MAKALAH KONSEP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Untuk Memudahkan Pencarian Dokumen Pendidikan Gunakan Filtur Pencarian di Bawah ini

MAKALAH KONSEP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


BAB I
PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Pendidik yang profesional mempunyai tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik, baik pada saat satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) maupun pendidikan yang lebih lanjut untuk melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang pendidik PAUD harus menguasai komferensi yagn dipersyaratkan sekaligus dengan kebijakan pembangunan yang meletakkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas pembangunan nasinal, maka kedudukan dan peran pendidik PAUD semakin bermakna startegis dalam mempersiapkan SDM yang berkulitas dalam menghadapi era globalisasi.
Derektorat pembinaan pendidikan dan tenaga kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dit. PPTK PAUDNI) sebagai intituasi perintah yang bertanggungjawab terhadap peningkatan mutu PTK PAUD selalu berupaya melakukan trobosan dalam meningkatkan kompetensi PTK PAUD yang akan berdampak pada peningkatan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini.
Pemahaman konsep PAUD merupakan hal yang sangat penting dikuasai oleh pendidik maupun tenaga pendidikan PAUD karena merupakan hal mendasar untuk dapat menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini yang diharapkan akan melejitkan potensi anak didiknya.

B.       Dasar Hukum
Pendidikan anak usia dini adalah suatu uapaya pembinaan yang ditujukan oleh anak sejak lahir sampai anak enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan yang lebih lanjut (UU NO. 20 Tahun 2003, BAB I Pasal 1 ayat 14).
UU No. 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya yaitu manusia beriman, bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggungjawab kemasyarakat dan kebangsaan.

C.      Tujuan dan Sasaran
1.        Tujuan
Penyusunan bahan ajar bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pendidik dan orangtua terhadap konsep dasar PAUD.
2.        Sasaran
Pemahaman konsep ini diperuntukkan bagi para pendidik/guru PAUD (TK/KB/TPA/SPS) guru pendamping pengasuh dan orangtua.

D.      Ruang Lingkup
1.      Pengertian PAUD
2.      Tujuan dan ruang lingkup PAUD
3.      Landasan filosofis PAUD
4.      Landasan Yuridis dan beberapa pandangan menurut pakar tentang pentingan PAUD
5.      Prinsip – Prinsip pendekatan dalam Pembelajaran Anak Usia Dini.




BAB II
PEMBAHASAN


A.      Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini  (PAUD)
Pendidikan Anak  Usia Dini merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini yang pada hakikatnya adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfalitasi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak usia dini secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak.
PAUD adalah pemberian upaya untuk menstimulasi membimbing, mengasuh dan pemberian kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak (komptensi).

B.       Tujuan dan Ruang Lingkup PAUD
Tujuan PAUD pada umumnya adalah mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk tingkat selanjutnya dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya tujuan PAUD antara lain adalah:
a.       Kesiapan anak untuk memasuki pendidikan lebih lanjut
b.      Mengurangi angka mengulang kelas
c.       Mengurangi angka putus sekolah (DO)
d.      Mempercepat pencapaian wajib belajar dasar 9 tahun
e.       Meningkatkan mutu pendidikan
f.       Mengurangi angka buta aksara, huruf muda
g.      Memperbaiki derajat kesehatan dan giri anak usia dini
h.      Meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM)
PAUD juga bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi anak agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berlakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab.
Solehudin (1997) mengemukakan bahwa pendidikan anak usia dini dimaksudkan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan menyeluruh sesuai dengan norma dan nilai-nilai kehidupan yang dianut.
Satuan layanan PAUD Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Pendidikan Anak Usia Dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, non formal dan informal  pendidikan formal diselenggarakan TK (Taman Kanak-Kanak) RA (Raudhatul Athfal) atau bentuk lain yang sederajat rentan usia 4 – 6 Tahun.
Pendidikan Anak Usia Dini jalur pendidikan nonformal diselenggarakan pada kelompok bermain (KB) tentang usia anak 3 bulan – 2 tahun, atau bentuk lain yang sederajat (Satuan PAUDU Sejenis/SPS) tentang usika anak 4 – 6 tahun.
Pendidikan Anak Usia Dini jalur pendidikan informal diselenggarakan pada pendidikan pada pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, bagi orang tua yang mempunyai anak usia 0 – 6 tahun.

C.      Landasan Filosifis PAUD
1.        Landasan Filosofis dan Religi
Berdasarkan nilai-nilai yang dianut oleh lingkungan sekitar dan agama.
2.        Landasan Keilmuan dan Empiris
Konsep keilmuan PAUD berhubungan dengan berbagai disiplin ilmu perlakuan anak usia dini memiliki efek jangka panjang (erikson).
a.        Johann Heinrich Pestalozzi
Seorang ahli pendidikan Switzerland yang hidup pada tahun 1747 – 1827.
Teori Audio Visual Memory (AVM)
Teoiri ini mengandung intisari bahwa melalui pengembangan AVM dapat dikembangkan potensi lain. Seperti daya imajinasi, kreatifitas, bakat, minat dari seorang anak. Pemikiran tokoh dan pakar pendidikan anak usia dini.
b.        Jan Lighthart
Seorang kepala sekolah menengah di Den Haaq Belanda salah satu metode pendidikan yang dilaksanakan lighthart dalam menanamkan budi pekerti dan kata hati anak melalui “metode buah limau” inti metode ini terletak pada konsep mengalahkan keburukan tingkah laku anak dengan perbuatan baik. Oleh karena itu, ia termasuk tokoh yang menentang hukuman sebagai bentuk alat pendidikan.
c.         William H. Kil Patrick
Seorang ahli pendidikan Amerika dan Ahli Filsafat pendidikan. Pembelajaran proyek merupakan salah satu model pembelajaran yang dinamis serta bersifat fleksibel yang sangat membantu anak memahami berbagai pengetahuan secara logis, kongkret dan aktif. Pembelajaran proyek sangat memberikan kesempatan pada anak untuk aktif, mau bekerja, dan secara produktif menemukan berbagai pengetahuan.
d.        Fredirick Wilhelm Froebel
The Founding Father dari pendidikan anak usia dini. Terdapat tiga prinsip didaktif yang dikemukakan oleh froebel yaitu:
-          Otoaktivitasi, kegiatan yang dilakukan oleh anak sendiri
-          Kebebasan, perlu lingkungan terbuka
-          Pengamatan terhadap alam sekitar melalui eksplorasi dan keingintahuan.
e.         Maria Monlessari
Pada tahun 1896, wanita pertama yang mendapat gelar doctor of medicine, montessori membuat sekolah pertamanya yang dipersiapkan untuk anak cacat mental. Menerapkan pandangan montessori:
Membebaskan anak belajar menurut tempo dengan caranya sendiri dan materi yang dipilihnya sendiri dan ditentukan berdasarkan taraf kemampuan dan minatnya. Menurut Monlessori anak tidak perlu bersaing denga nanak lainnya ataupun sebaliknya dihambat kemajuannya agar sesuai dengan kelompoknya. Monlessori menjelaskan melalui disiplin diri seseorang betul-betul bebas umtuk belajar. Bila anak menguasai teknik dan materi untuk berkreasi maka betul-betul ia imajinatif.

f.         Hellen Parkhust
Menjabat sebagai guru di kota Dalton. Anak-anak disekolahnya berbeda tingkatan sehingga ada ada delapan tingkatan berbeda yang berkumpul dalam satu kelas. Kegiatan belajar haruslah sesuai dengan sifat dan keadaan individu yang mempunyai tempo dan irama perkembangan masing-masing bahan pembelajaran dan cara guru membelajarkan harus mengikuti tempo dan perkembangan anak setiap anak akan maju dan berkembang sesuai dengan kasitas masing-masing.
g.        Lev Vigotsky
Lev Vigotsky dikenal sebagai asocial cultural constructivist asal Rusia. Prinsip dasar dari Vigotsky adalah bahwa anak melakukan proses konstruksi membangun berbagai pengetahuannya tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial dimana anak tersebut berada. Vigotsky percaya bahwa kognitif tertinggi yang berkembang saat berada di sekolah yaitu saat terjadinya interaksi diantara guru dan anak.
Vigotsky mengemukakan konsep Zone Of Proximal Development (ZPD) sebagai kapasitas potensial belajar anak yang dapat berwujud melalui bantuan orang dewasa atau orang yang lebih terampil. Vigotsky mendefinisikan ZPD sebagai jarak/kesenjangan antara level perkembangan yang aktual yang ditunjukkan dengan pemecahan antara level perkembangan yang aktual yang ditunjukkan dengan pemecahan masalah secara mandiri dan level perkembangan potensi yang ditunjukkan dengan pemecahan masalah dengan bimbingan orang dewasa ataupun kerja sama dengan para teman sebaya yang lebih mampu.
h.        Jean Plaget
Seorang ilmuan di Neuchotel Swiss. Menurut Plaget anak berkembang melalui suatu proses Activ Learning dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk anak terlibat secara aktif dalam kegiatan yang mengoptimalkan penggunakan seluruh panca indra anak. Perkembangan kognitif dibagi dalam empat fase:
1.      Fase Sensori Monotor (0 – 2 tahun)
2.      Fase Pra Operasional (2 – 7 Tahun)
3.      Fase Oprasi Konkret (7 – 12 Tahun)
4.      Fase Aperrasi Formal (12 Tahun)
i.          Sarah Smilansky
Seorang guru besar di University Israel. Smilansky peduli terhadap psikologi anak dan mengemukakan mengembangkan kognitif anak melalui permainan. Pada intinya bermain sangat mendukung perkembangan kognitif anak, sosial, dan emosional dan juga merupakan kegiatan yang sangat kondusif semua aspek perkembangan anak.
Plaget dan Smilansky mengemukakan tahapan bermain pada anak usia dini sebagai berikut:
1.      Bermain fungsional (fungsional play)
Bermain dengan gerakan yang sederhana dan berulang (contoh: berlari-lari)
2.      Bermain membangun (Crontructive Play)
Bermain membentuk sesuatu (contoh: Puzzle)
3.      Bermain Pura – Pura (Make Believe Play)
Bermain peran/tokoh-tokoh dalam film (contohnya: dokter-dokteran)
4.      Bermain dengan peraturan (game with rules)
Anak sudah memahami dan bersedia mematuhi peraturan permainan (contohnya: bermain tali atau monopoli)
j.          Ki Hajar Dewantara
Seorang pelopor pendidikan bagi kaum pribumi. Ki Hajar Dewantara mengemukakan sebagai daya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, dan fisik seseorang. Ciri khas dari pendidikan anak-anak usia dini:
1.      Budi Pekerti
Menanamkan nilai harkat dan martabat kemanusiaan. Pendekatan dengan memberikan contoh teladan, cerita, atau pun dongeng, dan permainan.
2.      Sistem Among
Metode pembelajaran dan pendidikan yang berdasarkan pada asih, asah, dan asuh (mendidik, mencintai, membina)
-          Ing Ngarso Sing Tulodo
-          Ing Madyo Mangun Karso
Artinya: pendikan berada di depan wajib memberikan teladan bagi anak, pendidik berada di tengah-tengah harus banyak membangun kemauan sehingga anak mempunyai kesempatan untuk mencoba berbuat baik.
-          Tutwuri Handayani
Artinya: pendidik di belakang wajib memberi dorongan dan memantu agar anak mampu bekerja sendiri.

BAB III
PENUTUP


A.      Kesimpulan
Pendidikan Anak  Usia Dini merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini yang pada hakikatnya adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfalitasi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak usia dini secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak.
Tujuan PAUD pada umumnya adalah mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk tingkat selanjutnya dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
PAUD juga bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi anak agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berlakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab.




DAFTAR PUSTAKA


Materi Kuliah Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Oleh: Siti Kurniasih, S.A.B.,M.Pd


 

Jelaskan hubungan dari PAUD, Anak Usia Dini dan Guru PAUD

§   PAUD adalah jenjang yang di dalamnya ada program TK, KB, TPA dan SPS menangani dan membinging tumbuh kembang anak  sesuai dengan jenjang usia.
§   Anak usia dini adalah anak dengan rentang usia 1 – 8 tahun namun di Indonesia biasanya           0 – 6 tahun
§   Guru PAUD adalah pendidik sekaligus pengasuh atau memberi upaya pembinaan yang ditunjukkan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam mamasuki pendidikan lebih lanjut.

Jelaskan hubungan dari PAUD, TK, KB (Kelompok Bermain) TPA dan POS PAUD

§   PAUD adalah jenjang pendidikan untuk anak yang pra sekolah (pendidikan anak usia dini) dengan rentang usia 0 – 6 tahun.
§   TK (Taman Kanak) disebut pendidikan formal dengan rentang usia 4 – 6 tahun
§   KB (Kelompok Bermain) disebut Non Formal dengan rentang usia 2 – 4 tahun
§   TPA (Tempat Penitipan Anak) adalah salah satu bentuk PAUD jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan perogram pendidikan sekaligus pengasuhan dan kesejahteraan anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun.
§   POS PAUD sebagai salah satu satuan PAUD sejenis
Peserta didik di POS PAUD adalah anak usia 0 – 6 tahun yang tidak terlayani PAUD lainnya. Pendidik POS PAUD dapat disebut dengan kader atau sebutan lainnya yang sesuai dengan kebiasaan di tempat.


 

OBSERVASI

Hari/Tanggal   :     Oktober 2017
Pengamat        : Siti Munawaroh
Lokasi             : TK Ulil Albab, PAUD Al Ridho, dan PAUD Junior

Peserta yang diobservasi  : Eka Martini, Hairinsyah, dan Dina
No
Pemahaman Tentang Pengetahuan Apa itu PAUD  dan hubungannya dengan TK, TPA, dan POS PAUD
Jawaban
(Ya / Tidak)
Ket
1
TK ULIL ALBAB (Ekamartini)



a.       Apakah Anda paham dengan apa itu PAUD?
Ya
PAUD adalah pendidikan anak usia dini (TK,KB,SPS,TPA,POS PAUD)

b.      Apakah TK termasuk PAUD?
Ya
Biasa disebut PAUD Formal
-          Memiliki tenaga pendidik dengan kualifikasi akademik sekurang-kurangnya (D-IV) / S.1 dibidang PAUD atau kependidikan lainnya dan
-          Memiliki sertifikasi profesi guru PAUD
-          Memiliki Tenaga Kependidikan
-          Menyediakan Tenaga Kesehatan


c.       Apakah KOBER Termasuk PAUD?
Ya
Tenaga Edukatif:
-          Minimal SLTA
-          Mendapatkan pelatihan PAUD

d.     

Apakah anda paham dengan TPA?
Ya
TPA bagian dari PAUD
Tenaga Pendidik:
-          Minimal SLTA/Sederajat
-          Mendapatkan pelatihan PAUD

Rasio Pendidik / pengasuh TPA
-          0 – 12 bulan = 1 orang : 2 bayi
-          13 – 36 bulan = 1 orang : 4 anak
-          37 – 60 bulan = 1 orang : 8 anak
-          61 – 72 bulan = 1 orang : 10 anak

e.       Apakah anda mengerti tentang POS PAUD
Ya
Pos PAUD biasa diselenggarakan satu bulan sekali
Tenaga edukatif:
-          Minimal SLTA/Sederajat
-          Mendapatkan pelatihan PAUD
Rasio Pendidik:
-          0-12 bulan = 1 orang : 2 bayi
-          13-36 bulan = 1 orang : 4 anak
-          37-60 bulan= 1 orang : 8 anak
-          61-72 bulan = 1 orang : 10 anak
2
PAUD AL - RIDHO (Hairinsyah)



a.       Apakah PAUD mempunyai landasan yuridis?
Ya
UU No. 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya yaitu manusia beriman, bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

b.     

Apakah TK mempunyai Kurikulum?
Ya
Struktur kurikulum TK dan RA memiliki dua bidang pengembangan:
1.      Pembiasaan (moral, nilai-nilai agama, sosial, emosionall dan kemandirian)
2.      Pengembangan kemampuan dasar (pengembangan berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni)

c.       Apakah KOBER memiliki kurikulum?
Ya
Struktur kurikulum KB dua bidang pengembangan:
1.      Pembiasaan (moral, nilai-nilai agama, sosial, emosionall dan kemandirian)
2.      Pengembangan kemampuan dasar (pengembangan berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni)

d.      Apakah TPA memiliki kurikulum?
Ya
Struktur kurikulum TPA, dua bidang pengembangan:
1.      Pembiasaan
2.      Pengembangan kemampuan dasar
Teknis penyelenggara: lingkungan TPA, Tempat belajar, ruangan, perabot, sarana belajar.

e.       Apakah POS PAUD memiliki kurikulum?
Ya
Struktur kurikulum POS PAUD dua bidang pengembangan:
1.      Pembiasaan (moral, nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian)
2.      Pengembangan kemampuan dasar (pengembangan berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni)




3
PAUD JUNIOR (Dina)



a.      

Apakah Anda paham dengan apa itu PAUD?
Ya
PAUD adalah pendidikan anak usia dini (TK,KB,SPS,TPA,POS PAUD)


b.      Apakah TK termasuk PAUD?
Ya
TK adalah salah satu bentuk pendidikan bagi anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan anak usia empat sampai enam tahun.


c.       Apakah KOBER Termasuk PAUD?
Ya
KB adalah salah satu bentuk PAUD pada jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan sekalitus program kesejahteraan bagi anak usia 2 sampai dengan 4 tahun

d.      Apakah anda paham dengan TPA?
Ya
TPA adalah salah satu bentuk PAUD jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus pengasuhan dan kesejahteraan anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun.

e.       Apakah anda mengerti tentang POS PAUD
Ya
POS PAUD sebagai salah satu satuan PAUD sejenis. Peserta didik, di POS PAUD adalah anak usia 0 – 6 tahun yang tidak terlayani PAUD lainnya. Pendidik POS PAUD dapat disebut dengan kader atau sebutan lainnya yang sesuai dengan kebiasaan di tempat

Posted by SahrulParawie
WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN Updated at: 4/22/2018 11:22:00 AM

No comments :

Post a Comment