MAKALAH PKn BUDAYA POLITIK PARTISIPATIF - WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN

MAKALAH PKn BUDAYA POLITIK PARTISIPATIF


KATA PENGANTAR 


Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai “Budaya Politik Partisipatif”.
Makalah ini telah dibuat dengan berbagai pengumpulan data dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan  hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.






DAFTAR ISI

Halaman Judul .................................................................................................................... i
Kata Pengantar ................................................................................................................... ii
Daftar Isi............................................................................................................................. iii

Bab I Pendahuluan
A.    Latar Belakang ....................................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah.................................................................................................... 1
C.     Tujuan Penulisan...................................................................................................... 1

Bab II  Pembahasan
A.    Pengertian Budaya Politik Partisipatif.................................................................... 2
B.     Bentuk-bentuk Budaya Politik Partipatif................................................................ 3
C.     Menerapkan Budaya Politif Partisipatif  ................................................................ 3

Bab III Penutup
A.    Kesimpulan .............................................................................................................  8

Daftar Pustaka



  


BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Budaya politik merupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. Namun, setiap unsur masyarakat berbeda pula budaya politiknya, seperti antara masyarakat umum dengan para elitenya. Seperti juga di Indonesia, menurut Benedict R. OG Anderson, kebudayaan Indonesia cenderung membagi secara tajam antara kelompok elite denga nkelompok massa.
Salah satu unsur budaya nasional itu adalah budaya politik. Karena itu, dari sudut ini kita dapat berbicara mengenai cara nenumbuhkan dan menerapkan budaya politik unggul dalam kehidupanKehidupan manusia di dalam masyarakat, memiliki peranan penting dalam sistem politik suatu negara. Manusia dalam kedudukannya sebagai makhluk sosial, senantiasa akan berinteraksi dengan manusia lain dalam upaya mewujudkan kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup manusia tidak cukup yang bersifat dasar, seperti makan, minum, biologis, pakaian dan papan (rumah). Lebih dari itu, juga mencakup kebutuhan akan pengakuan eksistensi diri dan penghargaan dari orang lain dalam bentuk pujian, pemberian upah kerja, status sebagai anggota masyarakat, anggota suatu partai politik tertentu dan sebagainya.
Setiap warga negara, dalam kesehariannya hampir selalu bersentuhan dengan aspek-aspek politik praktis baik yang bersimbol maupun tidak. Dalam proses pelaksanaannya dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung dengan praktik-praktik politik.

B.       Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud Budaya Politik Partisipatif?
2.      Bagaimana bentuk-bentuk Budaya Politik Partisipatif?
3.      Bagaimana Menerapkan Budaya Politik Partisipatif?

C.      Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian Budaya Politik Partisipatif
2.      Untuk mengetahui bentuk-bentuk Budaya Politik Partisipatif
3.      Untuk mengetahui bagaimana menerapan Budaya Politik Partisipatif






BAB II
PEMBAHASAN

A.           PENGERTIAN BUDAYA POLITIK PARTISIPATIF
Kata “Partisipatif” berasal dari kata “partisipasi” (Inggris: participation; Latin: participare). Partisipasi berarti ambil bagian atau ikutserta atau berperanserta dalam suatu usaha bersama dengan orang lain untuk kepentingan bersama. Dalam arti demikian, kita didasarkan pada suatu kegiatan pembangunan politik, umpamanya, adalah suatu usaha bersama yang membutuhkan kerja sama.
Budaya pertisipatif disebut juga budaya politik demokrasi yaitu suatu kumpulan system keyakinan, sikap, norma, persepsi, dan sejenisnya yang menompang terwujudnya partisipasi. Untuk terwujudnya partisipasi itu, warga Negara harus yakin akan kompetensinya untuk terlibat dalam proses politik. Sementara Negara harus mengambil langkah-langkah yang memperhatikan kepentingan warga Negara. Partisipasi politik adalah keikutsertaan warga  Negara biasa dalam menentukan segala keputusan yang menyangkut atau mempengaruhi hidupnya.
Budaya partisipatif unggul mensyaratkan dipenuhinya sejumlah syarat. Secara umum, partisipasi yang baik adalah partisipasi yang mendukung suksesnya usaha bersama. Kualifitkasi atau sifat-sifat partisipasi yang baik adalah positif, kreatif, kritis-korektif-konstruktig, dan realistis.
Partisipapasi dikatakan positif apabila partisipasi itu mendung kelancaran usaha bersama untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sebaliknya dikatakan negative apabila menjadi beban, menjadi penghalang atau memperlambat lajunya kegiatan atau usaha bersama.
Partisipasi kreatif berarti keterlibatan yang berdaya cipta, tidak hanya mengikuti begitu saja suatu kegiatan yang direncanakan pihak lain, tidak hanya melaksanakan intruksi atasan, melainkan memikirkan sesuatu yang baru,.
Partisipasi kritis-korektif-konstruktif berarti keterlibatan dilakukan dengan mengkaji suatu bentuk kegiatan, menunjukkan kekurangan/kesalahan dan memberikan alternative yang lebih baik.
Partisipasi realistis berarti keikutsertaan yang memperhitungkan kenyataan baik kenyataan dalam masyarakat maupun kenyataan mengenai kemampuan pelaksanaan kegiatan, waktu yang tersedia, kesempatan, dan keterampilan para pelaksana.

B.            BENTUK-BENTUK BUDAYA POLITIK PARTISIPATIF           
Sebagai komunitas warga negara yang terdidik dan terpelajar,hendaknya kita memiliki peran besar (partisipasi aktif)untuk melakukan perubahan politik yang lebih baik dan berbudaya. Melalui sarana pemilihan umum, kita dapat menjadikannya sebagai momentum untuk mendorong perubahan sosial politik, politik ekonomi, budaya, dan lain-lain ke arah yang lebih baik dan demokratif melalui pemerintahanyang dipilah melalui pemilu, secara damai dan beradab (berbudaya). Semua itu dimaksudkan sebagai upaya melakukan pendidikan budaya politik partisipan (rakyat) yang lebih luas karena dengan demikian akan dapat digunakan sebagai salah satu rujukan untuk menentukan pilihan dalam pemilu secara arif, bijaksana, kritis, dan rasional.
Dalam setiap tahapan pemilu, kita sebagai simpatisan (kader) partai politik, ataupu kaum terpelajar tidak ada larangan untuk mengikutinya. Namun demikian, hal yang perlu dikedepankan dalam kampanye adalah situasi damai karena dalam kampanyenya sering kali terjadi persinggungan antar massa pendukung dari partai politik (simpatisan dan kader) partai politik. Bermula dari saling mengejek dan saling hina di antara mereka ketika berpapasan di jalan raya dalam situasi kampanye, perkelahian antar massa pendukung partai politik seringkali terjadi.
Untuk mewujudkan situasi seperti itu dibutuhhkan toleransi yang besar terhadap kelompok yang berbeda pandangan politik dan juga sikap anti kekerasan. Pelajar yang ingin aktif dalam kampanye harus sadar bahwa tindakan brutal, kekerasan, dan keseluruhan hanya akan merusak situasi pemilu yang demokratis dan beradab. Untuk itu, kita harus sadar bahwa brutalisme, kekerasan, dan kerusuhan yang mengiringi proses pemilu sebenarnya adalah tindakan yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai demokratis dan budaya politik bangsa Indonesia. Albert Camuspernah mengatakan bahwa I’ anarchie est I’abus de la democratie, anarkisme adalah penyelewengan dari demokrasi.

C.           MENERAPKAN BUDAYA POLITIK PARTISIPATIF
Penerapan budaya politi partisipatif terwujud dalam bentuk misalnya warga Negara menggunakan hak politiknya secara bertanggungjawab dan menunaikan kewajiban-kewajiban politiknya dengan sebaik-baiknya. Dalam berpartisipasi orang perlu mempunyai keterampilan dan seni berpolitik serta mempunyai keberanian mengemukakan pendapat, mengemukaan kritik, dan memperjuangan kepentingan rakyat banyak. Ada Empat hal dalam Penerapan budaya politik partisipatif  yang harus dilakukan yaitu:
a.              Mengembangkan budaya keterbukaan
b.             Mengembangkan budaya mengajukan pendapat dan berargumentasi secara santun dalam semangat egalitarian
c.              Mengembangkan budaya pengambilan keputusan secara terbuka dan demokratis, serta mengembangkan sportivitas dalam politik.
d.             Membiasakan proses rekrutmen kader secara transparan berdasarkan kualifikasi yang tolak ukurnya diketahui secara luas.
Wujud dari penerapan budaya politik partisipatif diantaranya warga Negara menggunakan hak-hak politiknya secara bertanggungjawab dan menunaikan kewajiban-kewajiban politiknya dengan sebaik-baiknya.



BAB III
PENUTUP


A.        KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa budaya politik partisipatif sangat penting bagi masyarakat karena budaya politik partisipatif merupakan system nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. Dalam kesehariannya hampir selalu bersentuhan dengan aspek-aspek politik. Praktis baik yang bersimbol maupun tidak. Dalam pelaksanaannya bisa terjadi secara langsungatau tidak langsung dengan praktik- praktik politik. Jika secara tidak langsung hanya sekedar mendengar informasi, atau berita-berita tentang peristiwa-peristiwa litik yag terjadi. Dan jika secara langsung berarti orang tersebut terlibat langsung dalam peristiwa politik tertentu.

B.          SARAN
Dalam berpolitik sebaikya dilakukan menurut kaidah-kaidah dan aturan-aturan yang sesuai agar tercipta integrasi nasional. Karena bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, ras, agama, dan budaya.




DAFTAR PUSTAKA

http://ourpos.blogspot.co.id/2014/09/contoh-makalah-budaya-politik-di.html
http://alcmuthya.blogspot.co.id/2013/01/makalah-tentang-budaya-politik-di.html


0 Response to "MAKALAH PKn BUDAYA POLITIK PARTISIPATIF"

Post a Comment