MAKALAH TEKHNOLOGI (ALAT-ALAT) LISTRIK

Untuk Memudahkan Pencarian Dokumen Pendidikan Gunakan Filtur Pencarian di Bawah ini

MAKALAH TEKHNOLOGI (ALAT-ALAT) LISTRIK

KATA PENGANTAR


      Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-Nyalah sehingga saya dapat  menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul “ALAT-ALAT LISTRIK” dengan tepat waktu.
Materi dalam penulisan makalah ini saya ambil dari berbagai sumber, saya juga ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini.  Semoga materi didalam makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membaca  terutama bagi diri pribadi.
Saya menyadari bahwa didalam makalah ini masih banyak terdapat kesalahan, maka dari itu saya selaku penulis mengharapkan adanya kritik yang membangun guna penyempurnaan pada pembuatan makalah selaannjutnya.

Rebang Tangkas,  November 2016

Penulis









DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI 

BAB I PENDAHULUAN

BAB II ALAT ALAT LISTRIK
      A.    Jenis-Jenis Saklar 
      B.     Jenis-Jenis Lampu 
      C.     Tespen  
      D.    Kotak Sambung (T.DOS) 
      E.     Alat Ukur 
      F.      Jenis-Jenis Kabel yang Sering Digunakan 

BAB III PENUTUP




  




BAB I
PENDAHULUAN

Dengan makin rumitnya konstruksi dan makin meningkatnya jumlah dan jenis barang yang dihasilkan, standarisasi menjadi suatu keharusan.Standarisasi juga mengurangi pekerjaan tangan maupun pekerjaan otak. Dengan tercapainya standarisasi, mesin-mesin dn alat-alat dapat dipergunakan secara lebih baik dan lebih efisien, sehingga dapat menurunkan harga pokok dan meningkatkan mutu.
Standarisasi membatasi jumlah jenis bahan dan barang, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan.
Peraturan umum untuk instalasi cahaya dan tenaga.
1.            Semua alat hubung dan perlangkapan pembagi pesawat listrik, motor listrik, hantaran dari alat-alat harus memenuhi peraturan dan pemeriksaan yang berlaku untuk itu.
2.             Hal tersebut di atas tidak berlaku untuk tegangan yang lebih dari pada yang ditetapkan.
3.     Tegangan untuk instalasi penerangan arus bolak-balik tidak boleh lebih tinggi dari 300 volt terhadap tanah.
4.        Instalasi harus terdiri dari paling sedikit dua golongan. Terkecuali jika instalasi tersebut tidak lebih dari 6 titik hubung. Tiap golongan tidak lebih dari 12 titik hubung, untuk pemasangan yang baru tidak lebih dari 10 titik. Ketentuan di atas tidak berlaku untuk penerangan reklame, pesta dan yang bersifat istimewa seperti pada toko.
5.             Setiap golongan penerangan, pembagian arusnya harus sama rata pada bagian fasenya.
Peraturan umum untuk instalasi cahaya dan tenaga.
1.            Semua alat hubung dan perlangkapan pembagi pesawat listrik, motor listrik, hantaran dari alat-alat harus memenuhi peraturan dan pemeriksaan yang berlaku untuk itu.
2.            Hal tersebut di atas tidak berlaku untuk tegangan yang lebih dari pada yang ditetapkan.
3.            Tegangan untuk instalasi penerangan arus bolak-balik tidak boleh lebih tinggi dari 300 volt terhadap tanah.
4.            Instalasi harus terdiri dari paling sedikit dua golongan. Terkecuali jika instalasi tersebut tidak lebih dari 6 titik hubung. Tiap golongan tidak lebih dari 12 titik hubung, untuk pemasangan yang baru tidak lebih dari 10 titik. Ketentuan di atas tidak berlaku untuk penerangan reklame, pesta dan yang bersifat istimewa seperti pada toko.
5.            Setiap golongan penerangan, pembagian arusnya harus sama rata pada bagian fasenya.




BAB II
ALAT – ALAT LISTRIK

A.    Jenis-Jenis Saklar
1.      Saklar tunggal
Hasil gambar untuk Saklar tunggal
Adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai pemutus dan penyambung arus listrik dari sumber arus ke beban listrik pada rangkaian listrik tertutup. Berbagai jenis saklar tersedia sesuai dengan fungsi, jenis dan cara pemasangannya. Salah satunya adalah saklar tunggal yang digunakan untuk menghidupkan dan mematikan satu buah atau satu kelompok beban listrik. Dalam hal ini adalah beban penerangan atau lampu listrik. Saklar tunggal memiliki dua titik kontak. Masing-masing titik kontak dihubungkan ke saluran fasa dan saluran masukan beban.

2.       Saklar tukar
Hasil gambar untuk Saklar Saklar tukar
Saklar tukar adalah saklar yang yang dapat digunakan untuk menghidupkan dan mematikan lampu dari tempat yang berbeda. Instalasi saklar tukar adalah penggunaan dua buah saklar untuk meyalakan dan menghidupkan satu buah lampu dengan cara bergantian. Rangkaian instalasi penerangan yang menggunakan saklar tukar banyak dijumpai di hotel-hotel atau di rumah penginapan maupun di lorong-lorong yang panjang. Sehingga saklar tukar ini dikenal juga sebagai saklar hotel maupun saklar lorong. Tujuan dari penggunaan ini ialah untuk efisiensi waktu dan tenaga karena penggunaan saklar ini sangat praktis.

3.      Saklar  Seri
Hasil gambar untuk Saklar  Seri
Saklar seri adalah sakelar yang berfungsi untuk mengontrol atau mengendalikan dua buah kelompok lampu secara bergantian.  Saklar mempunyai banyak jenis dan tipe yang mempunyai berbagai fungsi. Akan tetapi pada pembahasan disini kita hanya membahas tentang saklar yang merupakan komponen pada instalasi listrik yang berfungsi untuk menyambung dan/atau memutuskan aliran arus listrik kebeban (dalam hal ini lampu penerangan).

4.      Stop kontak
Hasil gambar untuk Stop kontak
Atau disebut juga kotak kontak listrik merupakan kotak tempat sumber arus listrik yang siap pakai. Ada juga sebagian orang mengatakan stop kontak adalah outlet yaitu merupakan komponen listrik yang berfungsi sebagi muara hubungan antara alat listrik dengan aliran listrik. Agar alat listrik terhubung dengan stop kontak, maka diperlukan kabel dan steker atau colokan yang nantinya akan ditancapkan pada stop kontak. Di lihat dari bentuknya stop kontak dibedakan menjadi tiga yaitu :
·     stop kontak biasa,
·     stop kontak dengan hubungan tanah dan
·     stop kontak tahan air.
Sedangkan jika dilihat dari cara pemasangannya stop kontak dibedakan menjadi dua :
·     stop kontak yang ditanam dalam dinding dan
·     stop kontak yang ditanam di permukaan dinding.
Dilihat dari bentuk serta fungsinya stop kontak dibedakan menjadi dua macam yaitu :
·   Stop kontak kecil >stop kontak dengan dua lubang (kanal) fungsinya adalah sebagai penyalur listrik dengan daya rendah ke alat-alat listrik melalui steker yang juga berjenis kecil.
·    Stop kontak besar > stop kontak dengan dua kanal AC yang dilengkapi dengan lempeng logam pada sisi atas dan bawah kanal AC fungsinya sebagai ground. Sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk daya yang lebih besar.
Jika dilihat berdasarkan tempat pemasangannya stop kontak dibedakanmenjadi dua yaitu:
·      Stop kontak in bow > stop kontak yang ditanam dalam dinding atau tembok.
·   Stop kontak out bow > stop kontak yang ditanam diluar tembok atau hanya diletakkan dipermukaan tembok pada saat berfungsi sebagai stop kontak portable.


B.     Jenis-Jenis Lampu
Dengan lampu disebut juga penerangan buatan, lampu menjadi elemen yang sangat vital untuk penerangan malam hari karena kemudahan memakai lampu dibandingkan sumber cahaya lain seperti cempluk (lampu minyak), obor, atau penerangan lain. Berbagai jenis lampu tersedia di pasaran dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Memilih jenis lampu hemat energi, misalnya, akan mempengaruhi keawetan (lama waktu kita memakai lampu tersebut) serta biaya listrik operasional yang dibutuhkannya. Apa saja jenis lampu dan kelebihan serta kekurangannya?
1.      Lampu Pijar (biasa)
Hasil gambar untuk Lampu Pijar (biasa)
Jenis lampu yang dikembangkan Thomas Alfa Edison ini memakai filamen tungsten yaitu semacam kawat pijar didalam bola kaca yang diisi gas nitrogen, argon, kripton, hidrogen dan sebagainya. Lampu ini membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan lampu TL untuk mendapatkan tingkat terang yang sama. Lampu pijar atau bohlam biasa ini hanya bertahan 1000 jam atau untuk rata-rata pemakaian 10 jam sehari semalam, hanya bertahan kira-kira 3 - 4 bulan, dan setelah itu kita harus membeli bohlam baru.
Banyak orang menyukai menggunakan lampu pijar karena warna yang ditimbulkannya. Warna kuning lampu pijar terasa hangat. Namun yang membeli lampu pijar karena harganya yang relatif murah juga tidak sedikit. Sebaiknya kita memperhatikan bahwa lampu pijar memang murah, namun hanya bertahan 3-4 bulanan saja. Warna cahaya lampu pijar adalah kuning derajat suhu warna 2'500 - 2'700 K (Kelvin).

2.      Lampu TL (Fluorescent)
Hasil gambar untuk Lampu TL (Fluorescent)
Lampu TL saat ini juga banyak memiliki varian dan bentuk seperti diatas dengan fitting ulir yang biasa dipakai untuk lampu bohlam biasa.
Jenis lampu ini juga dikenal dengan lampu neon. Dewasa ini lampu neon bentuknya macam-macam, ada yang bentuknya memanjang biasa, bentuk spiral atau tornado, dan ada juga yang bentuk memanjang vertikal dengan fitting (bentuk pemasangan ke kap lampu) yang mirip seperti lampu pijar biasa. Lampu TL lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar, karena lebih terang. Untuk lampu TL yang baik (merk bagus), bisa bertahan 15.000 jam atau setara dengan 10 tahun pemakaian, harganya juga sekitar 10x lampu pijar biasa. Sedangkan lampu TL yang berkualitas buruk mungkin bisa bertahan 4-6 bulan saja (dewasa ini banyak bermunculan merk lampu 'hemat energi' yang murah, namun kualitasnya rendah).
Lampu TL yang banyak digunakan sejak dulu dengan fitting khusus untuk lampu TL yang panjang.
Dengan jumlah watt (energi listrik) yang lebih kecil, lampu TL atau neon lebih murah digunakan daripada membeli lampu pijar biasa, dan saat ini jenis lampu TL juga bervariasi baik bentuk, fitting pemasangan, serta warna cahayanya ada yang putih, kuning, dan warna lainnya. Dengan keseimbangan antara harga dan lama pemakaian, lampu TL banyak digunakan untuk penerangan toko, mall, serta tempat-tempat lain yang membutuhkan cahaya terang dan lebih hemat energi.

Warna cahaya lampu pijar adalah:
kuning (2'700 K - 3'000 K)
netral (3'500 K - 4'500 K)
putih (5'500 K - 6'500 K)

3.      Lampu Halogen
Hasil gambar untuk Lampu Halogen
Lampu jenis ini merupakan lampu spot yang baik. Lampu spot adalah lampu yang cahayanya mengarah ke satu area saja, misalnya lampu untuk menerangi benda seni secara terfokus. Lampu ini baik untuk digunakan sebagai penerangan taman untuk membuat kesan dramatis dari pencahayaan terpusat seperti menerangi patung, tanaman, kolam atau area lainnya. Jenis lampu ini sebenarnya merupakan lampu filamen yang sudah berhasil dikembangkan menjadi lebih terang, namun juga kebutuhan energi (watt) yang relatif sama.
Warna cahaya lampu halogen adalah:
·         halogen biasa: kuning 3'000 K
·         halogen high pressure: putih 6'000 K

4.      Lampu LED
Hasil gambar untuk Lampu LED
Satu varian bentuk lampu LED, dimana bentuk lampu LED yang menggantikan bohlam bisa bermacam-macam. Yang pasti adalah lampu LED merupakan lampu berisi kumpulan LED kecil dengan warna putih atau kuning.
Lampu ini merupakan sirkuit semikonduktor yang memancarkan cahaya ketika dialiri listrik. Sifatnya berbeda dengan filamen yang harus dipijarkan (dibakar) atau lampu TL yang merupakan pijaran partikel. Lampu LED memancarkan cahaya lewat aliran listrik yang relatif tidak menghasilkan banyak panas. Karena itu lampu LED terasa dingin dipakai karena tidak menambah panas ruangan seperti lampu pijar. Lampu LED juga memiliki warna sinar yang beragam, yaitu putih, kuning, dan warna-warna lainnya.
Lampu LED merupakan lampu paling hemat energi diantara jenis lampu lainnya, meskipun harganya relatif mahal. Saat artikel ini dibuat, lampu LED 4 watt kualitas bagus yang setara dengan lampu pijar 25 watt, harganya masih sekitar Rp140an ribu. Meskipun demikian, lampu LED disarankan bagi Anda yang memperhatikan bahwa energi (watt) yang dipakai sangat kecil sehingga menggunakan lampu LED sama dengan menghemat listrik hingga 1/5 dari biasanya. Lampu LED juga bisa bertahan sangat lama hingga 20an tahun. Bila dibandingkan dengan menggunakan lampu pijar, maka dalam 20 tahun harus membeli  atau mengganti sekitar 60an lampu pijar. Dengan asumsi harga lampu pijar biasa adalah Rp6.000,-, maka biaya yang harus dikeluarkan dengan menggunakan lampu pijar biasa adalah Rp360.000,- tentunya lebih menarik untuk menggunakan lampu LED. Adapun saat ini, terdapat juga lampu LED sekitar 3 watt setara bohlam 20an watt 'made in China' yang murah meriah seharga sekitar Rp 30an ribu, namun jangka keawetannya belum dijamin dengan baik.
Warna cahaya lampu LED banyak meliputi semua warna, bisa merah, putih, hijau, biru, kuning, dan sebagainya.


C.     Tespen
Hasil gambar untuk Tespen
Tespen adalah alat yang di gunakan untuk mengecek atau pun mengetahui ada tidaknya suatu tegangan listrik. Rangkaian Tespen berbentuk obeng yang memiliki mata minus (-) berukuran kecil pada bagian ujungnya. Tespen juga memiliki jepitan seperti pulpen sebelumnya dan di dalamnya terdapat led yang dapat menyala sebagai indikator tegangan listrik. Tespen memiliki banyak fungsi yaitu membuka skrub dari komponen alat listrik dan yang paling heboh saat ini adalah sangat membantu penderita kanker. Bila penderita sudah yakin bahwa penyakitnya tidak bisa di sembuhkan, maka dengan tespen bisa langsung di tancapkan ke dada dengan menembus jantung si penderita. Dengan cara itu penyakit yang di rasakan penderita tidak akan terasa lagi.
Rangkaian tespen sangat di butuhkan manakala jika listrik di rumah kita mati. Gangguan pada instalasi listrik harus segera di perbaiki, sehingga dengan tespen kita bisa mengetahui adanya aliran listrik dalam jalur PLN di rumah atau tempat tinggal anda. Anda juga harus menggunakan alat alat ukur multitester atau suatu alat yang di sebut tespen.

Tespen juga di kategorikan alat untuk mengetahui ada tidaknya suatu benda, mesin dan sebuah rangakain listrik akan ada daya listrik atau tidak. Di dalam tespen ada komponen berupa mata obeng, peer dan lampu induktor. Apabila lampu induktor yang terdapat di dalam tespen menyala berarti ada listrik dalam benda yang kita tes. Di zaman terdahulu orang banyak menggunakan lampu yang di hubungkan dengan dua buah kabel sebagai pengganti tespen.

Sekarang kita akan membuat rangkaian tespen dengan harga yang murah, hanya dengan memanfaatkan sebuah pulpen yang sudah bekas dan sebuah lampu induktor yang bisa anda dapatkan dengan harga murah. Di bawah ini kami tampilkan skema gambar tespen yang akan kita buat :
Dari skema rangkaian tespen di atas, ujung dari kawat lampu neon kita hubungkan dengan ujung penutup pulpen yang di buat dari logam. Lalu ujung yang satunya lagi di hubungkan dengan salah satu ujung resistor, kemudian ujung yang kedua dari resistor di hubungkan dengan isi bekas pulpen yang terbuat dari kuningan. Jika kita menggunakan pulpen yang masih baru, kita akan mendapatkan dua fungsi, yaitu selain untuk menulis juga bisa di gunakan untuk untuk melihat adanya aliran listrik.

D.    Kotak Sambung (T.DOS)
Kotak sambung pada instalasi penerangan berguna untuk:
Sebagai tempat penyambung/ pemeriksa kabel instalasi untuk alat hubung pemakai/ bebas dari penarikan - penarikan kabel ke instalasi selanjutnya.
Sebagai tempat pemeriksaan kabel instalasi.

JENIS -JENIS KOTAK SAMBUNG
Kotak sambungan yang banyak digunakan alam pemasangan instalasi adalah:
Kotak sambungan 2 cabang  tanpa ulir/sekrup digunakan sebagai tempat penyambungan hantaran dan pemeriksaan kabel instalasi.
Pada pasaran terdapat be rmacam ukuran yaitu: 5/8”, 3/4”, 1” 1 1/4”, 1 1/2” dan 2”.
Hasil gambar untuk KOTAK SAMBUNG 2 CABANG
Kotak sambungan 3 cabang tanpa ulir sekrup digunakan untuk tempat penyambungan hantaran mendatar, turun dan naik. Dan pada pasaran terdapat ukuran 5/8”, 3/4”, 1”, 1 1/4”, dan 1 1/2”.
  Hasil gambar untuk KOTAK SAMBUNG 2 CABANG
Kotak sambug 4 cabang tanpa ulir sekrup digunakan untuk tempat     penyambungan hantaran mendatar, turun dan naik. Dan pada pasaran terdapat ukuran 5/8”, 3/4”, 1”, 1 1/4”, dan 1 ½”.
Hasil gambar untuk KOTAK SAMBUNG 2 CABANG
lasdop digunakan pada sambung dan untuk mencegah adanya hubungan dan untuk mencegah adanya hubungan singkat (korslet).
Oleh karena itu semua sambungan kabel yang terdapat di dalam kotak sambung (T. dos)  harus ditutup dengan lasdop.
  Hasil gambar untuk lasdop
Tule digunakan pada ujung pipa, dan berguna untuk mencegah terjadinya kerusakan isolasi disaat penarikan/pemasangan kabel instalasi sementara dilaksanakan. Tuls memiliki ukuran antara lain: 3/4”, 1”, 1 1/2”, 5/8”, dan 2”


E.     Alat Ukur
1)      Tester Listrik Mulifungsi
Hasil gambar untuk Tester
Sekilas bentuk alat tester listrik ini seperti tang pencabut paku. Pada salah satu ujung tester, terdapat capit. Fungsinya sebagai pendeteksi adanya aliran listrik. Cukup buka capit dan lingkarkan pada kabel. Hasil pengukuran pun akan muncul pada layar.
Macam pengukuran dapat dipilih melalui tombol putar. Dari tegangan listrik hambatan Listrik (Ohm), kapasitor, hingga arus listrik (maksimum 40A, 400A,1000A).
Tak hanya melulu mengenai listrik, tester ini juga mampu mengukur temperatur. Butuh kabel bantu yang dimasukan kedalam soket pada sisi bawah tester. Kemudian Ujung kabel lainnya sebagi pendeteksi suhu.
2)      Multitester Analog/Digital 
Hasil gambar untuk MULTITESTER
     Multimeter adalah alat untuk mngukur listrik yang sering dikenal sebagai VOAM (VolT, Ohm, Ampere meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amper-meter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.
·         Steker atau Staker atau yang kadang sering disebut colokan listrik, karena memang berupa dua buah colokan berbahan logam dan merupakan alat listrik yang yang berfungsi untuk menghubungkan alat listrik dengan aliran listrik, ditancapkan pada kanal stop kontak sehingga alat listrik tersebut dapat digunakan.

Hasil gambar untuk Steker atau Staker
·         Bargainser merupakan alat yang berfungsi sebagai pembatas daya listrik yang masuk ke rumah tinggal, sekaligus juga berfungsi sebagai pengukur jumlah daya listrik yang digunakan rumah tinggal tersebut (dalam satuan kWh). Ada berbagai batasan daya yang dikeluarkan oleh PLN untuk konsumsi rumah tinggal, yaitu 220 VA, 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA.
Hasil gambar untuk Bargainser
·    MCB atau Miniature Circuit Breaker, berfungsi untuk memutuskan aliran daya listrik secara otomatis jika daya yang dihantarkan melebihi nilai batasannya. MCB ini bersifat on/off dan dapat juga berfungsi sebagai sakelar utama dalam rumah. Jika MCB bargainser ini dalam kondisi off, maka seluruh aliran listrik dalam rumah pun terhenti. Sakelar ini biasanya dimatikan pada saat akan dilakukan perbaikan instalasi listrik dirumah.
Hasil gambar untuk MCB atau Miniature Circuit Breaker,
·      Meter listrik atau kWh meter, alat ini berfungsi untuk mengukur besaran daya yang digunakan oleh rumah tinggal tersebut dalam satuan kWh (kilowatt hour). Pada bargainser, meter listrik berwujud deretan angka secara analog ataupun digital yang akan beruba  h sesuai penggunaan daya listrik.   
Hasil gambar untuk Meter listrik atau kWh

·     Spin Control, merupakan alat kontrol penggunaan daya dalam rumah tinggal dan akan selalu berputar selama ada daya listrik yang digunakan. Perputaran spin control ini akan semakain cepat jika daya listrik yang digunakan semakin besar, dan akan melambat jika daya listrik yang digunakan berkurang/sedikit.
 Hasil gambar untuk Spin Control LISTRIK

·   Pengaman lebur biasa atau biasa disebut sekering, alat pengaman ini bekerja memutuskan rangkaian listrik dengan cara meleburkan kawat yang ditempatkan pada suatu tabung apabila kawat tersebut dialairi arus listrik dengan ukuran tertentu. 
Hasil gambar untuk Pengaman lebur


F.      Jenis-Jenis Kabel yang Sering Digunakan
1.      KABEL N.Y.A
Hasil gambar untuk KABEL N.Y.A
Biasanya digunakan untuk instalasi rumah dan sistem tenaga. Dalam instalasi rumah digunakan ukuran 1,5 mm2 dan 2,5 mm2. Berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, dan sering digunakan untuk instalasi kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan hitam. Kabel tipe ini umum dipergunakan di perumahan karena harganya yang relatif murah. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air dan mudah digigit tikus.
Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel harus dipasang dalam pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup. Sehingga tidak mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas tidak tersentuh langsung oleh orang.

2.      KABEL N.Y.M
 
Hasil gambar untuk KABEL N.Y.M
 Digunakan untuk kabel instalasi listrik rumah atau gedung dan sistem tenaga. Kabel NYM berinti lebih dari 1, memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam.

3.      KABEL N.Y.Y
 
Hasil gambar untuk KABEL N.Y.Y

Memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna hitam), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYY dipergunakan untuk instalasi tertanam (kabel tanah), dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus.


4.      Coaxial (Kabel Coaxial)
      Coaxial (Kabel Coaxial) adalah kabel tembaga yang diselimuti oleh beberapa pelindung (pelindung luar, pelindung anyaman tembaga, dan isolator pelasting), dimana pelindung-pelindung tersebut memiliki fungsi sebagai berikut :
Pelindung luar; ini adalah bagian dari pelindung yang keras. Pelindung luar ini digunakana untuk melindungi kabel coaxial dari benturan phisik yang keras dan juga untuk melindungi dari gangguan hewan-hewan pengerat (sehingga bahannya biasanya dibuat dari bahan yang tidak disukai oleh hewan pengerat seperti tikus).
Pelindung berupa anyaman serat tembaga; untuk melindungi kabel dari EMI (ElectroMagnetic Interference) yang dihasilkan oleh kabel-kabel yang berada di sekitarnya, sehingga dapat menghasilkan kecepatan transmisi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kabel twisted-pair (yang sangat rentan terhadap interfensi dari luar kabel).
Isolator pelastik; untuk membantu menfilter sinyal-sinyal interferensi dari luar kabel sehingga inti kabel dapat dibuat bebas dari sinyal interferensi dari luar
Gambar di bawah ini menunjukan gambar penampang kable coaxial secara umum.


Hasil gambar untuk Coaxial (Kabel Coaxial)

kabel coaxial
Pada pertengahan tahun 1920-an, kabel coaxial mulai digunakan, pada saat itu digunakan pada jaringan telepon sebagai media trasmisi trunk antar sentral telepon. Penggunaan kable coaxial yang significant berikutnya yaitu pada tahun 1950-an, dimana kabel coaxial digunakan sebagai kabel bawah laut untuk keperluan sambunganlangsung internasional.  Kemudian pada tahun 1960-1n, kabel coaxial digunakan dalam dunia data-processing.
Data di bawah ini menunjukan kejeadian-kejadianpenting trekait dengan perkembangan kable coaxial di dunia.
1880 : kabel coaxial dipatenkan di Inggris oleh Oliver Heaviside (hak paten no.1,407).
1884 : Kable coaxial dipatenkan di Jerman oleh Ernst Werner von Siemens.
1894: Oliver Lodge mendemonstrasikan pentransmisian sinyal di Royal Institut, US.
1929 : Kabel coaxial modern yang pertama dipatenkan oleh Lloyd Espenschied dan Herman Affel   di US.
1936 : Pentransmisian sinyal gambar TV dengan menggunakan coaxial pertama kali dilakukan, dari Berlin ke Leipzig.
1936 : Kabel coaxial bawah laut pertama dibangun antara Melbourne dan Tasmania dengan jarak sekitar 300 km, dimana satu kabel dapat mentransmisikan 1 kanal broadcast dan 7 kanal telepon.
1936 : AT&T menggelar jaringan kabel coaxial untuk telepon dan televisi antara New York dan Philadelphia, dimana ditempatkan sebuah booster otomatis setiap 10 mil-nya.
·           1936 : Badan Post (sekarang menjadi British Telecom) menggelar kabel coaxial antara London dan Birmingham.
·     1941 : Kabel coaxial digunakan pertama kali secara komersial di Amerika oleh AT&T yang menghubungkan Minneapolis dan Wisconsin.
·           1956 : Kabel coaxial trans-Atlantic pertama digelar.
Kabel coaxial menghasilkan spectrum frekwensi yang lebih besar bila dibandingkan dengan kable twisted-pair. Kabel coaxial jaringan TV yang biasa dapat mensupport frekwensi 370 MHz. Sedangkan kabel coaxial terbaru yang sudah dikembangkan lebih baik seperti Hybrid Fiber Coax (HFC) dapat mensupport system dengan  frekwensi 750 MHz atau 1.0000 MHZ.
     Dari segi kapasitas, kabel coaxial dapat menghasilkan kapasitas 370-1.000 kali lebih besar dari sebuah kable twisted-pair. Dengan kapsitas sebesar ini, kabel coaxial dapat digunakan sebagai sarana pada sebuah jaringan broadband. Besarnya kapasitas ini tergantung dari lokasi (standard yang berlaku di tempat tersebut). Pada system di Amerika Utara, setiap kanal TV kabel menggunakan bandwidth 6MHZ, sesuai dengan standard NTSC (National Television System Committee. Di Eropa, dengan standard PAL (Phase Alternate Line), bandwidth kanalnya ialah 8 MHz. Dengan bandwidth dan kapasitas yang lebih besar, kable coaxial juga akan mensupport system dengan service yang beragam, seperti voice, data, video dan multimedia.
     Kabel coaxial juga menawarkan performance yang jauh lebih baik dari kabel twisted-pair, karena pelindung yang berupa ayaman tembaga pada kabel coaxial akan melindungi pusat kabel dari interferensi gelombang elektomagnetik yang berasal dari luar kabel, sehingga akan mengurangi terjadinya error/noise dan cross talk. Hal ini memungkinkan kabel coaxial untuk mencapai bit error rate sampai dengan 1/1.000.000.000. Intensitas error, noise dan crosstalk yang lebih kecil ini akan berdampak pada berkurangnya jumlah amplifier yang dibutuhkan untuk mengguatkan sinyal yang lemah sepanjang jalur transmisi, dimana dengan menggunakan kabel coaxial amplifer hanya dibutuhkan setip jarak 2,5 km.
       Single  line diagram digunakan menggambarkan suatu rangkaian yang komplek dengan cara menyederhanakan gambar tersebut menjadi sebuah alur rangkaian, sehingga diharapkandengan sebuah one-line diagram, pembacaan suatu system lebih mudah karena alur dalam one-line diagram tersebut mewakili dari sebuah system yang lebih rumit dan detail.
                              
                             
                  

BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN
·           Jenis-Jenis Saklar
1.      Saklar tunggal
2.      Saklar tukar
3.      Saklar seri
4.      Stop kontak

·           Jenis-Jenis Lampu
1.      Lampu Pijar (biasa)
2.       Lampu TL (Fluorescent)
3.       Lampu Halogen
4.      Lampu LED
·           Tespen
·           Kotak Sambung (T.DOS)
1.      Kotak sambungan 2
2.      Kotak sambungan 3 cabang
3.      Kotak sambug 4 cabang
·           Alat Ukur
1.      Tester Listrik Mulifungsi
2.       Multitester Analog/Digital 
·           Jenis-Jenis Kabel yang Sering Digunakan
              1.      KABEL N.Y.A
              2.  KABEL N.Y.M
              3.   KABEL N.Y.Y
                    4.     Coaxial (Kabel Coaxial)

Apakah Postingan ini Keren Bermanfaat Guys? Please Bantu Viralkan Guys!

URL:HTML:BB(forum):
Posted by SahrulParawie
WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN Updated at: 4/11/2018 10:06:00 AM

No comments :

Post a Comment