PROSES TERJADINYA LUPA DAN MANFAATNYA - WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN

PROSES TERJADINYA LUPA DAN MANFAATNYA


Bagaimana Manusia Bisa Lupa? Dan Apa Manfaat Lupa?
A.      PENGERTIAN LUPA
Dalam kehidupan kita sehari-hari, melupakan sesuatu hal atau peristiwa,dianggap sebagai hal yang biasa. Contohnya, lupa dengan nama seseorang yang menyapa kita di jalan, kita lupa di mana menaruh kunci sepeda motor, atau kita lupa dengan apa yang baru saja hendak kita kerjakan. Namun, ternyata persoalan lupa tidaklah sesederhana yang kita bayangkan. Sebaliknya, persoalan lupa yang kita alami sungguh rumit, serumit dan sekompleks sistem otak kita. Daya ingat yang dimiliki oleh kita sebagai seorang manusia tidaklah sempurna. Karena banyak peristiwa atau kesan yang tidak dapat kita ingat kembali. Ketidakmamapuan kita dalam mengingat kembali apa yang pernah kita alami sebelumnya inilah yang kita namakan atau sebut dengan lupa. Proses dari lupa sendiri yaitu kita akan dengan cepat melupakan sesuatu hal dalam beberapa menit setelah dihafalakan, kemudian berkurang setelah beberapa jam dan mungkin kita akan menjadi lambat mengingatnya setelah beberapa hari.
Kemudian, apakah yang sebenarnya mendasari manusia bisa mengalami lupa?. Pada umunya orang-orang pada percaya bahwa proses lupa yang dialami oleh manusia hanya disebabkan oleh faktor waktu saja, namun berdasarkan teori yang ada dan hasil-hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa ahli menunjukkan bahwa, faktor waktu itu hanya merupakan sebagian dari faktor yang dapat mendasari atau mempengaruhi terjadinya kelupaan.
Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan manusia bisa lupa adalah (1) adanya kegagalan dalam penyandian, artinya informasi tidak memasuki otak kita melalui reseptor-reseptor sensorik akibat pengaruh sistem atensi, akibatnya tidak ada informasi yang dapat diingat, dan kegagalan penyandian ini mengacu pada kegagalan memasukkan materi kedalam Long Term Memory. (2) adanya kegagalan dalam konsolidasi, artinya hilangnya memori akibat gangguan organik yang terjadi saat pembentukan jejak memori, yang berakibat pada terbentuknya memori-memori yang tidak sempurna, yang bagi individu yang bersangkutan dirasakan sebagai kelupaan. Dari kegagalan konsilidasi ini Short Term Memori tidak mengalami masalah (normal), namun masalah terjadi pada saat pemrosesan perpindahan informasi dari Short Term Memory ke Long Term Memory. Kerusakan fungsi memori organik disebabkan antara lain, karena adanya penyakit di otak akibat stroke, infeksi, tumor, dan degeneratif (penurunan kondisi) sehingga ada kerusakan di otak. Akibatnya, fungsi otak terganggu, terutama ingatan. Umumnya, yang pertama kali terganggu ialah ingatan jangka pendek.
Selain kedua faktor tersebut, ada lagi faktor-faktor lain yang menyebabkan manusia bisa mengalami lupa, yaitu:
#     Terjadinya decay artinya memudarnya memori seiring dengan berlalunya waktu dan akibat dari jarangnya memori tersebut digunakan.
#     Terjadinya displacement artinya informasi yang pernah diperoleh oleh manusia menghilang begitu saja dari sistem memori jangka pendek, karena masuknya tambahan informasi-informasi baru yang terlalu banyak kepada sistem memori jangka pendek tersebut.
#     Terjadinya Interfensi artinya bercampur-baurnya atau bertumpang tindihnya memeori-memori yang serupa atauyang sama. Ada dua macam Interfensi, yaitu interfensi retroaktif, dimana informasi yang baru masuk mengganggu proses pemunculan kembali informasi atau memori yang lama. Dan interfensi proaktif, dimana informasi yang telah ada atau memori-memori lama mengganggu proses pemunculan kembali informasi yang baru masuk.
#     Kelupaan yang disengaja, pada umumnya dilakukan manusia untuk menghindari kenangan yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang traumatik.

B.       PROSES TERJADINYA LUPA

Lupa adalah masalah yang sangat lumrah kita alami. Mungkin hal ini sudah menjadi konsekuensi logis dari kemampuan kita sebagai manusia yang memiliki daya ingatan. Hal ini juga yang menunjukkan bahwa setiap orang memiliki daya ingat yang berbeda-beda. Seringkali memang, lupa kita rasakan menjadi sesuatu yang sangat menyebalkan, saat di mana kita sedang membutuhkan informasi penting sementara ingatan gagal memunculkanya kembali. Bahkan pada orang-orang tertentu lupa telah menjadi semacam ‘penyakit’, dari lupa yang biasa sampai lupa yang terlalu sering.Namun demikian, bagi manusia lupa tidak serta merta selalu menjadi sesuatu yang buruk. Bahkan lupa bisa dikatakan sebuah mekanisme yang juga bermanfaat bagi manusia. Karena jika manusia tidak lupa terhadap segala hal, akan menjadi halangan yang besar dalam kehidupan. Jika manusia tidak bisa melupakan, maka manusia akan diganggu detil-detil fakta dan kejadian remeh yang terus-menerus merongrong kesadarannya. 
Kita bisa lupa akan sesuatu dari ingatan karena sejumlah sebab. Di antaranya adalah:
1. Aus (Decay Theory)
Teori ini adalah teori yang beranggapan bahwa ingatan yang telah disimpan bisa rusak dan menghilang. Dikatakan bahwa, ingatan menjadi aus dengan berlalunya waktu bila tidak pernah diulang kembali (rehearsal). Informasi yang disimpan dalam ingatan akan meninggalkan jejak-jejak (memory traces), dengan berlalunya waktu proses yang berlaku dalam otak mengakibatkan jejak-jejaknya makin terkikis yang menyebabkan mundurnya daya mengingat.

2. Adanya penumpukan ingatan (Interferensi Theory)
Ingatan yang tidak atur atau organisir dengan baik akan menumpuk Di satu tempat dan kusut. Teori interferensi berseberangan dengan teori decay dalam hal kerusakan ingatan dalam penyimpanan di otak. Menurut teori ini, Informasi inderawi yang disimpan dalam ingatan jangka panjang masih ada dalam gudang memori (tidak mengalami keausan), hanya saja jejak-jejak ingatan saling bercampur aduk, mengganggu satu sama lain. Hal inilah yang menyebabkan orang bisa lupa.
Misalnya seseorang yang sedang berusaha mempelajari tentang materi pelajaran Biologi, setelah itu ia disuruh mempelajari materi pelajaran Fisika. Saat orang tersebut disuruh kembali mengingat materi pelajaran Biologi, mungkin ia akan kesulitan karena adanya gangguan dari materi Fisika yang dipelajarinya. Bila informasi yang baru kita terima menyebabkan kita sulit mencari informasi yang suda ada dalam ingatan kita disebut interferensi retroaktif. Sedangkan bila informasi yang baru kita terima sulit diingat karena adanya pengaruh ingatan yang lama disebut proses interferensi proaktif. Saat kita lupa karena interferensi ini berarti terjadi penumpukan ingatan di satu tempat, dan kusut ketika akan dikeluarkan.
3. Represi
Represi adalah proses pemblokiran ingatan tentang suatu kejadian yang menyakitkan atau memalukan oleh alam sadar. Artinya, represi adalah kesengajaan melupakan suatu kejadian oleh seseorang karena kejadian yang dialami dirasa merugikan. Teori tentang penyebab lupa berupa represi ini berangkat dari konsep Sigmund Freud tentang pertahanan ego (ego defences). Jadi secara sederhananya, salah satu penyebab lupa pada seseorang mengenai suatu pengalaman lampau yang dialaminya bisa terjadi karena orang yang bersangkutan menyengaja untuk melupakannya.

4. Ketergantungan petunjuk (Retrieval Failure)
Satu lagi hal yang dianggap menjadi penyebab lupa, yaitu ketergantungan pada petunjuk. Proses mengingat kembali dari ingatan jangka panjang dibutuhkan suatu petunjuk. Kegagalan mengingat kembali lebih disebabkan oleh tidak adanya petunjuk yang memadai untuk merangsang ingatan tersebut muncul. Dengan demikian, bila syarat tersebut dipenuhi (disajikan petunjuk yang tepat), maka informasi tentu dapat ditelusuri dan diingat kembali. Misalnya anda pernah mempunyai suatu pengalaman tertentu, anda bisa teringat kembali pengalaman tersebut dengan melihat tempat di mana pengalaman itu terjadi.
Petunjuk yang dimaksud bisa berupa visual (pemandangan misalnya), audio (suara) ataupun bau-bauan. Petunjuk yang diperlukan tidak selalu berasal dari luar. Kadang-kadang kita teringat sesuatu ketika suasana hati atau kondisi psikologis kita sama seperti saat kita sedang mengalami sesuatu, sehingga hal itu menyebabkan kita teringat pengalaman masa lampau. 

5. Penyaringan
Pada proses terjadinya ingatan, informasi yang masuk tidak serta merta disimpan, melainkan melewati proses penyaringan atau penyeleksian. Pada saat penyaringan ini banyak kesan-kesan yang hilang, menyisakan informasi-informasi yang dianggap penting saja. Proses penyaringan itu menjaga kesanggupan mengingat agar tidak berat. Yang terpilih dari kesan-kesan itu hanya bagian yang relevan saja untuk diolah. Kesan-kesan yang telah disaring itu kemudian baru masuk ke dalam tempat simpanan jangka panjang.

Proses penyaringan ini kemudian di satu sisi mengakibatkan orang menjadi lupa atau gagal mengingat kembali informasi yang masuk ke dalam ingatan jangka pendek tadi karena mungkin sudah tereliminasi oleh ingatan yang lain.

6. Gangguan Fisiologis
Penyebab lupa selanjutnya adalah karena adanya gangguan fisiologis pada sesorang. Salah satu gangguan fisiologis yang mungkin terjadi adalah Amnesia. 
Amnesia adalah gangguan pada otak yang menyebabkan orang lupa masa lalunya. Ada dua penyebab dasar amnesia: organik, di mana terjadi kerusakan pada fungsi-fungsi otak dan penyebab psikologis. Amnesia bisa terjadi pada siapa pun, pada usia berapa pun. 

Jenis-jenis amnesia yang umum terjadi adalah:
  • Amnesia Traumatic, biasanya bersifat sementara dan terjadi setelah cedera kepala. Durasi dan intensitas amnesia ini terkait dengan jenis cedera yang diterima, tapi memori sering kembali setelah orang yang bersangkutan sembuh.
  • Amnesia disosiatif, umumnya terjadi pada orang yang mengalami peristiwa traumatik seperti pemerkosaan. Pada amnesia ini orang yang bersangkutan akan memblokir kejadian trauma yang dialaminya dari ingatan.
  • Amnesia Global, jenis amnesia yang paling total, sering disertai gangguan stress pasca-trauma. Biasanya walaupun pasien sembuh, ingatannya tidak sepenuhnya kembali, pasien kadang-kadang dapat mengalami kilatan ingatan yang spontan, sering dari peristiwa traumatis itu sendiri. Amnesia global yang paling sering terlihat pada orang tua.
  • Beberapa gangguan fisiologis, seperti dampak alkohol, malnutrisi , dan penyakit Alzheimer's juga dapat menyebabkan hilangnya memori.
  • Amnesia ringan, ini terjadi ketika seseorang mengingat suatu informasi tetapi tidak dapat menjelaskan bagaimana atau kapan ia memperoleh itu.
  • Amnesia Anterograde, adalah suatu kondisi di mana seorang individu yang tidak mampu membentuk ingatan baru. Pada orang yang mengalami amnesia ini, ingatannya mengenai pengalamannya yang lama masih ada dan ingatan jangka panjangnya masih berfungsi, tetapi ia tidak dapat memasukkan informasi baru ke dalam ingatan jangka panjangnya. Amnesia anterograde hampir selalu merupakan akibat langsung dari beberapa bentuk cedera otak cedera atau trauma, namun penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami.
  • Amnesia Retrograde, adalah hilangnya ingatan yang bersifat sementara atau permanen pada ingatan yang terjadi sebelum ia mengalami amneisa. Penyebab amensia ini biasanya karena cedera otak. Dalam bentuk yang parah, amnesia jenis ini mengakibatkan sesorang tidak mengenali orang-orang tercinta atau orang-orang yang ada di sekitarnya. Pada beberapa kasus, pasien amnesia retrogade hanya mengalami amnesia ringan dan hanya tidak ingat kejadian beberapa jam sebelum ia mengalami amnesia.

C.      MANFAAT LUPA
Lupa juga mempunyai manfaat. Bayangkan kalau kita tidak pernah lupa. Mungkin kita akan selalu ingat kejadian di masa lalu yang membuat kita kecewa. Hinaan dan perlakuan teman yang tidak menyenangkan akan selalu dikenang. Bisa jadi hari-hari kita akan selalu dibayangi oleh bayangan gelap masa lalu. Belum lagi jika kita sudah ditinggalkan oleh orang-orang yang paling dicintai. Mungkin bapak atau ibu yang telah tiada. Jika kita tidak punya lupa, bayangan mereka akan selalu hadir dalam ingatan. Kita akan selalu ingat betapa sayangnya mereka kepada kita. Kenangan indah bersama mereka tak akan terlupa. Bisa jadi hati kita akan terus merasa sedih. Begitu juga dengan masalah-masalah berat yang menerpa. Tanpa lupa kita akan selalu teringat masalah berat yang terjadi kemarin, seminggu, sebulan atau setahun yang lalu. Masalah itu akan terus membuntuti kita ketika kita tidak bisa lupa. Padahal bisa jadi masalah itu sudah selesai. Namun, bayangannya masih menghantui hari-hari yang kita lalui.
Lupa adalah hukum alam yang tak bisa dirubah. Lupa adalah bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Namun ini bukan berarti kita boleh lupa dengan janji atau tidak ingat dengan tugas dan tanggung jawab yang sudah diberi. Kita harus selalu berusaha mengingat hal-hal penting yang harus dilakukan. Untuk itu, manusia membuat catatan di buku harian, pengingat di gadget, atau alarm di jam. Lupa adalah anugerah Yang Maha Kuasa diberikan kepada semua manusia. Tujuannya agar manusia terlepas dari bayang-bayang masa lalu. Dari bayangan kelam yang menghantui atau ingatan indah yang membuaikan. Lupa adalah ciri khas manusia agar meninggalkan apa yang sudah terjadi dan mempersiapkan diri untuk masa depan.
Mari kita lupakan apa yang perlu dilupakan. Ingatlah apa yang perlu diingat. Lupakan masa silam, jangan terlalu sering melihat ke belakang. Lihatlah ke depan, berusaha dan berjuanglah untuk meraih masa depan gemilang.

SUMBER:
https://www.kompasiana.com/www.hilmaainunrosyidah.com/bagaimana-manusia-bisa-lupa-dan-apa-manfaat-lupa_552959986ea83458708b4578
http://jalurilmu.blogspot.co.id/2011/11/proses-terjadinya-lupa.html


0 Response to "PROSES TERJADINYA LUPA DAN MANFAATNYA"

Post a Comment