CERPEN DIANTARA DUA PILIHAN - WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN

CERPEN DIANTARA DUA PILIHAN



Satu tahun yang lalu, ketika aku masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Pada saat itu aku menyukai seorang laki-laki. Namanya Arti, tetapi pada saat itulah aku mulai merasakan suatu tekanan, karena salah satu sahabatku juga mencintai dia, namanya Atin.
Pada suatu hari, aku menemui Atin di ruang kelas. Kebetulan pada saat itu dia sendirian.
“Pagi Tin….?” Sapaku sok ramah
“Eh Wati, pagi juga ….!” Jawabnya ramah
“Kok sendirian mana Vita?” tanyaku saat melihat tidak ada Vita
“Vita belum berangkat Ti?” jawabnya sambil menengok
“Oh ya, aku boleh Tanya sesuatu gak?” tanyaku kemudian
“Boleh, memangnya mau Tanya apa?” Jawab Atin
“Tapi kamu janji, kamu jawab dengan jujur pertanyaanku?” Sahutku
“Ya, friend, aku janji!” jawab Atin dengan lembut
“Kamu masih suka ya sama Ardi?” tanyaku sambil menatap Atin
“Tak kok, aku udah gak suka lagi sama Dia?” jawabnya untuk menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.
“Kamu gak perlu sombong sama aku?” sanggah aku
“Aku tu udah jawab dengan jujur!” jawab Atin
“Tin aku tahu lau kamu itu masih sayang sama Ardi?” tanyaku kemudian
“Gak, 5% pun aku gak mempunyai perasaan untuk dia” jawabnya
“Kalau seandainya aku PDKT sama Ardi kamu marah gak?” tanyaku penasaran
“Tentu saja gak donk!” Jawab Atin singkat
“Beneran nie gak bohong?” tanyaku sambil tertawa
“Ya gak lah?” jawabnya tersenyum. Meskipun senyumannya mengandung banyak arti
Tiba-tiba Vita datang menyapa”Hai semuanya, ups… Assalamu’alaikum!”
“Wa’alaikum salam?” jawabku serempak dengan Atin
“Lagi ngobrol apa sih?” Tanya Vita
“Cuma ngobrol biasa kok Vit?” jawab Atin untuk menyembunyikan semuanya
“Oh ya, aku keluar dulu mau cari Rahma dulu” tanyaku kemudian
“Ya…!” jawab Vitta
Aku pun keluar kelas dan bergabung dengan teman-teman.
Pada hari minggu aku dan teman-teman pergi main ke konter Gincing. Kami pergi kesana bukan sekedar maen tapi kami mengerjakan tugas sekolah. Saat itu Atin pun ikut serta  dengan kami.
Dan aku pun minjam HPnya. Karena memang aku mau minta foto dia. Tapi disaat itulah aku tau kalau dia masih sayang sama Ardo, karena aku menemukan sebuah kalimat yang terdiri dari 9 huruf yaitu I LOVE ARDO. Aku merasa bersalah karena aku sudah menyakiti perasaan sahabatku.
“Tin ini apa?” tanyaku dengan singkat
“bukan apa-apa! Itu hanya masa lalu saja” jawabnya sambil tersenyum
“Oh kirain saja yang sekarang” tanyaku
“Ya bukanlah aku dah lupa sama dia, maaf belum aku ganti kalimatnya?” jawab Atin menjelaskan
“Ya gak apa-apa kok?” sahudku kemudian
Satu persatu tugas kami pun selesai dan kami segera pulang ke rumah masing-masing. Keesokan harinya aku menemui Atin di ruang kelas karena aku belum yakin dengan jawaban dia kemaren.
“Assalamu’alaikum?’ aku pun mengucap salam
“Wa’alaikum salam…!” jawab Atin
“Tin aku mau Tanya sesuatu boleh gak?” tanyaku singkat
“Boleh, mau Tanya apa?” jawabnya sambil tersenyum
“Tapi kamu jawab dengan jujur?” tanyaku
“Ya….!” Jawab Atin singkat
“Janji ya?” tanyaku kemudian
“Ya aku janji!” jawabnya sambil menatapku
“Kamu masih suka ya sama Ardo?” tanyaku
“Gak kok, aku sudah tidak sayang lagi sama dia!” jawab Atin menyembunyikan perasaan dia.
“Tapi kata-kata kemaren udah ngebuktiin semuanya?” sahudku dengan suara agak tinggi
“Kalau boleh jujur aku masih sayang banget sama dia. Kalau disuruh ngelupain dia aku gak bisa. Tapi kalau untuk merelakan dia aku bisa!” jawab Atin menjelaskan
“Kanapa sih kamu gak mau jujur sejak dulu sama  aku?” tanyaku sedih karena merasa dibohongi tapi aku bangga dengan pengorbanan dia.
“Bukannya aku gak mau jujur tapi aku gak mau nyakitin kamu, lagi pula aku rela kalau Ardo bersama kamu!” jawabnya
“Tapi sekarang ktia sama-sama sakit hati. Maafin aku karena aku sudah menyakiti hati kamu!” jawabku sambil menatap dia
“Kamu gak salah, yang salah itu aku karena aku gak jujur sejak dulu” sahudnya
“Gak …. Kita sama-sama salah?” jawabku
“Tapi aku rela kok kalau kamu sekarang sama Ardo?” jawab Atin dengan tersenyum
“Gak jauh lebih baik kita sama-sama gak bersama sama Ardo!” sahudku dengan menahan gejolak hati.
“Kamu memang sahabat terbaikku?” jawab Atin dengan penuh kasih sayang
“Tentu, kamu juga adalah sahabat terbaik ku!” sahudku dengan kasih sayang
Sejak saat itu lah aku mengerti kalau sahabat itu jauh lebih baik dari pada pacar. Aku sayang kalian sahabatku.

Pesan Untuk Teman-Teman

di

SMPN 2 Rebang Tangkas



“Jadilah kamu nak yang sholeh, anak yang berguna bagi bangsa dan negara dan jadilah anak yang berbakti kepada orang tuamu, baik orangtua di rumah ataupun orang tua di sekolah. Karena mereka itulah yang telah mendidik dan membimbing mu menjadi anak yang pandai dan menjadi seperti sekarang ini”

“Dan jangan pernah kamu berlaku sombong terhadap semua orang. Sayangilah semuanya dan jagalah tali persaudaraan. Jangan sampai putus tali silaturrahminya, ingatlah Allah itu Maha Melihat segala apa yang kita perbuat pasti Allah melihatnya”

“Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara”

0 Response to "CERPEN DIANTARA DUA PILIHAN"

Post a Comment