HUKUM SUAP DAN BAHAYANYA - WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN

HUKUM SUAP DAN BAHAYANYA


Memberi uang suap kepada qadhi atau hakim agar ia membungkam kebenaran atau melakukan kebatilan merupakan suatu kejahatan. Sebab perbuatan itu mengakibatkan ketidak-adilan dalam hukum, penindasan orang yang berada dalam kebenaran serta menyebarkan kerusakan di bumi. Allah berfirman :

ولا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل وتدلوا بها إلى الحكام لتأكلوا فريقا من أموال الناس بالإثم وأنتم تعلمون 

“Dan janganlah sebagaian kamu memakan harta kalian di antara kamu dengan jalan yang batil dan ( janganlah ) kamu memberikannya kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda sebagian orang, dengan( jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui”( Al Baqarah : 188).

" لعن الله الراشي والمرتشي في الحكم "

“ Allah melaknat penyuap dan penerima suap dalam ( urusan ) hukum” ( HR Ahmad, 2/387; shahihul jami’ : 5069).

Adapun jika tak ada jalan lain lagi selain suap untuk mendapatkan kebenaran atau menolak kezhaliman maka hal itu tidak termasuk dalam ancaman tersebut.

Saat ini, suap menyuap sudah menjadi kebiasaan umum, bagi sebagian pegawai, suap menjadi (income) pemasukan yang hasilnya lebih banyak dari gaji yang mereka peroleh. Untuk urusan suap menyuap banyak perusahaan dan kantor yang mengalokasikan dana khusus. Berbagai urusan bisnis atau mua’malah lainnya, hampir semua dimulai dan di akhiri dengan tindak suap. Ini tentu sangat tidak menguntungkan bagi orang-orang miskin. Karena adanya suap, undang-undang dan peraturan menjadi tak berguna lagi. Soal suap pula yang menjadikan orang yang berhak diterima sebagai karyawan digantikan mereka yang tidak berhak.

Dalam urusan administrasi misalnya ,pelayanan yang baik hanya diberikan kepada mereka yang mau membayar, adapun yang tidak membayar, ia akan dilayani asal-asalan, diperlambat, atau diakhirkan. Pada saat yang sama, para penyuap yang datang belakangan, urusannya telah selesai sejak lama.

Dari Abdullah bin Amr , ia berkata, bersabda Rasulullah :

" لعنة الله على الراشي والمرتشي "


“Semoga laknat Allah atas penyuap dan orang yang disuap”(HR Ibnu Majah ,2313; shahihul jam’ : 5114).

Karena soal suap menyuap, uang yang semestinya milik mereka yang bekerja, bertukar masuk kedalam kantong orang lain, disebabkan oleh hal ini, juga hal yang lain maka tak heran jika Rasulullah  memohon agar orang-orang yang memiliki andil dalam urusan suap menyuap semuanya dijauhkan dari rahmat Allah.

0 Response to "HUKUM SUAP DAN BAHAYANYA"

Post a Comment