Naskah Drama Candi Prambanan

Untuk Memudahkan Pencarian Dokumen Pendidikan Gunakan Filtur Pencarian di Bawah ini

Naskah Drama Candi Prambanan



Pada zaman dahulu kala dari hutan yang lebat, subur dan hijau. Nan jauh disana terdapat sebuah kerajaan yang kuat dan kokoh dan dikawal oleh prajurit yang gagah berani dan perkasa. Sebuah desa yang damai, nyaman, dan penduduk yang ramah. Berdirilah sebuah kerajaan dengan kokoh, yaitu Kerajaan Prambanan yang indah dan megah. Dalam kemewahan dan kemakmuran, didalamnya hiduplah seorang raja yang bijaksana dan berwibawa ialah Prabu Baka, pemimpin Kerajaan Prambanan. Ia juga memiliki seorang putri yang cantik, anggun, dan penyayang bernama Roro Jongrang.

 Namun, dikerajaan lain terdapat seorang raja yang kejam, egois, angkuh, dan sombong, dialah Raja Pengging, seorang raja dari Kerajaan Pengging. Raja Pengging pun memiliki seorang putra yang sakti mandraguna. Dia bernama Bandung Bondowoso. Raja Pengging yang selalu haus akan kekuasaan dan ingin memperluas wilayah kekuasaannya, memutuskan untuk berperang menghancurkan kerajaan prambanan, untuk membalas apa yang telah diperbuat oleh kerajaan prambanan.

Raja Pengging : Raden Bondowoso, putraku... kemarilah!
Bondowoso : iya Gusti, ada apa memanggil saya?
Raja Pengging : Segeralah engkau bersiap-siap. Baru saja prajurit kerajaan memberi kabar bahwa ada warga desa yang dianiyaya oleh prajurit kerajaan prambanan.
Bondowoso : Apa yang harus saya perbuat wahai Gusti?
Raja Pengging : Sebaiknya kita atur strategi utuk menyerang kerajaan prambanan terlebih dahulu. Barulah esok kita serang kerajaan itu.

 Keesokan harinya berangkatlah Raja Pengging, Bandung Bondowoso, dan para prajuritnya ke kerajaan prambanan. Saat di depan gerbang prambanan.

Bondowoso : Hei Prabu Baka! Keluarlah engkau! Mari kita bertarung. Kita tunjukan siapa yang paling kuat diantara kita.

 Para prajurit kerajaan prambanan tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Bandung Bondowoso. Mereka pun membalas serangan dari kerajaan pengging.
Didalam kerajaan prambanan
Prabu Baka : Wah ada apa ini di kerjaanku?
Roro Jongrang : Sepertinya ada yang menyerang kerajaan kita wahai ayahku.
Dayang : Iya baginda... kerajaan kita sedang diserang oleh kerajaan pengging. Kita kekurangan prajurit, baginda. Prajurit kerajaan banyak yang sudah terbunuh.
Prabu Baka : Baiklah, segera buat pertahanan!

Prabu Baka pun keluar menemui pasukan kerjaan pengging.
Prabu Baka : Hei kalian! Mau apa tiba-tiba datang dan menyerang kerajaanku?
Raja Pengging : Aku akan menguasai seluruh kerajaanmu! Agar aku menjadi orang terkuat dan terhebat disemua kerajaan! Hahaha
Prabu Baka : Tidak semudah itu! Apabila kau ingin menguasai kerajaanku, langkahi dulu mayatku!
Bondowoso : Aku tidak takut! Akan ku kalahkan kalian semua!
Raja Pengging : Kau benar anakku! Prajurit....!! SERANG!!!

 Lama terlibat dalam peperangan. Akhirnya pasukan Raja Prabu Baka pun kalah. Dan Prabu Baka pun tewas saat perang. Kerajaan prambanan pun hancur. Dan Raja Pengging beserta pasukannya menempati kerajaan itu.

Raja Pengging : Akhirnya kita menang!
Bondowoso : Iya ayahku...

 Pasukan kerajaan pengging bersenang-senang atas kemenangannya. Tetapi di dalam kerajaan prambanan terdapat Roro Jongrang yang sedang bersedih.
Roro Jongrang : Apakah benar Ayahanda telah tiada?
Dayang : Iya benar putri... Baginda Raja telah tiada. Ia dibunuh oleh Bandung Bondowoso.
Roro Jongrang : Benarkah?
Dayang : Iya putri... Raja Pengging beserta putranya, Bandung Bondowoso dan pasukannya telah menghabisi kerajaan prambanan yang mulia ini.
Roro Jongrang : Lihat saja pembalasanku nanti! Aku tidak terima!!

Di tengah-tengah percakapan antara Roro Jongrang dan Dayang, tiba-tiba masuklah seorang pemuda.

Bondowoso : Rupanya masih ada orang di dalam sini.
Roro Jongrang : Siapa kau?
Dayang : Dialah Bandung Bondowoso, putri. Dia yang membunuh baginda raja.
Roro Jongrang : Kau sungguh kejam!
Bondowoso : Kau ternyata sangat cantik. Kau pantas untuk jadi permaisuriku. Maukah kau jadi permaisuriku wahai putri?
Tanpa berkata-kata Roro Jongrang langsung meninggalkan Bondowoso karena kekesalannya terhadap Bondowoso yang telah membunuh ayahnya.

 Semakin lama Bondowoso tinggal di kerajaan prambanan, ia semakin terpesona dengan kecantikan Roro Jongrang. Tapi disisi lain, Roro Jongrang masih terpukul akan peperangan yang membuat ayahnya meninggal karena terbunuh.

Dayang : Tuan putri... Apakah tuang putri masih bersedih?
Roro Jongrang : Tentu dayang. Aku benci sekali dengan Bondowoso yang telah membunuh ayahku.
Dayang  : Apakah tuan putri ingin teh hangat? Mungkin dapat sedikit menenangkan tuan putri.
Roro Jongrang : Boleh, aku mau
Dayang : Baiklah, tunggu sebentar tuan putri saya buatkan dulu tehnya

 Dayang pun pergi ke dapur istana untuk membuatkan teh. Ia mengambil cangkir, lalu ia masukan satu sendok teh serbuk daun teh. Ia mengambil air panas lalu ia tuang ke dalam cangkir yang sudah berisi serbuk daun teh. Saat sedang mengaduk teh, Bandung Bondowoso datang menghampiri Roro Jongrang.
Bondowoso : Wahai Roro Jongrang, mengapa kau hanya sendiri? Dimana dayangmu?
Roro Jongrang : Dia sedang membuatkan teh untukku.
Bondowoso : Tuan putri... kutanya sekali lagi, maukah kau menjadi permaisuriku?
Roro Jongrang : (terdiam)
Lalu datanglah sang dayang sambil membawa nampan berisi secangkir teh untu Roro Jongrang. Ia memberikan secangkir teh itu kepada Roro Jongrang.
Roro Jongrang : Dayang.. apa yang haru kulakuan? Aku sudah muak mendengar pertanyaan itu.
Dayang : Tuan putri... kalau boleh saya beri saran, sebaiknya tuan putri memberi syarat yang mustahil ia penuhi, kalau dia gagal dia tidak dapat menikahi tuan putri
Roro Jongrang : Kira-kira apa syarat yang harus saya berikan?
Dayang : Lebih baik ikuti kata hati tuan putri
Bondowoso : Bagaimana putri? Bersediakah kau menjadi permaisuriku?
Roro Jongrang : Baiklah, aku mau. Tapi ada syarat yang harus kau penuhi terlebih dahulu
Bondowoso : Syarat? Apa syaratnya tuan putri?
Roro Jongrang : Kau harus membuatkanku 1000 candi dan 2 buah sumur. Dan itu harus sudah selesai saat matahari terbit.
Bondowoso : Baik, aku terima persyaratanmu itu

 Setelah menyetujui persyaratan yang diberikan oleh Roro Jongrang, Bandung Bondowoso segera menghampiri ayahnya di ruangnya. Sang ayah memiliki kekuatan magis dan dapat memanggil jin. Bondowoso akan meminta bantuan ayahnya untuk memanggil jin-jin agar membantunya memenuhi persyaratan yang diberikan oleh Roro Jongrang.

Bondowoso : Wahai Gusti.. boleh kah saya meminta bantuanmu?
Raja Pengging : Bantuan apa anakku?
Bondowoso : Bisakah gusti memangilkan beberapa jin untukku?
Raja Pengging : Untuk apa jin-jin itu?
Bondowoso : Untuk membantuku membangun 1000 candi dan 2 buah sumur. Aku harus memenuhi persyaratan itu untuk dapat menikahi Roro Jongrang.
Raja Pengging : Baiklah.. akan kupanggilkan untukmu, anakku
Raja Pengging pun melakukan beberapa ritual dan mengucapkan beberapa patah kata untuk memanggil jin-jin.
Jin 1  : Ada apa kau memanggilku?
Bondowoso : Bisakah kau membantuku?
Jin 1  : Kau ingin aku melakukan apa?
Bondowoso : Tolong buatkan 1000 candi dan 2 buah sumur dalam waktu semalam dan harus sudah selesai saat terbitnya matahari
Jin 1  : Baiklah akan kulaksanakan!

Jin itu pun memanggil beberapa temannya lagi untuk membantunya membangun 1000 candi dan 2 buah sumur. Jin-jin itu melakukan pekerjaan dengan sangat cepat. Hingga tengah malam sudah setengah jumlah candi yang sudah selesai. Dayang yang mengetahui pembuatan candi hampir selesai segera melapor kepada Roro Jongrang.
Dayang : Tuan putri.. pembuatan 1000 candi sudah hampir selesai
Roro Jongrang : Apa? Aku harus mencegahnya untuk berhasil menyelesaikannya!
Dayang : Tenang tuan putri.. pasti ada jalan keluarnya
Roro Jongrang : Baiklah dayang, bangunkan dayang-dayang yang lain sebelum fajar. Dan suruh mereka membakar jerami dan menumbuk padi dilesung, serta taburkan bunga-bunga yang harum baunya!
Dayang  : Baik tuan putri!

Dayang pun membangunkan dayang-dayang yang lain dan menyuruh mereka membakar jerami dan menumbuk padi dilesung serta menaburkan bunga-bunga yang harum baunya, seperti diperintahkan Roro Jongrang.
Kukuruyuukk kukuruyuukk!!!
Jin 1  : Kawan! Sepertinya matahari sudah mau terbit. Lihatlah para gadis-gadis juga sudah mulai menumbuk padi dilesung. Mari kita pergi!
Jin 2  : Benar, ditambah lagi ayam sudah berkokok. Ayo semuanya kita pergi.
Para jin pun pergi meninggalkan pekerjaan mereka. Candi-candi tinggal sedikit lagi selesai dan sumur juga tinggal sedikit lagi. Roro Jongrang terlihat senang karena rencananya berhasil dan Bandung Bondowoso tidak dapat memenuhi persyaratannya. Dilain pihak, Bandung Bondowoso sangat kecewa karena tidak dapat menjadikan Roro Jongrang sebegai permaisurinya. Tetapi Bondowoso tambah kecewa dan marah setelah mengetahui rencana Roro Jongrang yang sengaja menggagalkan usahanya.

Roro Jongrang : Bagaimana? Apa permintaanku sudah terpenuhi?
Bondowoso : Wahai Roro Jongrang, mengapa kau sangat licik? Kau telah menggagalkan usahaku untuk mewujudkan 1000 candi yang tinggal kurang 1 candi lagi karena kelicikanmu dan dayang-dayangmu! Jadilah kau sebagai arca dalam candi yang ke-1000 dan dayang-dayangmu tidak akan menikah hingga mereka tua!
Akhirnya roro jonggrang pun mencadi arca menggenapi candi yang keseribu atas akibat janji yang di ucapkan dan kelicikan yang dilakukan roro jonggrang.

-TAMAT-


Naskah Drama Roro Jonggrang

    Pada zaman dahulu kala di Prambanan Jawa Tengah,berdiri dua buah kerajaan Hindu yaitu Kerajaan Pengging dan Kraton Boko. Kerajaan Pengging dipimpin oleh raja yang bijaksana yaitu Prabu Damar Moyo. Dan mempunyai seorang anak putra yang bernama Raden Bandung Bondowoso. KratonBoko berada pada wilayah kekuasaan kerajaan Pengging yangdi perintah oleh raja yang tidak berwujud manusia yaitu raja Prabu Boko yang memiliki seorang putri yang cantik jelita bernama putri Roro Jonggrang. Prabu Boko juga memiliki Patih raksasa yaitu Patih Gupolo. Prabu Boko ingin menguasai Kerajaan Pengging,maka ia dan Patih Gupolo mengumpulkan kekuatan dan mengumpulkan bekal. Setelah persiapan dirasa cukup maka berangkatlah Prabu Boko dan prajurit. Sesampainya di kerajaan Pengging .. 
Pengawal Damar Moyo: Siapa kalian? dan mengapa kalian datang kesini?
Patih Gupolo: Kami dari kerajaan Kraton Boko,kami ingin merebut kekuasaan kerajaan ini
Pengawal Damar Moyo: Ooohh TIDAK BISA! sbelum kalian menghadap raja,hadapilah kami dahulu
Prabu Damar Moyo: Apa salah kami sehingga kalian ingin merebut kekuasaan dari kerajaan ini
Patih Gupolo: sudahlah raja kita serang saja mereka!
    Terjadilah pemberontakan antara kedua kerajaan. Banyak korban berjatuhan dikedua belah pihak dan rakyat pengging menjadi menderita. mengetahui rakyatnya menderita maka dia mengutus anaknya Bandung Bondowoso untuk balas dendam kepada Prabu Boko.
Prabu Damar Moyo: Wahai anakku.. balaskanlah dendam ayah pada kerajaan Boko,karena mereka rakyat kita menjadi miskin dan kelaparan
Bandung Bondowoso; Baiklah ayah akan aku lakukan
   Maka berangkatlah Bandung Bondowoso menuju kerajaan kraton Boko, ketika di perjalanan ia bertemu dengan Patih Gupolo dan Prabu Boko
Patih Gupolo: Siapa kau? sepertinya kau bukan rakyat dari kerajaan ini
Bandung Bondowoso: Memang bukan! aku adalah Raden Bandung Bondowoso putra Prabu Damar Moyo dari kerajaan Pengging. Tujuan ku datang kesini ingin membalaskan dendam ayahku terhadap rajamu
Prabu Boko: ada apa ini? dan siapa kau?
Bandung Bondowoso: aku adalah Bandung Bondowoso aku ingin membalaskan dendam ayahku padamu karena kau telah membuat rakyat ku menjadi menderita
   Dan terjadilah perang yang sangat sengit anatara Bandung Bondowoso melawan Prabu Boko. Karena kesaktian Bandung Bondowoso prabu Boko dapat dibinasakan. Melihat rajanya tewas maka patih Gupolo melarikan diri dan Raden Bandung Bondowoso mengejar patih ke kerajaan kraton Boko. Sesampainya di kerajaan Boko..
Patih Gupolo: putrii..putrii (sambil tergesa2)
Roro Jonggrang: ada apa patih? apa yang telah terjadi?
Patih Gupolo: Ayah putri telah tewas dibunuh oleh Bandung Bondowoso

    Setelah Patih Gupolo melaporkan pada Putri Roro Jonggrang maka menangislah putri,sedih hatinya karena ayahnya tewas,dan Patih Gupolo pun pergi meninggalkan Kerajaan Kraton Boko. Sesampainya Bandung Bondowoso di Kraton Boko terkejutlah ia melihat Putri yang cantik jelita
Bandung Bondowoso: Wahai putri yang cantiksiapa namamu?
Roro Jonggrang: aku adalah putri Roro Jonggrang
Pengawal Roro: siapa kau?
Bandung bondowoso: Aku adlah Raden Bandung Bondowoso putra dari kerajaan Pengging
Pengawal Roro: Putri bukan kah dia orang telah membunuh ayahmu (sambil berbisik pada putri)
Roro Jonggrang: Benarkah?
Bandung bondowoso: Maukah kau menikah denganku?
Roro Jonggrang: tidak semudah itu kau ingin menikahiku. aku punya satu permintaan,buatkanlah aku 10 candi dalam waktu 1 malam. apakah kau sanggup?
Bandung Bondowoso: Baiklah apapun akan aku lakukan untukmu
   Bandung menyanggupi permintaan putri tersebut. Maka segerlah Raden Bandung Bondowoso memerintahkan para jin utnuk membuat kan 10 candi. Ketika mengetahui bahwa candi yang dibuat Bandung akan selesai,maka putri pun memgumpulkan para gadis
Roro Jonggrang: Wahai para gadis! buatlah keadaan agar seolaholah waktu telah pagi
Gadis 1: Dengan cara apa apa putri?
Gadis 2: Apa yang harus kami lakukan?
Roro Jonggrang;  Kalian harus menumbuk lesung padi dan membuat cahaya untuk menerangi candi.
Gadis 3&4: Baiklah putri perintah akan kami lakukan.

    Ketika para gadis menumbuk padi serta di Timur kelihatan terang dan ayam pun berkokok bergantian. Maka para jin berhenti membuat candi
Jin 1: Tuan maaf kami belum menyelesaikan 1 candi lagi karena hari sudah pagi
Semua Jin: Maafkan kami tuan kami harus pergi (meninggalkan Bandung)
Bandung Bondowoso: Mengapa para jin pergi padahal firasatku pagi belum tiba
  Tidak lama Roro Jonggrang menemui Bandung Bondowoso
Roro Jonggrang: Bagaimana? apakah kau sudah menyelesaikan 10 candi itu
   Roro pun menghitung candi dan ternyata jumlahnya hanya 9 candi,tinggal 1 candi yang belum jadi
Roro Jonggrang: Aku sudah berkata bahwa aku menginginkan 10 candi. tapi mengapa hanya 9 candi tang baru selesai?? aku tak mau menikah dengan mu
  Lalu para Gadis datang menemui putri dan Bandung Bondowoso
Bandung Bondowoso: Kau kan yang telah menyuruh para gadis menumbuk padi dan membuat cahaya agar keadaan menjadi pagi
Roro Jonggrang: Siapa para gadis itu? aku tak menyuruhnya!!
Gadis 3: kau mengenal kami putri !
Gadis 4: Dan kau juga yang menyuruh kami!
Semua Gadis: Kau telah berbohong putri!
Bandung Bondowoso: Semuanya sudah jelas,, kau memang cantik tapi hatimu tak secantik rupamu. padahal aku mencintaimu dengan setulus hatiku. terkutuklah kau putri menjadi candi yang ke 10
  Dan sampai sekarang arca patung Roro Jonggrang masih ada di candi Prambanan dan Raden Bandung Bondowoso mengutuk para gadis di sekitar Prambanan menjadi perawan kasep (tua) karena telah membantu Roro Jonggrang, dan menurut kepercayaan orang dahulu bahwa berpacaran di Candi Prambanan akan putus cinta.


NASKAH DRAMA RORO JONGGRANG


Roro Jonggrang adalah putri dari Prabu Baka dari Kerajaan Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Roro Jonggrang memiliki paras yang cantik jelita. Suatu ketika, ia dilamar oleh seorang kesatria yang bernama Bondowoso dari Kerajaan Pengging. Roro Jonggrang bersedia menerima lamaran itu, asalkan Bondowoso mampu membuatkan seribu candi dan dua buah sumur dalam waktu semalam. Mampukah Bondowoso memenuhi syarat yang diajukan oleh Roro Jonggrang tersebut? Ikuti kisahnya dalam ceritaRoro Jonggrang berikut ini!

Babak 1
Gandi           : Tolong! Tolong! Tolong
Raja Baka     : Hahaha. Akulah penguasa terkuat. Raja paling hebat di negeri ini. Patih, hancurkan dan bunuh semua orang yang ada di sini. Tidak tekecuali.
Sadur          : Baik baginda.
Gandi           : Ampun. Jangan bunuh saya. Aaaaa…. (Mati)
Raja Baka     : Mari kita pulang anakku roro jonggrang. Aku sudah menghabisi sebagian warga disini.
Jonggrang    : Baik baginda.

(Ada seorang warga yang masih hidup.)
Ganden        : Aku harus melaporkan ini kepada baginda raja pengging.

Babak 2
Srikandi      : Cikrak, kemarilah!
Cikrak         : Iya tuan permaisuri? Ada yang bisa saya bantu?
Srikandi      : Buatkan saya dan kanda teh hangat serta sarapan 4 sehat 5 sempurna buat anakku Bondowoso.
Cikrak         : Baik Tuan Permaisuri.
Genden        : Tuan Raja, Tuan Raja! (Berteriak)
Selopati       : Ada apa kamu teriak-teriak?
Ganden        : Anu Raja. . . Eeee. . . Warga desa kerajaan pengging di aniaya oleh prabu baka beserta para prajuritnya.
Selopati       : Apa? Di aniaya? Kurang ajar. Beraninya dia menganiaya rakyatku.
Ganden        : Tolong lindungilah kami Raja.
Selopati       : Baiklah, sekarang kamu bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Aku akan menyerang kerajaan prambanan.
Selopati       : Patih, tolong panggilkan saya pangeran bondowoso!
Basyir          : Kapan tuan?
Selopati       : Tahun depan setelah lebaran! Ya sekarang lah! Cepat kerjakan!
Cikrak         : (Sambil membawa minuman) Ini minumannya gusti, dan ini sarapannya.
Bondowoso   : Gusti, ada apa gerangan memanggil saya?
Selopati       : Bondowoso! Siapkan pasukanmu untuk pergi menyerang Prambanan!
Bondowoso   : Baik, Gusti! Perintah segera hamba laksanakan!
Selopati       : Kalau begitu silahkan berangkat. Hati-hati! Jika kamu butuh bantuan. Ketik REG spasi TOLONG kirim ke 1000.
Srikandi      : Eh anakku, ini sarapat buat kamu diperjalanan nanti supaya kamu menjadi kuat.
Bondowoso   :Pasti 4 sehat 5 sempuran! Trima kasih bu.

Babak 3
Keesokan harinya, berangkatlah Bondowoso bersama pasukannya ke Prambanan.
Bondowoso   : Hey prabu baka! Keluarlah kau! Mari kita bertarung. Kita tunjukkan siapa yang paling kuat diantara kita.
Sadur          : Siapa kau beraninya menantang Prabu Baka orang yang tak pernah terkalahkan diwilayah ini?
Bondowoso   : Aku adalah Bondowoso putra dari Raja Pengging.
Sadur          : Lawan dulu kami sebelum kau melawan Prabu Baka.
Bondowoso   : Baik. Prajurit Pengging, Seraaang!

Terjadilah Peperangan antara pasukan dari kerajaan pengging dan pasukan kerajaan prambanan.
Raja Baka     : Hey. Beraninya kau masuk wilayah kerajaan prambanan. Sudah bosan hidup ya?
Bondowoso   : Bukannya aku bosan hidup. Tapi aku ingin segera mengantarmu mati.
Raja Baka     : Kurang ajar. Jaga mulutmu. Kubunuh kau.
Bondowoso   : Silahkan kalau kau mampu!

Pertempuran sengit pun tak terelakkan lagi. Raja Baka tewas terkena senjata sakti Bandowoso yang bernama Bandung.
Bondowoso   : Hahaha. Akhirnya kau kalah prabu baka. (melihat patihnya) Patih, kau taka pa-apa patih. Patih! Patih!
Basyir          : Tak apa-apa tuan. Saya ketiduran. Capek banget. Cie romantisnya. Hehehe. (Disisi lain patih prabu baka melarikan diri) Ada yang lari kea rah sana Pangeran. Sambil menunjuk kearah pintu.

Babak 4
Patih prabu baka pun melaporkan semua kejadian peprangan tersebut kepada Roro Jonggrang. Dan kemudian disusul oleh bondowoso.
Jonggrang   : Dayang, bagaimana ya keadaan Ayahku?
Suri             : Kita berharap saja semoga Raja Baka memenangkan peperangan tersebut. (tiba-tiba datang patih prabu baka menghampiri putrid Roro Jonggrang)
Serit           : Benar Roro. Kita tunggu saja.
Sadur          : Permisi Tuan Putri, Saya mau lapor tentang Raja Baka.
Jonggrang   : Apa yang terjadi Patih?
Sadur          : Emm. . . Beliau. . . . . (Terdiam)
Jonggrang   : Apa yang terjadi dengan ayahku. Cepat katakana patih!
Sadur          : Prabu Baka tewas dalam peperangan melawan Pangeran Bondowoso dari kerajaan Pengging.
Jonggrang   : Tidak. . .! itu tidak mungkin. (Tiba-tiba bondowoso masuk kedalam istana)
Bondowoso   : Hey, ternyata masih ada orang didalam sini.
Jonggrang   : Siapa kau?
Sadur          : Dia adalah Bondowoso, Roro Jonggrang. Kubunuh kau Bondowoso. (Mati).
Jonggrang   : Kau sungguh Kejam!
Bondowoso   : Kau ternyata sangat cantik. Kau pantas jika menjadi permaisuriku.
Jonggrang   : (Terdiam saja dan pergi).
Bondowoso   : Hey mau kemana?

Babak 5
Setelah itu, Bandung Bondowoso pun segera menempati istana Prambanan. Pada saat hari pertama menempati istana Pramabanan, ia langsung terpesona melihat kecantikan Roro Jonggrang dan berniat untuk menjadikannya sebagai permaisuri.
Suri             : Tuan Putri. Apakah Tuan Putri masih sedih?
Jonggrang   : Tentu Dayang. Aku benci sekali dengan Bondowoso. Dia telah membunuh ayahku. Aku tak mau menjadi permaisurinya.
Serit           : Ini aku buatkan minuman teh hangat untuk tuan putri agar tuan putri tenang.
Jonggrang   : Terima kasih Dayang.
Serit           : Diminum dulu tuan putri.
Bondowoso   : Selamat pagi calon permaisuriku yang cantik. Kenapa masih murung saja?
Jonggrang   : Aku tidak apa-apa.
Bondowoso   : Wahai, putri Roro Jonggrang! Bersediakah engkau menjadi permaisuriku?
Jonggrang   : Emm bagaimana ya!
Dayang 1      : Non, non harus memberinya syarat kalau dia gagal memnuhi syarat itu.
Dayang 2     : Iya tuan putri, dengan seperti itu, Dia tidak akan pernah menikahi tuan putri lagi.
Bondowoso   : (Datang Menghampiri Roro Jonggrang) Bagaimana, apakah kau mau?
Jonggrang   : Baiklah, Bandung Bondowoso! Aku bersedia menerima lamaranmu, tapi kamu harus memenuhi satu syaratku.
Bondowoso   : Apakah syaratmu itu, Roro Jonggrang?
Jonggrang   : Syaratnya adalah kamu harus membuatkanku 1000 candi dan sebuah sumur. Dan itu harus kamu selesaikan sampai batas terbitnya matahari.
Bondowoso   : Baik, aku terima persyaratanmu! Ji walakaji kokobelok dem dem. Wahai Para Jin, datanglah, datanglah. Kug gak datang datang ya. Jin budeng kali ini para jin.
Ketua Jin     : Siaaaap Gerak! Lencang depan gerak! Tegap gerak! Istirahat di tempat gerak! Lapor, Maaf, jalannya tadi sedang macet jadi agak telat. Kami para jin siap menerima tugas. Laporan selesai.
Bondowoso   : wahai para jin. Aku perintahkan kalian untuk membuatkan 1000 candi dalam waktu semalam sampai batas waktu akhir terbutnya matahari. Apa kalian siap
Para Jin       : Siap Laksanakan.
Ketua Jin     : tak bagi dulu ya.(samba mengeluarkan kalkulator) masing-masing membuat 200 candi. Untuk sumur, urusanku. Untuk melaksanakan tugas, tanpa penghormatan. Bubar jalan. (Para jin pun bekerja membuat candi yang berjumlah 1000).
Jonggrang   : Dayang! Pembangunan seribu candi dan penggalian dua buah sumur tersebut hampir selesai. Apa yang harus kita lakukan?
Dayang 1      : Tenanglah, Gusti! Pasti ada jalan keluarnya,
Jonggrang   : Dayang! Segera bangunkan teman-temanmu! Suruh mereka membakar jerami dan menumbuk padi di lesung, serta menaburkan bunga-bunga yang harum baunya!
Dayang 2     : Baik, Gusti! (seraya bergegas ke istana membangunkan dayang-dayang lainnya).
Jin 1            : kawan, lihatlah! Matahari sudah akan terbit. Ayo kita pergi.
Ayam           : Kukuruyuk. . . Kukuruyuk. . .
Jin 2           : benar, ditambah lagi sudah ada ayam berkokok. Ayo semua kita pergi dari sini.
Bondowoso   : Teman-teman, kembalilah! Hari belum pagi. Genapkan seribu candi. Tinggal sebuah candi lagi!
Jonggrang   : Bagaimana Bandung Bondowoso? Apakah candiku sudah selesai? (sambil tersenyum.)
Bondowoso   : Licik! Wahai, Roro! Kamu telah menggagalkan usahaku untuk mewujudkan seribu candi yang kurang satu lagi dengan kelicikanmu. Jadilah kau arca dalam candi yang keseribu

Akhirnya roro jonggrang pun mencadi arca menggenapi candi yang keseribu atas akibat janji yang di ucapkan dan kelicikan yang dilakukan roro jonggrang.
Demikian cerita Roro Jonggrang dari Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Cerita di atas termasuk kategori legenda yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pesan moral yang dapat dipetik dari cerita atas adalah akibat yang ditimbulkan dari sifat curang dan licik. Sifat ini tampak pada kelicikan Roro Jonggrang dalam menggagalkan usaha Bandung Bondowoso membangun seribu candi agar tidak menikahinya. Akibatnya, ia pun dikutuk menjadi arca oleh Bandung Bondowoso.


Apakah Postingan ini Keren Bermanfaat Guys? Please Bantu Viralkan Guys!

URL:HTML:BB(forum):
Posted by SahrulParawie
WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN Updated at: 4/11/2018 05:11:00 AM

No comments :

Post a Comment