RESUME JEJAK-JEJAK SEJARAH

Untuk Memudahkan Pencarian Dokumen Pendidikan Gunakan Filtur Pencarian di Bawah ini

RESUME JEJAK-JEJAK SEJARAH



Sejarah merupakan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau itu dapat dikegahui atau disampaikan kepada generasi berikutnya. Meski demikian terhadapat beberapa hal yang dapat membantu menemukan jejak-jejak sejarah yang terjadi pada masa lampau yaitu folklore, mitologi, legenda, upacara, lagu-lagu daerah indonesia.

1.        Folklore
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (Depdikbud, Balai Pustaka Tahun 1990) Folklore adalah adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi tidak dibukukan. Oleh karen itu, folklore dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu folklore lisan dan non lisan.

a.         Folklore lisan
Bahasa rakyat adalah bahasa yang disajikan sebagai alat komunikasi di antara rakyat dalam suatu masyarakat; atau bahasa yang dijadikan sebagai sarana pergaulan dalam hidup sehari-hari. Bahasa itu hanya digunakan di kalangan rakyat. Bahkan bahasa rakyat itu sangat berbeda dengan bahasa yang digunakan di kaum ningrat atau golongan masyarakat yang tinggal di istana (keraton).

Namun bahasa yang sama digunakan di suatu daerah bisa berbeda-beda baik logat, dialek, maupun kosa kata bahasanya. Dengan demikian, bahasa sebagai alat komunikasi hanya dapat dimengerti dan dipahami oleh masyarakat pemakainya. Meskipun tidak tertutup kemungkinan bagi orang lain untuk mempelajarinya. Mempelajari bahasa dari masyarakat lain bertujuan mempermudah hubungan dan komunikasi dengan mereka.

Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima, dan penyusun lirik dan bait. Dalam perkembangannya, ada bermacam macam jenis puisi. Seperti puisi bebas, berpola dan puisi lama.

Nyanyian rakyat merupakan sebuah tradisi lisan dari suatu masyarakat yang diungkapkan melalui nyanyian atau tembang-tembang tradisional. Nyanyian rakyak menjadi cermin gaya hidup suatu masyarakat. Nyanyain rakyat dikembangkan sedemikian ruma sehingga mendukung pesan-pesan tertentu bagi anggota masyarakat atau siapa saja yang mendengarkan tembang itu.

b.        Folklore Non Lisan
Arsitektur rakyat merupakan sebuah seni atau ilmu merancang bangunan. Orang yang merancang bangunan disebut arsitek. Pada masa itu arsitektur lebih difokuskan pada pembanguna tempat-tempat suci, misalnya tempat suci menhir, dolmen, punden berundak-undak pada zaman megalitikum. Pemahaman masyarakat mengenai arsitektur sudah tinggi pada masa itu. Arsitektur terus berkembang mengalami modifikasi yang cukup pesat sesuai dengan perkembangan kehidupan manusia.

Kerajinan tangan rakyat kerajinan tangan pada masyarakat indonesia sebelum mengenal tulisan atau sebelum masuknya pengaruh hindu-budha pada mulanya dimaksudkan hanya sekedar untuk mengisi waktu senggang dan untuk kebutuhan rumah tangga. Bahan dasar kerajinan tangan sebagian besar dari bambu dan kayu. Contoh kerajina tangan yang terbuat dari bambu adalah kukusan (alat pemasak nasi) nampan, topi dan lain-lain.

Pakaian dan perhiasan tradisional masyarakat pra-aksara atau sejak dimulainya kehidupan bercocok tanam sudah mengenal beraneka ragam pakaian maupun perhiasan masing-masing daerah di indonesia memiliki pakain dan perhiasan tradisional yang khas. Pakain atau perhiasan itu bisa dibedakan menjadi pakaian dan perhiasan yang dipakai setiap hari, pakaian dan perhiasan yang dipakai saat pesta, pakaian dan perhiasan yang dipakai saat menghadiri upacara keagamaan.

Obat-obatan tradisional masyarakat sebelum mengenal tulisan atau masyarakat sebelum mendapat pengaruh hindu-budha juga telah mengenal sistem pengobatan tradisional. Meski demikian tak semua orang bisa mempraktekkannya. Di setiap masyarakat ada satu atau beberapa orang yang ahli baik dalam mendeteksi penyakit maupun menentukan raman yang cocok untuk mengobati penyakit tersebut. Bahan ramuan hampir seluruhnya berasal dari alam. Cara meramunya pun umumnya sangat sederhana. Penentuan bahan dan takarannya pun sangat teliti, sebab salah memberi obat bisa membawa akibat yang fatal bagi seorang penderita.

2.        Mitologi
Mitologi adalah imu tentang kesustraan yang mengandung konsep tentang dongeng suci, kehidupan para dewa, dan makhluk halus dalam suatu kebudayaan atau suatu cerita tentang kehidupan suatu bangsa masa lampau yang memiliki hubungan erat dengan para dewa dan para pahlawannya. Mitologi juga berati cerita tentang asal mula alam semesta, manusia dan bangsa yang diungkapkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti yang sangat dalam.

Setiap suku bangsa yang berada di wilayah indonesia memiliki mitologi cerita yang biasanya berkaitan dengan sejarah kehidupan masyarakat menempati daerah itu. Umumnya dimitoskan bahwa ada tokoh yang kuat dan sakti yang dulu memimpin masyarakat menempati daerah itu.

3.        Legenda
Legenda adalah sebuah cerita rakyat pada masa lampau yang masih memiliki hubungan dengan peristiwa-peristiwa sejarah atau dengan dongeng-dongeng seperti cerita yagn terbuktinya suatu negeri, danau, gunung dan sebagainya. Legenda disebut sebagai suatu cerita yang telan menjadi cerita rakyat dan setiap daerah di indonesia memilikinya. Cerita ini diwariskan secara turun-temurun legenda biasanya berisi petuah atau petunjuk mengenai apa yang benar dan apa yang salah.

4.        Upacara
Upacara adalah rangkaian tindakan atau perbuatan yang terikat pada aturan-aturan tertentu berdasarkan adat-istiadat, agama ataupun kepercayaan. Jenis-jenis upacara yang dikenal dalam masyarakat adalah upacara penguburan, perkawinan, pengukuhan kepala suku, upacara sebelum berperang dan sebagainya.

-            Upacara penguburan merupakan upacara yang pertama kali dikenal dalam kehidupan manusia sebelum mengenal atau masuknya pengaruh hindu-budha. Upacara penguburan muncul ketika muncul kepercayaan bahwa roh orang yang meninggal akan pergi ke suatu tempat yang tidak jauh dari lingkungan yang dimana ia pernah tinggal. Sewaktu-waktu roh dapat dipanggil apabila masyarakat dalam keadaan bahaya, seperti diserang oleh penyakit lain atau wabah penyakit. Upacara penguburan berlangsung sangat sederhana, tetapi mempunyai arti bagi kehidupan masyarakat. Dalam perkembangan selanjutnya, penguburan dilakukan dengan lebih baik, dimana orang mati dimasukkan ke dalam peti bata, lengkap dengan bekalnya.

-            Upacara perkawian terjadi kalau dua orang yang berbeda jenis kelamin sepakat untuk hidup bersama. Dalam arti yang lebih luas, perkawinan tidak hanya melibatkan keluarga dari kedua mempelai, perkawinan itu sekaligus juga mempertemukan dan mengawali dari kedua keluarga itu masing-masing di daerah indoensia yang mempunyai garis keturunan matrineal. Misalnya upacara perkawinan dilangsungkan di rumah keluarga istri, sedangkan pada suku batak dan bali yang menganut garis keturunan patrilineal, upacara perkawinan dilangsungkan di rumah keluarga laki-laki.

-            Upacara pengukuhan kepala suku. Untuk menjadi Kepala Suku, seseorang harus terbukti memiliki kekuatan, keahlian, pengalaman, atau pengaruh yang lebih dibandingkan orang-orang lain karena beratnya pertanggungjawaban yang akal dipikulnya. Kepala suku berfungsi sebagai pelindung kelompok sukunya dari kelompok suku lain, binatang buas atau wabah penyakit. Kepala suku juga dianggap sebagai “begawan” dimana para anggota sukunya bisa bertanya atau meminta nasehat kepala suku bahkan dianggap ahli dalam segala hal. Diantaranya dalam upacara pemujaan, penempatan rumah, pembukaan ladang baru, dan lain-lain. Selain itu kepala suku juga bertugas untuk merencanakan apa yang akan dilakukan oleh kelompok sukunya yang menengahi pertikaian/pertentangan yang terjadi dianggota suku sebelumnya.

-            Upacara Sebelum Perang. Peperangkan disebabkan oleh beberapa hal:
1.      Masalah perbatasan
2.      Ingin menguasai daerah dari kelompok lain
3.      Masalah yang timbul dari hubungan yang kurang harmonis antar anggota dari kedua kelompok suku
4.      Membuktikan ketangguhan dan kekuatan dari masing-masing kelompok sukunya
5.      Mempertahankan harga diri suku
Adapun pertentangan-pertentangan diantara setiap suku sering berbuntut perang. Namun sebelum mereka berperang, masing-masing dari kedua suku yang berselisih melakukan upaara pemujaan untuk memohon kekuatan agar pasukan yang pergi berperang mendapat kekuatan.

5.        Lagu-lagu Daerah
Lagu merupakan syair-syair yang ditembangkan dengan irama yang menarik lagu bisa menjad icurahan hati yang membuat lagu, atau syair lagu. Karena itu lagu-lagu yang ditembangkan bisa bernuansa sedih, biasa juga gembira atau jenaka.

Lagu daerah adalah lagu yang menggunakan bahasa daerah. Indonesia kaya akan lagu-lagu daerah “Butet” adalah lagu daerah Batak (Sumatra Utara) yang dilantunkan dengan nada sedih oleh masyakatnya “Tenang Rana Ge” adalah lagu daerah manggarai (flores) yang dinyanyikan dengan nuansa renuangan “Kampung Nan Jauh di Mato” lagu (Sumatra Barat).


Apakah Postingan ini Keren Bermanfaat Guys? Please Bantu Viralkan Guys!

URL:HTML:BB(forum):
Posted by SahrulParawie
WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN Updated at: 4/13/2018 04:46:00 AM

No comments :

Post a Comment