NASKAH DRAMA AIR MATA IBU

Untuk Memudahkan Pencarian Dokumen Pendidikan Gunakan Filtur Pencarian di Bawah ini

NASKAH DRAMA AIR MATA IBU



 Di sebuah kota, hiduplah seorang ibu denan kedua orang anaknya. Namun, sayangnya tidak semua anaknya menyayangi ibunya, hanya salah satu di antara mereka yang menyayangi ibunya.

Elsi                  : (Mendorong pintu dengan kuat)
Ibu                  : (Ibu terkejut)
Elsi                  : Ibu.... ibu ....
Ibu                  : Ya... apa nak ibu di dapur
Elsi                  : Sini lo bu
Ibu                  : Nanti nak, ibu lagi masak
Elsi                  : Cepet lo bu

Ibu pun pergi menghampiri anaknya
Ibu                  : Ya, ada apa nak?
Elsi                  : Lelet banget sih bu, di panggil dari tadi gak keluar-keluar
Ibu                  : Maaf nak, ibu tadi lagi masak di dapur
Elsi                  : Tapi kan kalok aku panggil langsung keluar bu
Ibu                  : Ya nak maaf, lain kali ibu akan keluar kalok dipanggil sama kamu
Elsi                  : Ya harus bu
Ibu                  : Mau apa nak, kamu tadi panggil ibu?
Elsi                  : Mana uang ibu?
Ibu                  : Uang apa nak?
Elsi                  : Ya uang lah bu, masak gak tau uang?
Ibu                  : Ibu gak punya uang nak
Elsi                  : Ada, di lemari (elsi pun pergi menuju ke kamar ibu dan membuka lemari)
                          Lalu berkata: Ini apa emangnya bukan uang?
Ibu                  : Jangan nak, ini buat modal jualan ibu
Elsi                  : Jangan apa lo bu? Jualan adja gak laku-laku
                          (lalu keluarlah halimah dari kamarnya)
Halimah          : Jangna kak, ini uang ibu (sambil menarik tangan Elsi)
Elsi                  : (Lalu Elsi dengan tega mendorong halimah, hingga terjatuh)
                          Kemudian pergi keluar membeli HP
Ibu                  : (Lalu ibu membantu halimah) dan berkata: kamu gak luka kan nak?
Halimah          : Gak kok bu, halimah gak pa.. pa..
Ibu                  : Ya udah kalok gak apa apa, kamu istirahat aja
                          (halimah pun pergi menuju kamarnya)

Keesokan harinya ketika Elsi pergi ke sekolah ia menemui teman-temannya dan memamerkan HP barunya. Lalu .....
Elsi                  : Hai Gaya
Teman-teman            : Hai..
Shinta            : Kok kamu gak kayak biasanya sih ....
Nadira            : Ia kayak nya lagi bahagia
Elsi                  : Ya donk, kan gue di beliin HP baru sama mami gue
Shinta             : Yang bener? ...
Elsi                  : Ya. Benerlah, orang mami gue adja punya perusahaan terkenal di amerika
Nadira            : Berarti kalok kamu minta apa adja dibeliin donk?
Elsi                  : Ia lihat aja besok gue akan bawa mobil yang baru
Kemudian .......
Bunyi bel pulang terdengar, mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Begitu pun dengan Elsi, Elsi pun pulang ke rumahnya. Setibanya di rumah .....
Elsi                  : Ibu... Ibu ....
Ibu                  : Ya nak ada apa?
Elsi                  : Bu beliin aku mobil hari ini juga
Ibu                  : Tapi ibu gak punya uang nak
Elsi                  : Emangnya uang jualan ibu di kemain?
Ibu                  : Jualan ibu hari ini gak ada yang beli
                          Jadinya .... (belum sempat ibu melanjutkan perkataanya, Elsi telah
  memotong pembicaraan ibunya)

Elsi                  : Bu jualan ibu gak ada yang beli kan?
Ibu                  : Ya nak, emangnya kenapa?
Elsi                  : Gimana kalok ibu ngemis aja di jalan biar dapat uang yang banyak
Ibu                  : Tapi itu pekerjaan yang dilarang Allah, nak!..
Elsi                  : Biarin dilarang Allah, yang penting dapet uang
Ibu                  : (tertunduk diam)
Elsi                  : Cepat bu, ngemis malah diam

Ibu pun pergi mengemis, padahal ibu baru saja pulang dari jualan, setianya ibu di jalan ibu pun mulai meminta-minta kepada orang
Ibu                  : Pak.... buk... minta uang, saya lapar belum makan seharian

Bapak-bapak dan ibu ibu itu pun memberikan uangnya kepada pengemis itu. Hal ini dilakukan ibu berkali-kali hingga tanpa ibu sadari ia sedang meminta kepada anaknya sendiri yang bernama halimah

Halimah          : ini bu.. tapi maaf aku hanya ada segini
Ibu                  : ya.. nak gak apa-apa
Halimah          : Bu, nama ibu siapa? (tanya halimah)
Ibu                  : Nama ibu Juminten

Halimah heran, mengapa nama ibu bisa sama dengan nama ibunya
Halimah          : (Melihat wajah ibu pengemis itu)
Ibu                  : Halimah
Halimah          : Ya ampun ini ibu kan, kenapa ibu jadi pengemis di jalan
Ibu                  : Ini permintaan kakakmu nak
Halimah          : Emangnya kakak mau beli apa lagi bu?
Ibu                  : Kakak mu Elsi ingin membeli mobil yang baru nak
Halimah          : Mobil Bu? (dengan wajah kaget)
Ibu                  : Iya nak
Halimah          : Ayo bu kita pulang, aku mau bicara dengan kakak
Ibu                  : Jangan nak, nanti kakakmu marah
Halimah          : Tapi kan bu....
Ibu                  : Gak pa pa nak, ibu ikhlas melakukan ini asalkan kakakmu bahagia
Halimah          : Ya udah kalau itu mau ibu, aku bantuan ibu aja mengemis di jalan
Ibu                  : Tapi kan, kamu masih capek nak
Halimah          : Capek itu bukan alasan bu, yang penting aku mengemis bersama-sama
  dengan ibu


Mereka pun pergi mengemis bersama. Tak terasa hari mulai sore, mereka pun pulang sesampainya di rumah
Halimah          : Assalamu’alaikum
Elsi                  : (Membuka pintu) akhirnya pulang juga?
Ibu                  : Ini nak, uang untuk kamu beli mobil baru
Halimah          : Kak, jawab salam dulu kak, nanti kalik gak dijawab dosa
Elsi                  : Gak usah ngatur hidup ku (lalu pergi membeli mobil)

Keesokan harinya Elsi pergi ke sekolah dengan membawa mobil barunya dan ia menemui teman-temannya
Elsi                  : Hai gaya
Teman             : Hai..
Nadira                        : Mana janjimu katanya mau beli mobil baru?
Shinta            : Ya Els, mana janjimu?
Nadira                        : Ayo kita liat
Elsi                  : Ayo ..
Nadira                        : Shin, kamu ikuat gak?
Shinta            : ya ikut lah

Mereka pun pergi ke arah parkiran, namun baru bebera langkah mereka dipanggil oleh ibu Airin
Ibu airin         : He.. kalian bertiga mau kemana?
Shinta            : Mau ke sana bu
Ibu Airin        : Ke sana mana?
Nadira            : Ke Parkiran bu
Ibu Airin        : Mau ngapain kesana?
Elsi                  : Gak apa apa bu
Ibu Airin        : Cepet masuk kelas
Elsi                  : Tapi bu...
Ibu Airin        : Cepat!... (sambil membentak)
Elsi                  : Iya bu

Mereka bertiga pergi masuk kelas. Namun baru beberapa langkah mereka dimarahi lagi oleh OG
OG                   : Hei kalian bertiga punya mata enggak udah di pel masih adja di injak?
Elsi                  : Cerewet banget sih, tinggal di pel adja lo
OG                   : Emangnya kamu kira gak capek apa ngepel terus?
Mereka langsung pergi meninggalkan tempat tersebut

Ke esokan harinya, Elsi menyuruh ibunya untuk pergi mengemis lagi. Ibu pun pergi mengemis setibanya di jalan, ibu mengemis lagi.
Ibu                  : Pak... bu... minta uang?
                         (Ibu itu pun memberi uangnya)
Ibu                  : (Menangis meratapi tingkah laku Elsi yang tega kepadanya) dan berkata
                          Ya Allah apakah ini salah ku atau ini takdir untuk ku?

Tiba-tiba datanglah seorang anak perempuan, yaitu nadira dan Shinta
Nadira                        : Bu... ibu kenapa?
Ibu                  : Ibu... gak apa apa
Shinta             : Ibu mengapa di pinggir jalan sendirian?
Ibu                  : Ibu lagi bekerja
Nadira                        : Bekerja apa bu?
Shinta             : Kenapa, Ibu mengemis?
Ibu                  : Ibu terpaksa nak, ini demi kebahagiaan anakku
Nadira            : Boleh aku tau, siapa nama anak ibu?
Ibu                  : Namanya Elsi, nak
Shinta             : Elsi bu... (dengan wajah kebingungan)
Ibu                  : Kenapa kamu kaget?
Shinta             : Gak ada apa apa kok bu
Nadria                        : Anak ibu sekolahnya dimana (tanya nadira)
Ibu                  : Anak ibu sekolah di Universitas Harapan Bangsa
Shinta            : Iya bu (dengan kebingungan)
Ibu                  : Ada apa nak, kenapa kok kalian terlihat bingung?
Nadira            : Berarti selama ini Elsi berbohong sama kami
Ibu                  : Berbohong apa nak? (wajah ibu yang kebingungan)
Nadira            : Elsi berkata kepada kami bahwa dia adalah seorang anak pengusaha, dan
dia juga berkata kepada kami bahwa maminya mempunyai perusahaan terkenal di amerika
Ibu                  : Yang beneran nak? (merasa tak percaya)
Shinta            : Ibu yang sabar aja ya

Keesokan harinya Nadira dan Shinta pergi ke Kampus mereka langsung pergi ke arah mading dan menulis tingkah laku Elsi kepada ibunya. Dan teman-temannya pun menghampiri Nadira dan Shinta, kemudian Elsipun datang dan menyapa teman-temannya Tetapi teman-temanya justru menyoraki Elsi
Teman-teman            : hu......uuu.....!
Ibu Airin        : Ada apa ini ribut-ribut? Kalin pikir ini pasar
Nadira            : Liat ini bu...
Ibu Airin        : (Membaca mading)
                          Ya ampun Elsi, kamu tega berbuat seperti itu kepada ibumu,
                          Dimana hati nurani mu Elsi...
Elsi                  : Tidak bu, itu fitnah
Ibu Airin        : Sudah-sudah sekarang semuanya bubar kecuali kamu Elsi, kamu ikut Ibu
  ke ruang saya
elsi                  : (Elsi pun pergi ke ruangan Ibu Airin)

Sesampainya di runagan Ibu Airin, Elsi pun dimarahi dengan Ibu Airin agar dia tidak berbuat seperti itu lagi, Setelah itu Elsi disuruh pulang untuk meminta maaf kepada ibunya. Ujar Ibu Airin
Setibanya di rumah Elsi membuka pintu dengan keadaan marah dan menemui ibunya

Elsi                  : Apa sih maksud ibu bilang-bilang kalok aku ini anak ibu?
Ibu                  : Ada apa nak kok pulang – pulang gak ngucap salam tiba – tiba kamu
  marah-marah sama ibu
Elsi                  : Jangan pura-pura lagi bu, aku tu udah tau kalok ibu itu cerita sama
                          Teman-teman ku, kalok aku anak orang miskin
  (Dengan membentak ibunya)
Ibu                  : Maafkan ibu nak
Elsi                  : Sudah terlambat bu..
  (Tiba-tiba Elsi mendorong sang ibu hingga terjatuh Dan pingsan)
Ibu                  : elsi tolong ibu nak
Elsi                  : Ibu... Ibu kenapa?
Ibu                  : Tolong ibu kepala ibu sakit
Elsi                  : Halimah... halimah ....
Halimah          : Ada apa kak dengan ibu?
Elsi                  : Gak tau dek tiba-tiba ibu pingsan,
  halimah pun menghampiri ibu yang telah pingsan
Halimah          : Kenapa ibu bisa pingsan kak?
Elsi                  : Tadi kakak gak sengaja mendorong ibu
Halimah          : Memeluk ibunya dan kemudian ia memanggik dokter

Tak lama kemudian dokter pun datang
Dokter            : Ting.... nung
Halimah          : (membuka pintu) dan berkata: silahkan masuk bu Dokter
Dokter            : Ya terima kasih, dimana ibumu
Halimah          : di kamar ibu Dokter
Dokter            : (pergi ke kamar ibu) dan bertemu dengan Elsi yang mendampingi Ibunya
Elsi                  : Silahkan bu

Dokter memeriksa ibu dan kemudian berkata
Dokter            : Maafkan saya, saya harus berkata jujur kepada anda
Elsi                  : Kenapa dengan ibu dok?
Dokter            : Ibumu sudah meninggal
Elsi                  : Gak mungkin dok (elsi menangis kemudian memanggil halimah)
Halimah          : Kenapa dengan ibu kak? Ayo jawab kak!
Elsi                  : Maafkan kakak dek, ibu telah tiada
Halimah          : Gak mungkin kak (sambil menangis)
Dokter            : Sebaiknya ibu mu cepat dimakamkan
Elsi                  : Tapi dok....
Halimah          : Ikhlasin aja kak, jangan di tangisin terus
                          Kasian ibu, agar arwah ibu tenang lebih baik kita do’akan saja ibu
                          Agar diterima disisi Allah



HIKMAH

Jadi hikmah yang dapat kita ambil dari drama ini adalah selalu menyayangi orang tua dan menghormatinya, selagi masih hidup di dunia dan do’akanlah mereka ketika telah tiada disisi kita

Apakah Postingan ini Keren Bermanfaat Guys? Please Bantu Viralkan Guys!

URL:HTML:BB(forum):
Posted by SahrulParawie
WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN Updated at: 4/11/2018 05:06:00 AM

No comments :

Post a Comment