MAKALAH PENELITIAN BURUNG BEO APAKAH BERBAHASA

Untuk Memudahkan Pencarian Dokumen Pendidikan Gunakan Filtur Pencarian di Bawah ini

MAKALAH PENELITIAN BURUNG BEO APAKAH BERBAHASA


BAB I
PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang
Pada dasarnya binatang (Burung Beo) sudah dapat menghasilkan bunyi atau suara yang disebut kicauan. Namun ada sebagian burung beo yang bersuara seperti bahasa manusia, meskipun binatang (Burung Beo) tidak memahami arti atau makna kicauannya. Biasanya burung tersebut dilatih untuk tujuan tertentu.
Manusia adalah satu-satunya makhluk yang berbahasa, karena manusia dapat menggunakan bahasa secara:
ü  Sistematik
ü  Mana suka
ü  Manusiawi
ü  Komunikatif
Sedangkan pada binatang (Burung Beo) tidak dapat dikategorikan bahasa karena hanya meniru suara yang ada di sekitarnya. Dalam hal ini manusia juka pada habitatnya maka akan terdengar kicauan layaknya binatang (Burung Beo) lainnya.
Burung Beo yang pada umumnya dapat berkicau itu menurut kebanyakana orang adalah hewan yang bisa berbahasa namun ternyata tidak karena dalam bahasa burung beo tidak terdapat sifat-sifat bahasa. Manusia yang melihat burung beo biasanya mengikuti komunikatif dari burung dan burung tidak dapat menjawab secara sistematik hanya mana suka. Apa yang diberikan atau dilatihkan kepada binatang (Burung Beo). Burung Beo tidak bisa mengatur bahasa secara sistematik melalui bunyi atau kicauan. Sistematik hanya dihasilkan oleh manusia melalui pendengaran, penglihatan dan gerak tubuh, lalu dicerna oleh otak dan diolah menjadi kata-kata yang tersusun.

1.2         Tujuan
Tujuan penulisan ini untuk menerangkan bahwa binatang (burung beo) tidak berbahasa. Agar dapat memberikan pembahan kepada halayak tentang pemahaman baru serta memperdalam pengalaman tentang bahasa agar dapat memanfaatkan bahasa secara baik dan benar.
Mengetahui lebih luas tentang bahasa sistematik, mana suka, manusiawi dan komunikatif.

1.3         Manfaat
Bahasa indonesia sangat bermanfaat bagi kami para mahasiswa agar lebih memahami hakikat bahasa. Bahasa Indonesia diatur oleh sistem yakni sistem bunyi dan sistem makna. Setiap bahasa memiliki kaedah dan aturan tersusun yang harus ditaati oleh seluruh pemakai bahasa agar dapat di pahami dengan baik.


BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Kicauan pada burung biasa dipahami sebagai bunyi atau suara yang dihasilkan oleh paruhnya.
2.2  Kicauan burung beo atau bahasa yang dihasilkan hanyalah merupakan tiruan terhadap alam sekitar dalam hal ini manusia sebagai sumber suara atau bunyi yang di dengar.
2.3  Bahasa sesungguhnya hanya milik manusia, karena manusia adalah makhluk satu-satunya yang dapat berbahasa sebagai alat komunikasi yang lazim digunakan.
2.4  pada burung beo biasanya dihasilkan bahasa secara dilatih berturut-turut dan biasanya untuk tujuan tertentu sebagai peliharaan dan hiburan.
2.5  Jika di alam bebas burung beo dapat menirukan bermacam-macam bunyi dikarenakan pada biatang (burung beo) mempunya telinga serta dapat memahami gerak tubuh manusia. Sehingga dapat cepat untuk meniru yang didapat.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN


3.1 Kesimpulan
-      Pada binatang (burung beo) tidak berbahasa karena hanya meniru apa yang biasa binatang (burung beo) dengar.
-      Manusialah satu-satunya makhluk yang berbahasa sebagai alat kunikasi karena esensi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi.
-      Bahasa itu khas milik manusia dan hanya bermakna jika yang memanfaatkan manusia agar dapat memanusiakan manusia, saling berbagi sehingga terjadinya ikatan emosional antara manusia.
-      Bahasa juga dapat menjadi simbol menunjukkan sikap atau pribadi dan melalui penggunaan bahasa yang baik dan benar (secara sistematik).

3.2  Saran
-            Adanya materi pembahasaan lanjutan agar dapat memberikan pemahaman lebih luas tentang bahasa.
-            Adanya pemahaman materi yang lebih menarik agar dapat kami implementasikan ke dalam pembuatan tugas-tugas selanjutnya.
-            Adanya pemahaman tentang penulisan sehingga dapat kami implementasikan pada kehidupan sehari-hari dan dalam pendidikan anak usia dini (PAUD).


DAFTAR PUSTAKA


Hakikat Bahasa. Materi Kuliah BAHASA INDONESIA. Oleh: SULISTIANAH, S.Pd.,M.Hum


Latihan:

1.        Inem lebih cantik dari pada Ani
2.        Jangan sering-sering dalang ke mari
3.        Samirun bekerja kesana-sini mencari uang
4.        Dimana kau temukan batu itu
5.        Saya akan membeli buku milikmu
6.        Inem dicubit Samirun di sudut rumah
7.        Diantara dua bukit itu terdapat lembah yang sangat indah



Latihan:
(Perbaiki mana yang harusu kapital)


Soal
Jawab
1.         samirun baru saja dilantik mejadi gubernur
2.         tahun ini samirun bertugas di kabupaten lampung timur
3.         brigadir jenderal samirun baru saja dilantik menjadi mayor jenderal
4.         ada dugaan bahwa pisang ambon berasal dari ambon
5.         sepulang dari belanda sikap samirun kebelanda-belandaan
6.         tuhan itu mahakuasa, maha pengasih, dan maha penyayang

1.      Samirun baru saja dilantik menjadi gubernur
2.      Tahun ini Samirun bertugas di Kabupaten Lampung Timur
3.      Brigadir Jenderal Samirun baru saja dilantik menjadi mayor jenderal
4.      Ada dugaan bahwa pisang ambon berasal dari Ambon
5.      Sepulang dari Belanda sikap Samirun kebelanda-belandaan
6.      Tuhan itu Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Posted by SahrulParawie
WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN Updated at: 4/21/2018 07:00:00 AM

No comments :

Post a Comment