NASKAH DRAMA “RIWAYAT HANCURNYA NYAMUK BESAR”

Untuk Memudahkan Pencarian Dokumen Pendidikan Gunakan Filtur Pencarian di Bawah ini

NASKAH DRAMA “RIWAYAT HANCURNYA NYAMUK BESAR”


Narator           : Zaman dahulu kala di sebuah kampung yang bernama Kampung Nyamuk hiduplah sekelompok masyarakat dengan seorang raja yang bernama Raja Khana, Raja itu memiliki putri yang bernama Putri Shani, Konon katanya di kampung itu terdapat nyamuk besar, nyamuk itu meminta tumbal setiap hari jum’at kliwon. Dan sampailah saatnya putri shani menjadi tumbal. Bagaimanakah putri shani bisa lolos?
                          Mari kita saksikan berikut cuplikannya:

Warga             : Maaf yang mulia saya melapor yang mulia nyamuk raksasa meminta tumbal jum’at malam nanti!

Raja                 : Apa? (sang raja terkejut) Terus bagaimana?
                          Bagaimana kita bisa mendapatkan jantung darah secepat itu?

Warga             : Ma’af yang mulia bagaimana jika anak ku saja yang menjadi tumbal?

Raja                 : Tidak, itu tidak akan terjadi, karena engkaulah yang akan menjadi tumbalnya!

Warga             : Mengapa harus saya yang mulia?
                          (sambil diiringi terkejut dan takut tapi semua berubah)
                          Tapi biarlah perintah yang mulia akan ku laksanakan

Raja                 : Bagus persiapkan dirimu malam nanti, kita pergi ke tengah desa untuk bertemu dengan nyamuk raksasa

Warga             : Baik yang mulia, saya mohon pamit undur diri!

Narator           : Malam pun tiba saatnya pemberian tumbal kepada nyamuk raksasa.

Raja                 : Cepat kita harus berada di tengah desa

Warga             : Ia baik yang mulia
                          (ketika mereka sampai ternyata nyamuk itu telah datang terlebih dahulu tanpa basi-basi nyamuk itu langsung mengisap darah tumbal yang diberikan)

Nyamuk          : Cepat (setelah dimakan)
                          Ha …. Ha ….. ha …. Enak sekali
                          Hai raja khana ku dengar engkau mempunyai seorang putri aku minta darahnya jum’at depan.

Raja                 : Apa? Tidak mungkin, itu anak ku?



Nyamuk          : Apa yang tidak mungkin? Engkau harus melakukannya, ingat jum’at depan!
                          (Sambil terbang untuk menghilang)
                          Ha …… ha ….. ha ……, ingat jum’at depan!
Narrator          : Sangking pusing sang raja lalu ia mengadakan syaimbara untuk menyelamatkan nyawa putrinya dan untuk membunuh nyamuk raksasa.

P. Khan           : Pengumuman! Barang siapa yang bisa menyelamatkan sang putrid an membunuh nyamuk raksasa, ia kan diberi hadiah berupa menikahi sang putri shani sekian (Pengumuman ini di dengar pengembara Khan Dang Than)

                          (Di kerajaan Raja Khana)

Raja                 : Putri ku sanggupkah engkau bila tidak ada orang yang ikut syaimbara ini?

Putri                : Hamba siap ayah handa demi rakyat kampung nyamuk

Raja                 : Hatimu sungguh mulia, baiklah putriku kita laksanakan secepat mungkin
                          (Malam Jum’at pun tiba)

Raja                 : Bersiaplah anak ku!

Putri                : Ia Ayah handa

Raja                 : (berdo’a dalam hati) Wahai Dewa selamatkanlah anak ku!

Pengembara Khan Dang Than            : Tenang dulu raja saya siap membantu yang mulia untuk memusnahkan nyamamuk itu.

Raja                 : Apakah kamu mempunyai cara?

Khan               : Ia yang mulia

Raja                 : Apa itu? Cepat katakana!

Khan               : Lihat saja nanti, saya mohon kumpulkan warga

Raja                 : Warga-warga cepat kumpul

Warga             : Ia raja ku yang mulia ada apa?

Khan               : Cepat kumpulkan sabut kelapa!

Warga             : Baik akan saya laksanakan

Narator           : Ketika itu nyamuk raksasa sudah menunggu sementara tumpukan itu sudah selesai dikumpulkan dan disiram minyak tanah.

Khan               : Ayo kita bersembunyai di samping batang itu, saat nyamuk datang kita bakar semua sabut itu, mengerti?

Raja, warga     : Baik (dengan raja tegap)

Raja                 : Tapi putriku? Ku takut nanti dalam kejadian ini!

Khan               : Tidak raja, bertenanglah dulu!

Nyamuk          : Ha …. Ha …. Ha …., bagus kalian memang baik! Wahai putri bersiaplah!
Putri                : Tolong – tolong !!! ……
                          (dibalik pohon tampak rombongan raja sedang berbincang)
Khan               : Nyamuk datang! Ikuti perintahku, pada saat hitungan ketiga kalian bakar sabut itu, 1 …… 2……, bakar!!!....

Nyamuk          : Kurang ajar kalian menipuku
                          (dengan terbakarnya seluruh anggota badan)
                          Panas ….. tunggu ku balas kalian
                          Ada apa dengan ku? …….

Raja                 : Lihat itu putriku dia menjadi kecil

Putri                : Ia ayah handa ternyata dia kalah dengan asap, terima kasih pengembara Khan Dang Than

Khan               : Sama-sama!

Raja                 : Sebagai mana janji ku kau akan ku nikahkan dengan putri ku, putri shani

Putri                : Benarkah ayah handa?

Raja                 : Benar itu putriku, bersenanglah kalian!

Khan               : Terima kasih yang mulia

Narator           : Saat kejadian itu kerajaan dan kampung nyamuk diubah namanya menjadi desa Shantang yang berarti gabungan antara nama shani dan khan dang than, dan nyamuk raksasa menjadi kecil sampai saat ini nyamuk tidak ada yang besar lagi
                          Tahta kerajaan pun diserahkan kepada pengembara khan, mereka mempunyai anak yang bernama chentang
                          (Itulah drama dari kami, terima kasih)

………………………………The End………………………………….

Apakah Postingan ini Keren Bermanfaat Guys? Please Bantu Viralkan Guys!

URL:HTML:BB(forum):
Posted by SahrulParawie
WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN Updated at: 4/11/2018 04:50:00 AM

No comments :

Post a Comment