MAKALAH TENTANG MENGIGAU SAAT TIDUR

Untuk Memudahkan Pencarian Dokumen Pendidikan Gunakan Filtur Pencarian di Bawah ini

MAKALAH TENTANG MENGIGAU SAAT TIDUR



BAB I
PENDAHULUAN



1.1         Latar Belakang
Berbicara saat tidur atau disebut mengigau merupakan fenomena yang umum. Biasanya dialami oleh anak-anak, akan tetapi orang dewasa juga bisa berbicara tanpa sadar saat tidur.
Para ahli memperkirakan sekitar setengah dari anak-anak dan 5 persen orang dewasa mempunyai kebiasaan mengigau. Dokter spesialis tidur tidak mengetahui penyebabnya secara pasti, tetapi perilaku ini masih sering terjadi pada laki-laki.
Mengigau merupakan gangguan tidur yang dapat terjadi dalam setiap tahap tidur. Isi igauan bisa melibatkan dialog yang rumit atau monolog, omong kosong, atau hanya sekedar bergumam.  Seseorang yang mengalami hal ini biasanya tidak menyadari perilaku mereka sampai ada seseorang yang mengatakan kepadanya.

1.2         Tujuan
Tujuan penulisan ini untuk mengetahui definisi gangguan ketika tidur berupa  Parasomnia (Sonambulisme dan Somniloquy) yang merupakan perilaku abnormal atau peristiwa psikologis yang muncul pada saat tidur yakni, sleep-walking (tidur sambil berjalan), sleeptalking (mengingau). Selain itu juga untuk mengetahui faktor penyebab parasomnia, dampak dan cara mengatasinya

1.3         Manfaat
Manfaat yang bisa diambil dari penelitian ini adalah untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diingkan akibat dari gangguan Parasomnia dengan cara mengetahui faktor penyebab dan cara mengatasinya.  


BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Definisi
Parasomnia (Sonambulisme dan Somniloquy) Parasomnia berasal dari bahasa latin yang berarti menjelang atau hampir tidur. Ini merupakan perilaku abnormal atau peristiwa psikologis yang muncul pada saat tidur. Perekaman gelombang otak penderita parasomnia menunjukkan keadaan kesadaran bolak-balik antara tidur dan bangun. Otak masih terjaga untuk mengirimkan impuls-impuls gerakan tapi tidak cukup untuk sadar dengan keadaan sekelilingnya, parasomnia juga suatu gangguan yang ditandai oleh gerakan yang tidak diinginkan, fenomena verbal, atau pengalaman yang terjadi dalam hubungannya dengan tidur, tahap spesifik dari tidur, atau dari transisi fase tidur – terjaga.
Beberapa gejala dari parasomnia yang umum ditemui adalah sleep-walking (tidur sambil berjalan), sleeptalking (mengingau), yang khas dari gejala ini biasanya penderita tidak ingat apa yang dilakukan atau dikatakan. Gejala lain dari parasomnia adalah, pavor noctumus yang sering terjadi pada anak-anak usia 2,5 tahundan menghilang saat mencapai usia tujuh tahun. Anak akan terbangun dengan tangisan histeris dan pandangan yang fokus pada satu titik dan terlihat sangat ketakutan. Saking takutnya seringkali anak tidak merespon belaian atau pelukan. Biasanya setelah 5-10 menit anak akan tenang dan bisa tidur kembali.
Dalam pembahasan kali ini kita aka lebih menekankan pada salah satu gejala parasomnia yakni, sleep-walking (tidur sambil berjalan), sleeptalking (mengingau).
a)        Sleep- walking (tidur sambil berjalan)
Sleepwaking, somnabulism atau tidur berjalan adalah gangguan dimana penderitanya berjalan dalam tidur. Fenomena yang nal di negara kita sebagai ngelindur ini cukup sering terjadi. Yang khas, saat bangun penderitanya tidak ingat sama sekali akan kejadian itu, maupun mimpi yang berkaitan dengan gerakan yang ia lakukan malam sebelumnya. Ini karena gangguan terjadi pada tahap tidur NREM, dan terutama pada awal-awal tidur dimana hutang tidur masih banyak menumpuk. Tidur NREM adalah fase tidur tanpa mimpi (meskipun beberapa literatur mengatakan bahwa mimpi bisa terjadi di semua tahapan tidur). Kasus seperti ini biasanya dialami oleh anak-anak yang masih berada dalam fase latent dan akan berakhir pada saat pubertas.
Sleepwaking, somnabulism atau tidur berjalan adalah gangguan dimana penderitanya berjalan dalam tidur. Fenomena yang nal di Indonesia sebagai ngelindur ini cukup sering terjadi. Yang khas, saat bangun penderitanya tidak ingat sama sekali akan kejadian itu, maupun mimpi yang berkaitan dengan gerakan yang ia lakukan malam sebelumnya. Berjalan ketika tidur bisa direfleksikan dengan duduk di kasur, meninggalkan ranjang, berjalan-jalan di rumah, dan melakukan hal-hal tertentu tanpa disadari. Kemudian menggertakkan gigi adalah bentuk lain parasomnia yang bisa terjadi pada anak-anak di waktu malam. Penyebabnya masih tidak jelas, tapi bisa jadi dipengaruhi oleh stres atau permasalahan gigi.

b)        Sleep-talking (mengingau)
Somniloquy atau sleeptalking. Mengigau merupakan vokalisasi saat tidur, bisa berupa kata-kata yang jelas atau hanya sekedar gumaman. Kondisi ini bisa dipicu oleh keadaan emosional-psikologis, demam atau tidur yang terganggu. Mengigau biasanya berlangsung pada tahap tidur dangkal, atau kadang kala pada tahap mimpi (tidur REM.) Jika terjadi dalam tahap tidur mimpi, biasanya terjadi bersesuaian dengan mimpi yang mengejutkan, seperti melihat pencuri atau melihat sebuah kecelakaan.
Kata-kata yang keluar bisa berkaitan erat dengan mimpi atau bahkan berlainan sama sekali, misalkan dalam mimpi meneriakkan “maling!” tetapi kata yang keluar adalah “mama!“ Walau demikian, biasanya si pengigau tidak ingat apa-apa yang telah dikatakan atau bahkan tentang mimpinya sendiri. Mengigau merupakan bentuk parasomnia yang biasa terjadi pada 50% anak-anak dan 5% orang dewasa. Igauan yang terucap bisa sangat dramatis, emosional, dan kasar. Mengigau merupakan vokalisasi saat tidur, bisa berupa kata-kata yang jelas atau hanya sekedar gumaman. Kondisi ini bisa dipicu oleh keadaan emosional-psikologis, demam atau tidur yang terganggu.Mengigaui biasanya berlangsung pada tahap tidur dangkal, atau kadang kala pada tahap mimpi (tidur REM.) Jika terjadi dalam tahap tidur mimpi, biasanya terjadi bersesuaian dengan mimpi yang mengejutkan, seperti melihat pencuri atau melihat sebuah kecelakaan. Kata-kata yang keluar bisa berkaitan erat dengan mimpi atau bahkan berlainan sama sekali, misalkan dalam mimpi meneriakkan “maling!” tetapi kata yang keluar adalah “mama!“ Walau demikian, biasanya si pengigau tidak ingat apa yang dikatakan atau bahkan mimpinya sendiri.
Gangguan ini sering terjadi pada usia muda, bahkan pernah dilaporkan kejadian sleepwalking pada balita yang baru bisa berjalan, meskipun lebih sering tejadi pada anak usia 4 hingga 7 tahun. Kebanyakan kebiasaan ini hilang sendiri setelah menginjak dewasa. Tetapi saat dalam kondisi kurang tidur yang ekstrem, gangguan sewaktu-waktu bisa menyerang.

2.2    Faktor penyebab Parasomnia ( Sonambulisme dan Somniloquy)
1.    Faktor genetik
Tidur sambil berjalan terjadi lebih sering pada kembar identik, dan 10 kali lebih mungkin terjadi jika saudara tingkat memiliki sejarah tidur sambil berjalan.

2.    Faktor - faktor lingkungan
Kurang tidur, jadwal tidur kacau, demam, stress, kekurangan magnesium, dan kecanduan alcohol srta obat – obatan, misalnya ; obat penenang / hipnotik (obat yang mempromosikan tidur), neuroleptik (obat yang digunakan untuk mengobati psikosis), obat penenang minor (obat yang menghasilkan efek menenangkan), stimulan (obat yang meningkatkan aktivitas), dan antihistamin (obat yang dipakai untuk mengobati gejala alergi) dapat menyebabkan tidur sambil berjalan.

3.     Faktor fisiologis
·           Panjang dan kedalaman tidur gelombang lambat yang lebih besar pada anak kecil, mungkin menjadi faktor dalam peningkatan frekuensi tidur sambil berjalan pada anak-anak.
·           Kondisi, seperti kehamilan dan menstruasi tahui meningkatkan frekuensi tidur sambil berjalan.
·           Rangsangan internal, seperti kandung kemih penuh.
·           Rangsangan eksternal seperti, suara – suara.
4.    Asosiasi kondisi medis
·           Aritmia (irama jantung abnormal)
·           Demam
·           Gastroesopaghea reflux (makanan atau cairan muntah dari perut ke dalam tabung makanan atau kerongkong.
·           Malam hari kejang (kejang).
·           Obstructive sleep apnea (suatu kondisi di mana napas terhenti tara saat tidur)
·           Gangguan psikiatris, misalnya, gangguan stress pasca trauma, serangan panik, atau disosiatif (misalnya gangguan kepribadian ganda ).

2.3    Dampak Parasomnia (Sonambulisme dan Somniloquy)
Setelah kami membaca beberapa literatur kami masih belum mendapat dampak dari parasomnia atau tidur sambil berjalan. Mungkin jika si pramsonime (panggilan buat penderita pramsonia) jalan sambil pegang pisau maka di khawatirkan orang yang tidur di sebelahnya terbunuh. Walaupun masih belum pernah terjadi.
Dan biasanya gangguan yang paling ekstrim dari prasomnisme adalah gangguan fisik atau kerusakan properti karena jika imajinasi kita sedang bertengkar maka tanpa sadar tangan kita memukul tembok dengan sekeras-kerasnya. Bisa juga slipwalker akan merasakan kepanikan dan sangat dan ketegangan yang sangat jika terbangun dari tidurnya, karna mereka linglung karena sudah ada di tempat yang berbeda. Yang lebih aneh bisanya pramsonisme sampai mengkretakkan giginya. Dan ketika bangun pramsomnisme merasakan nyeri di bagian rahangnya melaskan. Setelah saya bertanya ke beberapa teman yang pernah mengalami pramsomnia, mereka mengetahui kejadian itupun di beri tahu oleh keluarganya yang melihat kejadian itu. Dan saya bertanya apa dampak yang anda rasakan ketika anda mengetahui anda penderita pramsomnia? Mereka menjawab bahwa yang terjadi kepadanya membuat mereka bingung pada saat terbangun dari tidur. Dan itu pun ada yang bilang lucu. Dan kebanyakan parasomnia yang mengakibatkan gangguan yang sangat terjadi pada orang yang berada pada tahap 3 dan 4 gelombang tidur.

2.4    Cara Mengatasi dan Perawatan Parasomnia (Sonambulisme   dan Somniloquy)

Jika anak-anak Anda adalah penderita parasomnia, perawatan terbaik adalah dengan memberikan pengertian dan support baginya. Buatlah lingkungan tidur yang aman, dengan memastikan tidak ada benda-benda pecah belah yang dapat tersenggol. Tidak jarang penderita sleepwalking tidur di kamar yang berperabotan minimal. Kebanyakan kasus parasomnia tidak memerlukan pengobatan. Gangguan yang diderita bukanlah suatu bentuk gangguan psikologis maupun suatu penyakit yang berbahaya. “ajarkan anak Anda untuk selalu berdoa sebelum tidur dan apabila dia tiba-tiba terbangun”
Dan jika dalam keluarga Anda ada penderita parasomnia, perawatan terbaik adalah dengan memberikan pengertian dan support baginya. Buatlah lingkungan tidur yang aman, dengan memastikan tidak ada benda-benda pecah belah yang dapat tersenggol. Tidak jarang penderita sleepwalking tidur di kamar yang berperabotan minimal. Biasakan juga menempatkan kunci di tempat yang cukup rumit untuk mengambilnya, misalkan dalam kotak di dalam laci lemari tempat tidur. Karena biasanya penderita parasomnia kurang sadar dengan lingkungan sekitarnya, ia dapat mengenali sebuah pintu, tapi tidak dapat membuka atau mengambil kuncinya. Ini juga penting agar penderita tidak berjalan keluar rumah.
Kebanyakan kasus parasomnia tidak memerlukan pengobatan. Gangguan yang diderita bukanlah suatu bentuk gangguan psikologis maupun suatu penyakit yang berbahaya. Hanya saja ada beberapa hal yang harus dihindari, yaitu narkotika, alkohol dan kondisi kekurangan tidur. Karena ini semua dapat memicu  serangan. Sedangkan terapi-terapi tambahan seperti psikoterapi, relaksasi, hipnotis dan meditasi dilaporkan cukup membantu sebagai perawatan jangka panjang.
Menarik untuk disimak bahwa serangan parasomnia (tidur berjalan, mengigau maupunnight terror) terjadi pada saat-saat awal tidur dimana hutang tidur masih tinggi. Dengan demikian, kondisi tersebut dapat memicu episode parasomnia. Untuk penderita sleepwalkingusia remaja atau dewasa muda harus benar-benar memperhatikan jadwal tidurnya. Pahami jam biologis dan kebutuhan tidur satu harinya, dan hindari beraktivitas melewati waktu istirahat (baca bagian: Tidur pada Remaja – Dewasa Muda.)
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN


3.1 Kesimpulan
·           Parasomnia (Sonambulisme dan Somniloquy) Parasomnia berasal dari bahasa latin yang berarti menjelang atau hampir tidur
·           Sleepwaking, somnabulism atau tidur berjalan adalah gangguan dimana penderitanya berjalan dalam tidur
·           Somniloquy atau sleeptalking. Mengigau merupakan vokalisasi saat tidur, bisa berupa kata-kata yang jelas atau hanya sekedar gumaman. Kondisi ini bisa dipicu oleh keadaan emosional-psikologis, demam atau tidur yang terganggu

3.2  Saran
·           Jika dalam keluarga ada penderita parasomnia, perawatan terbaik adalah dengan memberikan pengertian dan support baginya. Buatlah lingkungan tidur yang aman, dengan memastikan tidak ada benda-benda pecah belah yang dapat tersenggol



DAFTAR PUSTAKA


http://kamuskesehatan.com/arti/tidur-rem/
http://gs-servers.com/PARASOMNIA-11314146.html
http://sleepclinicjakarta.tblog.com/post/1969914770
http://www.faktawow.com/fakta-singkat/definisi-parasomnia


Posted by SahrulParawie
WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN Updated at: 4/22/2018 11:17:00 AM

No comments :

Post a Comment