatu nilai-nilai terutama nasionalisme, heroisme, dan patriotisme.

Secara bertahap perkembangan penulisan sejarah indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.       Penulisan sejarah hindu-budha dan islam penulisannya bresifat istana sentris yaitu berpusat pada keinginan dan kepentingan raja, menceritakan masalah-masalah pemerintahan dari raja-raja yang berkuasa.  Penulisan sejarah pada masa ini lebih banyak dibuat pada batu-batu besar (prasasti) dan kitab-kitab kuno.
b.      Penulisan sejarah pada masa kononial, penulisannya bertujuan untuk memperkokoh kekuasaan penjajah, merupakan sarana propaganda untuk kepentingan penjajah dan untuk pengendurkan kepahlawanan.
c.       Penulisan sejarah masa pergerakan nasional indonesia. Tulisan-tulisan dibuat untuk membangkitkan semangan perjuangan bangsa indonesia melawan penjajah
d.      Penulisan sejarah masa indonesia merdeka, berorentasi pada masa depan bangsa dan negara indonesia.

DAFTAR PUSTAKA


Buku Pelita Sejarah. CV. ARYA DUTA.Penerbit dan percetakan Jln. Revolusi No. 29 Sukamaju Depok.


0 Response to "RESUME TRADISI SEJARAH INDONESIA MASA AKSARA"

Post a Comment