NASKAH DRAMA SEMUA TENTANG KITA (8 ORANG)

Untuk Memudahkan Pencarian Dokumen Pendidikan Gunakan Filtur Pencarian di Bawah ini

NASKAH DRAMA SEMUA TENTANG KITA (8 ORANG)


Sinopsis 
            Lolita adalah Siswi terpandai di sekolahnya, dia sangat baik hati, beda dengan sahabatnya Mawar yang emosional. Gadis ini biasa di panggil Lita, keluarga Lita sangatlah harmonis. Lita mempunyai kakak perempuan yang bernama Cika yang sekarang duduk dibangku SMA kelas 2. Walaupun Lita seorang yang pandai, tetapi dia sangat modis dan tidak Kuper (Kurang Pergaulan).
            Suatu hari Lita melihat sahabatnya Mawar sedang merenung disudut ruang kelas, Lita bingung melihatnya. Hatinya bertanya-tanya “kenapa dia?” dengan langkah yang sigap dia mulai menghampiri Mawar. Mata Mawar terlihat sembab, entah karena apa..kelihatannya dia habis menangis semalaman. Lita pun mengurungkan niatnya untuk bertanya pada sahabatnya itu.
            Akhirnya setelah jam pelajaran usai, Mawar mulai menceritakan apa yang sebenarnya membuat dia menangis. Tatapannya kosong lurus kedepan, ekspresinya sangat datar perlahan dia mulai bercerita. Dia berkata bahwa ayah dan ibunya telah bercerai, dia sangat kecewa dengan keputusan ini. Tetapi semuanya sudah terjadi, dia menerima semuanya dengan lapang dada, walaupun rasanya sakit...
            Perbincangan singkat antara Lita dan Mawar, ternyata di dengar oleh Cika sang murid baru yang sangat ingin menghancurkan persahabatan antara Lita dan Mawar dengan cara mengadu domba keduanya. Akibat ulah Cika, Mawar dan Lita pun mulai merenggang. Mawar lebih percaya kepada Cika daripada sahabatnya (Lolita). Lolita samasekali tidak tahu mengapa Mawar menjauhi dirinya, kemudian Lolita mencari tau apa sebab Mawar menjauhi dirinya. Lolita pun menanyakannya pada empat sahabatnya yang lain.
            Di pagi hari saat jam pertama dimulai, Bu Sinta melihat ada keganjalan diantara  murid kesayangannya. Pada waktu istirahat Bu Sinta menanyakan kepada Andre dan Gilang kenapa Mawar dan Lolita terlihat saling menjauhi. Disisi lain, disaat kelas kosong Cika menulis sebuah kata-kata di papan tulis yang semakin membuat perpecahan antara Mawar dan Lolita.
            Keesokan harinya Mawar dipanggil oleh Bu Santi. Kemudian sang guru pun menjelaskan semua kejadian yang sebenarnya. Mawar sadar bahwa dia telah salah paham pada sahabatnya sendiri dan orang yang selama ini dia bela ternyata adalah sebab dari semua perpecahan yang terjadi. Cika pun tersadar bahwa sikapnya salah, dia meminta maaf atas semuanya yang telah ia perbuat.

Dikelas Mawar dan Lolita terdapat murid baru, dari penampilan dia merupakan orang yang terlihat sederhana.
Murid baru     : “Hai teman-teman nama saya Cika, saya pindahan dari Bandung” (senyum
menyapa)
        Di waktu yang bersamaan Lolita lebih memandangi sang sahabat yang termenung disudut ruang kelas.
Lolita              : “Mawar kenapa ya..? Engga biasanya dia murung begitu? Apa dia ada
masalah? (memperhatikan gerak-gerik Mawar)
       Bel pulang sekolah pun berbunyi, semua anak berhamburan keluar kelas. Lolita mulai mendekati Mawar yang masih tetap pada posisi semula.
Lolita              : “Mawar kamu ada masalah?” (tampak cemas)
Mawar             : (tatapan kosong lurus kedepan) “Keluargaku...keluargaku...telah hancur...”
Lolita              : “Maksudmu apa? Aku tidak mengerti..”
Mawar             : “Orangtuaku telah bercerai Lit, aku kecewa..”
Lolita              : “Hah? Kamu serius?! Kapan semuanya terjadi?” (terkejut)
Mawar             : “Kemarin saat aku sekolah.. Sebetulnya aku tidak mengerti kenapa mereka
mengakhiri semuanya.. Aku tak tau alasannya..”
Lolita              : “Sabar ya, war.. Jangan terus bersedih masih ada aku, sahabatmu disini..”
(tersenyum sambil menenangkan Mawar)
Mawar             : “Makasih banget ya Lit...” (memeluk Lita)
Lolita              : “Sama-sama sayang.. Kita kan bestfriend forever” (melepaskan pelukan
Mawar tertawa kecil)
       Disisi lain terlihat Cika sang murid baru sedang mengamati Lolita dan Mawar dia juga mendengar pembicaraan keduanya.
Cika                 : “Situasi ini bisa gua manfaatin nih kayanya” (senyum licik)
(berlalu pergi dan membuat rencana untuk besok)
        Keesokan Harinya dikelas banyak anak yang memandangi Mawar, dia terlihat bingung dia pun mencoba menerobos kerumunan murid yang lain, untuk sekedar melihat tulisan di madding itu.
 
 “Ada info baru guys! haha. Ternyata si Mawar anak Broken Home !!”

        Mawar merasa dipermainkan kini satu sekolah sudah tau dia anak Broken Home. Emosinya mulai memuncak dan fikirannya langsung terpacu pada Lita karena hanya dia yang tau tentang ini semua.
Cika                 : “Gua liat Lolita nempel ini pagi-pagi” (ucapnya tiba-tiba)
Mawar             : “Bener?! Gak bohong kan lo?! (tampak terkejut)
Cika                 : “Ngapain sih gua bohong? Emang ada untungnya buat gua? (balasnya sengit)
Mawar             : “Bener juga sih..! Gua harus bertindak..! ini udah kelewatan!!!” (berlalu pergi
dan mencabut paksa kertas yang ada di madding)
       Mawar menggebrak meja Lita dengan keras, emosinya sudah memuncak seperti gunung berapi yang ingin meletus.
Mawar             : “Heh!! Sahabat macem apa lo?! Tega berbuat kaya gini?! Maksud lo apa?
Hah?!! Jawab lo!” (emosi)
Lolita              : “Aku gak tau Mawar, aku aja belum baca...
Mawar             : (memotong perkataan Lita) “Halah, kebanyakan ngelak lo!! Munafik tau ga?!
Gara-gara lo, semua orang disekolah ini tau kalo gua ANAK BROKEN
HOME..!! tega lo sama gua!! (emosi semakin menggebu)
Lolita              : “Itu bukan aku yang buat, aku gak tau.. ini semua salah paham..”
Mawar             : “Salah paham lo bilang?! Muak gua sama lo terlalu MUNAFIK..!!” (penekanan
pada kata yang di capslock)
Lolita              : “Terserah kamu deh sekarang, mau percaya aku sahabat kamu sendiri apa
mau percaya orang lain.. Kamu berhak buat milih kok..” (berlalu pergi dan
membawa selembar kertas itu)
       Di tempat lain Cika tersenyum puas melihat kejadian tersebut, kedua orang yang bertolak belakang dengan mudahnya di adu domba oleh murid baru. Senyuman yang terpancar dibibirnya merupakan senyuman licik.
       Disisi lain Lita bersedih, dia bingung dengan kejadian ini. Dia berjalan mencari sahabatnya yang lain. Hingga mereka berpapasan di koridor.
Andre             : “Hai Lita, kok gak bareng sama Mawar?” (senyum menyapa)
Lolita              : “Kamu belum baca di madding?”
Lukman           : “Belum..”
Lolita              : “Nih..” (menyodorkan kertas ke Andre)
Andre             : “Ada info baru guys! haha. Ternyata si Mawar anak Broken Home !!” (sambil
membacaaa)
Lukman           : “Broken Home itu apa Ndre?” (dengan wajah polos)
Andre             : “Ya ampun! Lu itu kemana aja?...
Lukman           : (memotong perkataan Andre) “Gua disini kok daritadi..”
Andre             : “Jangan potong omongan gua dulu Man..!! Belom juga gua jelasin, udah main
potong aja..” (mulai emosi)
Lolita              : “Udah..!! Udah.. bukannya bantuin aku cari tau, kalian malah ribut”
Dicky              : “Tau nih, lu berdua cowo tapi mulutnya mulut cewe. Bawel banget..!!”
Lukman           : “Sadar bang, nonjok orang aja gak berani. Masih mendingan kita, ya gak
Ndre? (mencari pembelaan)
Andre             : “Haha Yowman” (tertawa terbahak, dicky hanya bisa menekuk wajahnya)
Gilang              : “DI BILANG JANGAN BERISIK !!” (ketus)
Dicky              : “Okeokeee”
Lolita              : “Daripada kalian berantem gak jelas, mendingan bantuin nyelidikin yang buat
ini semua siapaaa?”
Gilang              : “Sini..!! (berkumpul) bayar utang lu pada kek.. Gua gak punya duit nih”
(dengan wajah tanpa dosa)
Andre             : “Cepetan ah, serius gua. Kita mau bikin rencana kaya gimana?”
Lukman           : “Sini..!!” (berkumpul)
Dicky              : “Tumben otak lu encer? Haha” (nada mengejek)
Lukman           : “Abis yasinan tadi malem, dapet pencerahan sedikit hehe” (nyengir lebar)
Lolita              : “Pergi yuk, jalanin misi kita”
Lukman           : “Pergi kemanaa?”
Dicky              : “PERGI KE EMPANG...!!!” (gereget dicky dan pergi meninggalkan Lukman
yang disusul oleh Andre, Gilang dan Lolita. Lukman?Masih bengong ditempat)
Lukman           : “Eh, tungguin gua..!!” (lari menyusul teman-temannya)
       Mawar sedang curhat dengan Cika tentang Lolita. Hatinya sekarang sudah sangat kecewa.
Mawar             : “Gua fikir dulu, Lita itu baik cik.. ternyata dugaan gua meleset, dia tega
sama gua.. mempermainkan rahasia kehidupan gua.. gua salah apa? Kenapa dia
begitu jahat sama gua?” (perasaannya mulai menggebu)
Cika                 : “Yang sabar aja ya cantik, kita juga gak bisa selamanya melihat orang dari
covernya aja.. harus dari hati, itu yang sulit..” (senyum picik)
Mawar             : “Iya omongan lo bener, gua salah milih temen kayanya..” (nada kecewa)
Cika                 : “Mungkin dia iri dengan kecantikan lo, dia kan kuper liat aja penampilannya
gak gaul sama sekali” (memanas-manasi)
Mawar             : “Mungkin, tapi gua tau dia kok.. dia gak mungkin terpancing dengan cara yang
seperti itu..”
Cika                 : “Haduh Mawar kamu tuh terlalu baik sama dia, setiap orang juga bisa
berubah kali.. Emang selalu tetap dengan sifatnya yang ituuuuuu terus?
Engga kan??” (dengan nada sok manis)
Mawar             : “Iya juga ya, yasudahlah biarkan.. Gua juga udah gamau punya sahabat kaya
diaaaaa..”
       Di pagi hari saat jam pertama dimulai, Bu Sinta melihat ada keganjalan diantara  murid kesayangannya. Pada waktu istirahat Bu Sinta memanggil Andre dan Gilang untuk segera ke kantornya.
Gilang              : “Misi bu, Ibu mencari kita berdua?”
Bu Sinta         : “Iya, ada yang ingin  ibu tanyakan.. oh ya silahkan duduk..
(andre dan gilang pun duduk)
Andre             : “Ibu mau nanya tentang apa ya?”
Bu Sinta         : “Itu loh, sahabat kalian yang namanya Mawar sama Lolita kenapa ya? Kok
kelihatannya agak merenggang, Ibu khawatir jika nilai-nilai mereka turun..”
Gilang              : “Oh, itu bu? Kami juga sedang mencari tahu bu. Lita saja tidak tau bu
kenapa tiba-tiba masalah pribadi Mawar bisa terpublikasi..”
Bu Sinta         : “Loh? Masalah pribadi? Maksudnya apa saya tidak mengerti..”
Andre             : “Orang tua Mawar baru saja bercerai bu, dan Mawar hanya menceritakannya
pada Lita bu.. tetapi Lita tidak tahu apa-apa ketika beritanya tersebar ke
murid-murid yang lain dan tiba-tiba saja Mawar marah-marah kepada Lita..
hingga saat ini pun mereka tidak saling sapa bu..”
Bu Sinta         : “Ya ampun, terus kalian sudah menemukan pelakunya?”
Gilang              : “Belum bu, mungkin sekarang Lukman, Dicky dan Lita sedang mencarinya
bu..”
Bu Sinta         : “Mudah-mudahan cepat kelar ya, ibu akan membantu kalian saat kalian butuh
ibu nanti..” (tersenyum)
Gilang              : “Iya bu, terima kasih..”
Bu Sinta         : “Yasudah, sekarang kalian bisa masuk kelas..”
   (Andre dan Gilang pun berpamitan)
       Sementara itu, terlihat seseorang sedang melakukan aksi yang sama dan disaat itu juga Lukman, Lita dan Dicky memfotonya untuk jadi barang bukti. Orang itu adalah Cika tetapi dia tidak menyadari bahwa ada yang mempotretnya.
Lolita              : “Oh, jadi ini ulahnya si anak baru ituuuu...”
Lukman           : “Anak apaan tadi? Anak bau?” (tanyanya agak kencang)
(Cika pun menengok mencari sumber suara itu, tapi dia menghiraukannya dan tetap melanjutkan kegiatannya)
Dicky              : “Dodol banget sih lu ! Untung gak ketauan..” (gereget Dicky)
Lukman           : “Dodol itu gak pake banget dik, adanya dodol nanas, dodol duren. Setau gua
mah dodol banget engga ada... Itu yang paling baru ya?” (dengan wajah polos)
Dicky              : “IYA, YANG PALING BARU KAN ELU..! azzzz”
Lolita              : “Sssstttt... Jangan berisik ih !” (ketus)
Dicky,Lukman : “Iya ampuuunnn, hehe” (nyengir gak jelas)
Lolita              : “Cari si Andre sama Gilang yuk, keburu Cika liat kita nanti”
(Dicky, Lukman dan Lolita pun bergegas pergi untuk mencari Gilang dan Andre)


Apakah Postingan ini Keren Bermanfaat Guys? Please Bantu Viralkan Guys!

URL:HTML:BB(forum):
Posted by SahrulParawie
WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN Updated at: 4/11/2018 05:07:00 AM

No comments :

Post a Comment