Naskah Drama Pertempuran 5 Hari di Semarang - WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN

Naskah Drama Pertempuran 5 Hari di Semarang


Dalam drama ini menceritakan perjuangan 5 hari di Semarang pada tanggal 14 Oktober 2014 silam. dalam drama ini juga terdapat unsur komedi agar si penonton tidak jenuh melihat drama singkat ini. 

Pada tanggal 14 Oktober 1945, Angkatan Laut Jepang yang pernah bertempur di Solomon akan dikirim ke Semarang untuk mengubah pabrik gula Cepiring menjadi pabrik senjata. Pada waktu akan dipindahkan ke Semarang, para veteran AL Jepang itu memberontak dan menyerang polisi Indonesia yang mengawal mereka.
Polisi Indonesia           : “stop….mana SIM dan STNK kalian?”
Veteran Jepang           : “nggak ada bang”
Polisi Indonesia           : “kalau begitu kalian tidak boleh lewat”       
Veteran Jepang           : “eh jangan banyak omong deh loh”
*Gubrak*
Polisi Indonesia           : “ampun bang, ampun bang….kalian boleh lewat deh…”
Veteran Jepang           : “ok, thanks bro…”


Orang-orang Jepang tersebut melarikan diri dan bergabung dengan Kidobutai di Jatingaleh (batalyon setempat Jepang di bawah pimpinan Mayor Kido)
Mayor Kido                : “eh, loh veteran Jepang yah?”
Veteran Jepang           : “kok tau?”
Mayor Kido                : “wow!! Kita sama”
Mereka selanjutnya bergerak melakukan perlawanan dengan alasan menyelamatkan orang-orang Jepang yang tertawan.

*Pada saat yang sama di pabrik gula Cepiring*
Buruh                          : *menyanyi sambil kerja*
Pimpinan TKR            : “eh, kalau kerja yang benar dong!!”
Buruh                          : “iya ooom”
*5 menit kemudian*
Pihak Jepang           : “kosongkan tempat ini sekarang…..!! Tempat ini akan dijadikan pabrik senjata”
Buruh                        : “jangan bang…jangan…ntar kami bagaimana? Saya punya 7 orang anak dan 3 orang suami. Nanti mereka mau makan apa kalau pabrik ini ditutup (berlutut memohon sambil menangis tersedu-sedu)”
Pihak Jepang             : “saya tidak peduli dengan kalian..!! (marah-marah sambil mendorong si buruh)”
Pihak Jepang meracuni cadangan air minum dan membunuh polisi Indonesia yang sedang menjaga tempat tersebut.
*Pihak Jepang bertemu dengan Polisi Indonesia*
Polisi Indonesia           : “eh, ada kalian lagi”
Pihak Jepang               : “yah, perasaan kamu sudah mati deh”
*Gubrak lagi*
Polisi Indonesia           : “stop…….sebelum kalian membunuh saya, lebih baik saya bunuh diri
   sendiri”

Situasi mulai mencekam setelah meluasnya desas-desus yang menggelisahkan masyarakat bahwa cadangan air minum di Candi telah diracuni oleh pihak Jepang.
Rakyat Jelatah 1          : “teman ada gossip baru”
Rakyat Jelatah 2          : “apa teman??”
Rakyat Jelatah 1           : “itu eh, masa orang Jepang toh na racuni itu cadangan air minum
     di  Candi”
Rakyat Jelatah 2          : “ihh….sekk, magayanya itu orang Jepang -_-“
Dr. Karjadi, Kepala Laboratorium Pusat Rumah Sakit Rakyat (Purusara) di Semarang melakukan penelitian terhadap air tersebut, alhasil ia pun menjadi salah seorang korban pada awal pertempuran 5 hari ini.
*Saat Melakukan Penelitian*
Dr. Karjadi                  : “wah. Dugaanku ternyata benar, yes!! Huu!! Air ini telah diracuni. Aku
   harus memberitahukan warga setempat”
Pihak Jepang              : “tidak akan kami biarkan kau memberitahukan hal ini kepada warga”
Pertempuran mulai pecah dini hari pada tanggal 15 Oktober 1945. Lebih kurang 2.000 pasukan Kidobutai dibantu oleh batalyon lain yang kebetulan sedang singgah di Semarang dengan bersenjata lengkap dihadapi oleh TKR dan para pemuda.
Pertempuran menimbulkan banyak korban. Pertempuran berlangsung selama lima hari dan baru berhenti setelah pimpinan TKR berunding dengan pimpinan pasukan Jepang.
Pimpinan TKR                      : “sekarang kita berunding saja”
Pimpinan Pasukan Jepang    : “ok. Ayo kita mulai perundingannya”
Sekutu (Inggris)                     : “diam ditempat! Sekarang ikut saya”


Usaha tersebut akhirnya tercapai setelah pasukan sekutu (Inggris) mendarat di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Pasukan sekutu tersebut menawan dan melucuti senjata tentara Jepang. Diperkirakan 2.000 rakyat Indonesia dan 100 orang tentara Jepang tewas dalam pertempuran tersebut.

0 Response to "Naskah Drama Pertempuran 5 Hari di Semarang"

Post a Comment