MAKALAH KEANERAGAMAN HAYATI BUATAN DAN ALAMI - WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN

MAKALAH KEANERAGAMAN HAYATI BUATAN DAN ALAMI


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Adanya perubahan-perubahan pada populasi mendorong perubahan pada komunitas. Perubahan-perubahan yang terjadi menyebabkan ekosistem berubah. Perubahan ekosistem akan berakhir setelah terjadi keseimbangan ekosistem. Keadaan ini merupakan klimaks dari ekosistem. Apabila pada kondisi seimbang datang gangguan dari luar, kesimbangan ini dapat berubah, dan perubahan yang terjadi akan selalu mendorong terbentuknya keseimbangan baru.
Rangkaian perubahan mulai dari ekosistem tanaman perintis sampai mencapai ekosistem klimaks disebut suksesi. Terjadinya suksesi dapat kita amati pada daerah yang baru saja mengalami letusan gunung berapi. Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Lingkungan hidup meliputi Komponen Biotik dan Komponen Abiotik. Komponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel satu (uni seluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multi seluler) yang dapat dilihat langsung oleh kita. Komponen abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dan kelembaban. Ini semua disebut faktor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas (kadar garam), tingkat keasaman, dan kandungan mineral.
 Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari ekosistem alami?
2.      Apa pengertian dari ekosistem buatan?

C.    Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian ekosistem alami
2.      Untuk mengetahui pengertian ekosistem buatan



BAB II
PEMBAHASAN


A.    Ekosistem Darat/Alami
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut.
1.       Bioma gurun
Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri-ciri bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Suhu slang hari tinggi (bisa mendapai 45°C) sehingga penguapan juga tinggi, sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0°C). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking.

2.      Bioma padang rumput
Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. Dibagi menjadi 2 : Sabana dan Stepa

a.    Bioma Stepa (Padang Rumput)
Bioma padang rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan daerah beriklim sedang, seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, Australia. Ciri-ciri:
1.        Curah hujan antara 25 – 50 cm/tahun, di beberapa daerah padang rumput curah hajannya dapat mencapai 100 cm/tahun.
2.        Curah hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur.
3.        Turunnya hujan yang tidak teratur tersebut menyebabkan porositas dan drainase kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.
Lingkungan biotik:
Flora: tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan daerah dengan porositas dan drainase kurang baik adalah rumput, meskipun ada pula tumbuhan lain yang hidup selain rumput, tetapi karena mereka merupakan vegetasi yang dominan maka disebut padang rumput. Nama padang rumput bermacam-macam seperti stepa di Rusia Selatan, puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara dan pampa di Argentina.
Fauna: bison dan kuda liar (mustang) di Amerika, gajah dan jerapah di Afrika, domba dan kanguru diAustralia. Karnivora : singa, srigala, anjing liar, cheetah.

b.    Bioma Sabana
Bioma sabana adalah padang rumput dengan diselingi oleh gerombolan pepohonan.
Berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya, sabana dibedakan menjadi dua, yaitu sabana murni dan sabana campuran.
a.       Sabana murni : bila pohon-pohon yang menyusunnya hanya terdiri atas satu jenis tumbuhan saja.
b.      Sabana campuran : bila pohon-pohon penyusunnya terdiri dari campuran berjenis-jenis pohon.

2.      Bioma Hutan Tropis
Bioma hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan yang paling tinggi. Meliputi daerah aliran sungai Amazone-Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini, dan lembah Kongo di Afrika. Ciri-ciri:
a.       Curah hajannya tinggi, merata sepanjang tahun, yaitu antara 200 – 225 cm/tahun
b.      Matahari bersinar sepanjang tahun
c.       Dari bulan satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif kecil
d.      Di bawah kanopi atau tudung pohon, gelap sepanjang hari, sehingga tidak ada perubahan suhu antara siang dan malam hari.
Flora: terdapat beratus-ratus spesies tumbuhan. pohon-pohon dapat mencapai ketinggian 20 – 40 m, dengan cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk suatu tudung atau kanopi.tumbuhan khas yang dijumpai adalah liana dan epifit. Liana adalah tumbuhan yang menjalar di permukaan hutan, contoh: rotan. Epifit adalah tumbuhan yang menempel pada batang-batang pohon, dan tidak merugikan pohon tersebut, contoh: Anggrek, paku Sarang Burung.
Fauna: di daerah tudung yang cukup sinar matahari, pada siang hari
hidup hewan-hewan yang bersifat diurnal yaitu hewan yang aktif pada siang hari, di daerah bawah kanopi dan daerah dasar hidup hewan- hewan yang bersifat nokfurnal yaitu hewan yang aktif pada malam hari, misalnya: burung hantu, babi hutan,kucing hutan, macan tutul.

3.      Bioma hutan gugur
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang. Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).

4.      Bioma taiga
Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.

5.      Bioma tundra
Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.
Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.

1.      Ekosistem Air Tawar
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.
Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut :
a.       Adaptasi tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantea),mempunyai akar jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.
b.      Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan pencernaan.
Habitat air tawar merupakan perantara habitat laut dan habitat darat. Penggolongan organisme dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.
1.      Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan), dan fagotrof (makrokonsumen), yaitu karnivora predator, parasit, dan saprotrof atau organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme.
2.         Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut :
a.    Plankton; terdiri alas fitoplankton dan zooplankton;  biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air.
b.    Nekton; hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
c.    Neuston; organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau  bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.
d.   Perifiton; merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong.
e.    Bentos; hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada  endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas,  misalnya cacing dan remis.
Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai. Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi.
Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerahfotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar. Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut:
a.      Daerah litoral
Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang hangat berdekatan dengan tepi. Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air. Komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di danau.
b.      Daerah limnetik
Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih  dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai  fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri. Ganggang  berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama  musim panas dan musim semi.  Zooplankton yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udang-udangan kecil memangsa fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh ikan- ikan kecil. Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar, kemudian  ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan burung pemakan ikan.
c.       Daerah profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau. Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah  limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba.
d.      Daerah bentik
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati.
Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi organik-nya, yaitu sebagai berikut :
a.      Danau Oligotropik
Danau yang dalam dan  kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak  produktif. Ciri-cirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.
b.      Danau Eutropik
Danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme, dan  oksigen terdapat di daerah profundal.
Danau oligotrofik dapat berkembang menjadi danau eutrofik akibat adanya materi-materi organik yang masuk dan endapan. Perubahan ini juga dapat dipercepat oleh aktivitas manusia, misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan sampah kota yang memperkaya danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor. Akibatnya terjadi peledakan populasi ganggang atau blooming, sehingga terjadi produksi detritus yang berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai oksigen di danau tersebut.
Pengkayaan danau seperti ini disebut “eutrofikasi”. Eutrofikasi membuat air tidak dapat digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau.

2.      Ekosistem Air Laut ( Ekosistem Bahari )
Merupakan bagian terluas (kira-kira 70 %)  di muka bumi. Beberapa karakteristik Ekosistem bahari antara lain,  Salinitasnya  tinggi terutama di daerah tropika, semakin jauh dari khatulistiwa salinitas berkurang. Salinitas di permukaan laut dan pada kedalaman yang berbeda bervariasi.  Memiliki  kadar mineralnya tinggi, dengan  ion clorida merupakan ion yang terbanyak. Pengaruh faktor iklim dan cuaca kurang begitu nampak dengan  suhu permukan air laut di daerah tropic berkisar antara 25 oc – 30 oc, makin ke arah kutub  suhu menurun sampai 0 oc. Adanya aliran air laut dipengaruhi oleh adanya angin dan perputaran bumi.
Organisme  yang ada di dalamnya antara lain berbagai jenis tumbuhan,  ikan laut, dan berbagai organisme pengurai.   Karena tekanan osmosis di luar sel lebih kecil daripada tekanan osmosis di dalam sel,  ikan laut menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan cara terus menerus minum melalui mulutnya, dan sedikit mengeluarkan urine. Pengeluaran  air dilakukan secara osmosis, sedangkan garamnya diekskresikan melalui insang. Jika  aikan air laut memimiliki cara adaptasi yang demikian,  bagaimana cara adaptasi ikan air tawar ?
Berdasarkan jumlah cahaya yang dapat diterima, ekosistem bahari dapat dibedakan  menjadi dua yaitu daerah fotik dan afotik. Daerah fotik adalah daerah  yang cukup mendapat cahaya matahari, sedangkan daerah afotik adalah daerah yang kurang atau tidak mendapatkan cahaya matahari. Kelompok ekosistem bahari dapat dibedakan menjadi ekosistem laut dalam, ekosistem pantai pasir dangkal (litoral) dan Ekosistem pasang surut.
a.       Ekosistem laut dalam
Bagian  lautan terdalam mempunyai suatu lingkungan  yang khas  dan diperlukan adaptasi yang luar biasa  untuk memungkinkan kehidupan disini. Keadaan di kedalaman ini dingin, gelap dan sunyi. Disini tidak terdapat produsen. Makanan untuk organisme hidup berasal dari bahan organi yang mengendap  dari bagian atas, sehingga  jumlahnya relative sedikit sekli. Adaptasi yang memungkinkan kehidupan di bawah tekanan di kedalaman mengakibatkan  jika terjadi perpindahan  ke lapisan atas maka organisme ini tidak dapat hidup.  Keanekaragaman dan jumlah  organisme  biasanya kurang dengan bertambah dalamnya lautan. Dalam kegelapan abadi   sebagian besar hewan berwarna hitam atau merah tua dan mempunyai mata yang sangat peka.
Di kedalaman lautan  kebanyakan hewan dapat membuat cahaya  dalam tubuhnya atau serung dinamakan Bioluminisens( yunani:  bios  + lumon =  cahaya). Apakah manfaat bioluminisense bagi organisme  ?  Selain sebagai identitas organisme, kemampuan ini juga  menjadikan  organisme laut dalam dapat memikat mangsanya dan  membantu organisme  dalam menghindarkan diri dari tanda bahaya. Beberapa contoh organisme penghuni  ekosistem laut dalam dapat dilihat  pada gambar  10.26
b      Ekosistem Pantai Pasir Dangkal
Ekosistem ini umumnya terdapat di pantai daerah pesisir yang terbuka dan jauh dari pengaruh sungai besar, tetapi ada juga yang terletak di antara dua dinding batu terjal.  Komunitas di habitat ini biasanya didominasi oleh beberapa jenis rumput laut dan beberapa macam alga seperti Enhalus acoroidesHalodule tridentata (rumput laut),Sargassum, dan Gracillaria (alga laut). Ekosistem pantai pasir dangkal terdiri dari ekosistem terumbu karang, ekosistem pantai batu dan  ekosistem pantai lumpur.

1)   Ekosistem terumbu karang (coral reef)
Ekosistem  ini merupakan hasil kegiatan dan interaksi antara berbagai jenis organisme, di antaranya Colenteratacacing lautsiput lautkerang, dan alga berkapur (Halimeda). Polip karang merupakan organisme kecil pembentuk cangkang kapur.  Cangkang ini terus bertumpuk menjadi bentuk yang padat dan massif yang disebut terumbu karang. Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang produktif di bumi, dengan produktivitas fotosintesis  yang besarnya 3000 kali lipat dari produktivits perairan di sekelilingnya.
Kekayaan terumbu karang bertumpu pada hubungan yang khusus  antara karang dan batuan. Dalam setiap polip terdapat puluhan ribu tumbuhan bersel satu yang disebutzooxanthellae, yang menyediakan tambahan energi bagi karang melalui proses fotosintsis. Tumbuhan ini juga mendaur ulang zat-zat makanan. Karang menangkap zooplankton  dan mangsa lainnya, kotoran yang dikeluarkan karang digunakan oleh zooxanthellae.Terumbu karang terdapat di perairan yang jernih yang merupakan habitat bagi berbagai jenis ikan yang bernilai ekonomi. Ekosistem jenis ini banyak dijumpai di pantai selatan Jawa, Bali, pulau-pulau sebelah barat Sumatra, Nusa Tenggara, dan Maluku.
2)   Ekosistem Pantai Batu
Ekosistem jenis ini merupakan batuan cadas yang berasal dari proseskonglomerasi (berkumpul dan menyatu) batu-batu kecil dengan tanah liat dan kapur atau terbentuk dari bongkah-bongkahan batu granit yang besar-besar.  Ekosistem semacam ini terdapat di daerah pesisir yang berbukit dan berdinding batu di pantai selatan Jawa, pantai barat Sumatra, Nusa Tenggara, Bali dan sekitar Maluku.  Di dalam ekosistem ini banyak terdapat alga Echeuma spinosumGelidium,dan juga Sargassum.
3)   Ekosistem Pantai Lumpur
Terdapat di sekitar muara sungai.  Pantai semacam ini banyak dijumpai di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Irian Jaya.  Di dalam ekosistem ini berkembang komunitas pionir Avicenia (api-api), Sonneratia (bakau), dan rumput laut Enhalus acorides. Hewannya yang paling banyak ialah ikan gelodok. Tipe ekosistem muara sungai disebut juga ekosistem estuarlinaGambar 10.30. Pantai Lumpur / Hutan Mangrove di Teluk Jakart ( Sugiyanto, 1986 : 122 )
c.       Ekosistem  Pasang Surut (  Ekosistem pantai )
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut, dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras. Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai.
Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini dihuni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivora dan karnivora, kepiting, landak laut, bintang laut, dan ikan-ikan kecil. Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Daerah ini dihuni oleh beragam invertebrata dan ikan serta rumput laut. Komunitas tumbuhan berturut-turut dari daerah pasang surut ke arah darat dibedakan sebagai berikut :
1.      Formasi pes caprae karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin; tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal. Tumbuhan lainnya adalah Spinifex littorius(rumput angin), Vigna, Euphorbia atoto, dan Canaualia martina. Lebih ke arah darat lagi ditumbuhi Crinum asiaticum (bakung), Pandanus tectorius (pandan), dan Scaeuola Fruescens (babakoan).
2.             Formasi baringtonia didominasi tumbuhan baringtonia, termasuk di dalamnyaWedelia, Thespesia, Terminalia, Guettarda, dan Erythrina.
Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur, maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas. Akar napas merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen. Selain berfungsi untuk mengambil oksigen, akar ini juga dapat digunakan sebagai penahan dari pasang surut gelombang. Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara lain Nypa, Acathus, Rhizophora, dan Cerbera. Jika tanah pasang surut tidak terlalu basah, pohon yang sering tumbuh adalah: Heriticra, Lumnitzera, Acgicras, dan Cylocarpus.

B.     Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang terbentuk bukan hanya karena kerja alam semata karena dipengaruhi oleh campur tangan manusia. Ekosistem ini memiliki ciri khas berupa keragaman mahluk hidup dan ekologisnya yang cenderung lebih rendah. Berikut ini adalah beberapa contoh ekosistem buatan tersebut:
1.      Ekosistem Sawah 
Sawah adalah lahan usaha pertanian yang secara fisik berpermukaan rata, dibatasi  oleh  pematang,  serta  dapat  ditanami  padi,  palawija  atau tanaman  budidaya lainnya.  Kebanyakan  sawah  digunakan  untuk  bercocok tanam padi. Untuk keperluan ini, sawah harus mampu menyangga genangan air  karena  padi  memerlukan penggenangan  pada  periode  tertentu  dalam pertumbuhannya. Untuk mengairi  sawah digunakan  sistem  irigasi  dari mata air, sungai atau air hujan. Sawah yang terakhir dikenal sebagai sawah tadah hujan,  sementara  yang  lainnya  adalah  sawah  irigasi. Padi  yang  ditanam  di sawah dikenal sebagai padi lahan basah (lowland rice).
Padi  adalah  salah  satu  tanaman  budidaya  terpenting  dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Produksi  padi  dunia  menempati  urutan  ketiga  dari  semua  serealia, setelah jagung  dan  gandum.  Namun  demikian,  padi  merupakan  sumber karbohidrat  utama bagi  mayoritas  penduduk  dunia.  Hasil  dari  pengolahan padi dinamakan beras.
Teknik budidaya  padi  telah  dikenal  oleh manusia  sejak  ribuan  tahun yang lalu. Sejumlah sistem budidaya diterapkan untuk padi :
a.       Budidaya padi sawah (Ing. paddy atau paddy field), diduga dimulai dari daerah lembah Sungai Yangtse di Tiongkok.
b.      Budidaya  padi  lahan  kering,  dikenal  manusia  lebih  dahulu daripada budidaya padi sawah.
c.       Budidaya padi lahan rawa, dilakukan di beberapa tempat di Pulau Kalimantan.
d.      Budidaya  gogo  rancah atau  disingkat  gora,  yang  merupakan modifikasi  dari budidaya  lahan  kering.  Sistem  ini  sukses diterapkan  di  Pulau  Lombok,  yang  hanya memiliki  musim  hujan singkat.  
Seperti namanya, ekosistem ini merupakan yang terbentuk dengan adanya campur tangan manusia, Dibuat kebanyakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun keanekaragaman hayati di sini terbatas, karena bukan itu tujuan dari membuat ekosistem ini. Contohnya adalah sawah.
2.      Ekosistem Waduk
Ekosistem waduk adalah contoh ekosistem buatan yang sengaja dibangun oleh manusia sebagai sarana penampungan air dari ekosistem sungai. Waduk atau bendungan tergolong ekosistem air tawar dengan habitat lentik, karena airnya yang tidak mengalir.
Waduk yang merupakan perairan berbentuk bendungan, maka debit air yang muat di waduk pun biasanya sangat banyak. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik dalam operasional maupun investasi. Maksudnya, stock air di waduk biasanya selain digunakan untuk minum, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya, waduk juga digunakan untuk mengairi lahan masyarakat yang mempunyai profesi sebagai petani. Oleh karena itulah keberadaan waduk ini sangatlah berguna atau bermanfaat.
Selain yang telah disebutkan di atas, masih banyak lagi manfaat yang dapat dihadirkan oleh waduk ini. Berbagai macam manfaat waduk antara lain adalah sebagai berikut:
a.       Sebagai sumber pengairan lahan maupun sawah
Fungsi waduk yang paling utama dan paling terasa di masyarakat adalah waduk sebagai salah satu sarana untuk mengairi lahan atau persawahan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya selain dikenal sebagai negara maritim, Indonesia juga sangat dikenal sebagai negara agraris. Negara agraris mempunyai arti bahwa sebagian besar penduduk Indonesia ini bekerja di sektor pertanian maupun perkebunan atau bisa dikatakan sebagai hal- hal yang berbau cocok tanam.
b.      Sebagai pembangkit listrik tenaga air
Manfaat yang selanjutnya dari adanya waduk adalah sebagai pembangkit listrik. Pembangkit listrik, seperti yang kita ketahui bersama bisa dibentuk dengan beberapa bantuan atau hal. Listrik ini setidaknya bisa dibangkitkan oleh tenaga air (PLTA), tenaga uap (PLTU), tenaga angin dan tenaga nuklir. Biasanya pembangkit listrik tenaga air ini memenfaatkan aliran sungai untuk dapat menggerakkan turbin atau kincir air.
Tenaga kincir air yang selalu berputar inilah yang dapat meghasilkan tenaga listrik. Seperti halnya waduk. Waduk ini terkadang juga mempunyai aliran di bagiannya yang berasal dari aliran sungai. Maka aliran yang berada di waduk inilah yang digunakan untuk menggerakkan turbin atau kincir air untuk dapat menghasilkan tenaga listrik. Meskipun demikian, tidak semua waduk mempunnyai aliran yang deras yang dapat digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik. Artinya bahwa tidak semua waduk dapat digunakan sebagai tempat pembangkit listrik tenaga air.
c.       Memenuhi kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari
Fungsi dari waduk yang selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan air di kehidupan sehari-hari. tidak bisa dipungkiri bahwa manusia selalu membutuhkan air dalam kehidupannya sehari- hari, baik untuk minum, mencuci, mandi, dan lain sebagainya. Sekarang ini hampir di setiap rumah sudah mempunyai sumber airnya masing masing, baik berupa sumur milik pribadi maupun menyalur dari sumur umum yang disediakan pemerintah. Jika masyarakat perkotaan, sebagian besar menggunakan jasa dari perusahaan penyedia air. Lalu, apakah sumber air yang masyarakat miliki dan disalurkan di rumah-rumah ini tidak bisa habis.
d.      Menyediakan stok atau persediaan air minum
Selain air waduk yang menyediakan air untuk kehidupan sehari-hari, yakni memenuhi berbagai macam kegiatan manusia yang menggunakan air, persediaan air di waduk pun juga dapat digunakan sebagai air minum. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya semua makhluk hidup di dunia ini pasti membutuhkan minum, baik manusia, binatang maupun tumbuh-tumbuhan. Apabila musim kemarau datang, dimana banyak ditemukan sumber air yang mengering, maka air waduk dapat digunakan sebagai alternatif air minum bagi manusia.
e.       Sebagai tempat tumbuh berbagai macam biota air
Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (termasuk urusan kebersihan dan juga minum), waduk juga bermanfaat sebagai tempat hidup berbagai macam binatang- binatang yang hidup di air. Sehingga dapat dikatakan bahwa waduk tidak hanya berguna bagi manusia (meskipun dibangun oleh manusia), namun juga bagi makhluk hidup yang lainnya. Berbagai macam biota air tumbuh di waduk, khususnya biota air tawar. Karena hampir semua waduk merupakan waduk air tawar.
Biota- biota yang hidup di air ini terdiri atas binatang maupun tumbuh-tumbuhan. Ada pula zooplankton dan fitoplankton yang hidup di lingkungan waduk. Selain itu juga terdapat berbagai macam organisme-organisme air. Selain hewan dan tumbuhan kecil-kecil, juga terdapat berbagai jenis ikan air tawar, udang, hewan-hewan amfibi dan lain sebagainya. Selain binatang ada pula berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang hidup di air maupun disekitar waduk. Tumbuhan-tumbuhan yang dapat kita temui seperti halnya lumut, dan juga tumbuhan- tumbuhan yang biasa hidup di sekitar air lainnya.

f.       Sebagai tempat budidaya ikan air tawar
Waduk juga dapat bermanfaat sebagai tempat untuk membudidayakan ikan air tawar. Ya, karena memang waduk mempunyai air yang tawar. Ikan air tawar ini dapat berkembang dengan sendirinya. Kita bisa memberikan bibit pada awalnya. Kemudian untuk merawatnya agar ikan tumbuh dan berkembang, kita bisa menanam beberapa tumbuhan air untuk menjadi makanan dari ikan tersebut. Atau biasanya ikan juga akan memakan fitoplankton dan juga zooplankton yang ada di waduk tersebut. Dengan demikian waduk akan sangat bermanfaat karena ikan-ikan tersebut pastinya juga dapat memberikan manfaat bagi manusia. Selain bisa menjadi sumber makanan bagi manusia dan juga beberapa binatang, keberadaan ikan- ikan di dalam waduk tersebut juga bisa membangkitkan gairah manusia untuk memancing di sekitar waduk tersebut. Dengan demikian, akan banyak orang yang berwisata atau berdatangan untuk memancing ikan, khususnya bagi orang-orang yang memang mempunyai hobi memancing.
g.      Merupakan tempat untuk budidaya tanaman air tertentu
Selain bisa digunakan sebagai tempat budidaya ikan air tawar, keberadaan waduk juga bisa digunakan untuk budidaya tanaman air tertentu. Siapa bilang air hanya bisa digunakan untuk membudidayakan binatang-binatang saja? Tenyata ada beberapa jenis tanaman yang bisa hidup di atas permukaan air. Bukan seperti ganggang dan sejeninsnya, namun tanaman inipun tetap bisa dilihat dari daratan.
h.      Menyediakan berbagai macam sumber makanan bagi manusia
Sudah dijelaskan di atas bahwa enceng gondok dapat menjadi tempat untuk membudidayakan jenis-jenis binatang maupun tumbuh-tumbuhan air tawar. Hal ini secara tidak langsung mempunyai arti bahwasannya waduk menyediakan berbagai macam sumber makanan bagi manusia.
i.        Sebagai sarana hiburan dan rekreasi
Selain mempunyai fungsi untuk memenuhi kebutuhan jasmani manusia, waduk juga bisa menjadi sarana pemuas kebutuhan rohani manusia. Waduk bisa digunakan sebagai sarana rekreasi atau piknik bersama keluarga atau sendiri saja. Waduk hampir menyerupai danau sehingga akan ada banyak ketenagan yang kita dapatkan apabila memandang permukaan airnya. Selain dinimkati keindahannya, akan ada beberapa aktivitas yang bisa kita lakukan seperti memancing, atau bermain kereta air jika memang disediakan. Namun dengan melihat pemandangan di sekitar waduk saja kita sudah bisa terhibur karena keindahannya.

j.        Sebagai tempat edukasi atau pendidikan
Selain fungsi ekologi dan juga rekreasi, waduk juga bisa menghasilkan fungsi edukasi. Waduk bisa digunakan sebagai sarana pembelajaran, penelitian dan juga pengembangan. Tentu saja bidang yang berkaitan adalah yang berhubungan dengan lingkungan maupun sosial, karena keberadaan waduk sedikit banyak akan mempengaruhi kehidupan masyarakat yang ada di sekitarnya.
3.      Ekosistem Kebun Binatng
Ekosistem kebun binatang adalah contoh ekosistem yang sengaja dibuat sebagai sarana rekreasi dengan ciri khas berupa banyaknya hewan liar yang dikandangkan.
4.      Ekosistem Taman
5.      Ekosistem Tanggul




BAB III
PENUTUP



A.            Kesimpulan
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dengan lingkungannya yang membentuk hubungan timbal balik. Ekosistem tersusun atas dua komponen utama, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik adalah komponen ekosistem yang terdiri dari makhluk tak hidup atau benda mati. Komponen abiotik adalah komponen ekosistem yang terdiri dari makhluk hidup yang meliputi tumbuhan, hewan, dan manusia.
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu bioma gurun, bioma padang rumput, bioma hutan tropis, bioma hutan gugur, bioam targa, dan bioma tundra.
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang terbentuk bukan hanya karena kerja alam semata karena dipengaruhi oleh campur tangan manusia. Ekosistem ini memiliki ciri khas berupa keragaman mahluk hidup dan ekologisnya yang cenderung lebih rendah


B.              Saran
1.      Setiap makhluk hidup membutuhkan lingkungan yang sehat sebagai tempat tinggal. Oleh karena itu, kita harus menjaga kebersihan tempat lingkungan terutama disekitar tempat tinggal kita.
2.      Jagalah kelestarian dan keberlangsungan hidup makhluk hidup, karena makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya saling ketergantungan dan tidak dapat hidup sendiri.



  

DAFTAR PUSTAKA


http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/waduk/manfaat-waduk


0 Response to "MAKALAH KEANERAGAMAN HAYATI BUATAN DAN ALAMI"

Post a Comment