CERPEN ARTI SAHABAT - WAHANA BELAJAR & BERBAGI ANEKA DOKUMEN PENDIDIKAN

CERPEN ARTI SAHABAT


Memang kata-kata sahabat tidak asing dari telinga kita. Tapi tidak semua orang mengetahui arti sahabat yang sebenarnya. Agar semua pembaca tahu, marilah kita baca cerpen dibawah ini:
Dulu ketika aku masih SD, aku selalu berbuat usil kepada orang lain, tanpa menghirauan apa yang dia rasakan. Aku bersama temanku yang bernama Dedi selalu merampas hak orang lain yang bukan milik kami. Apalagi satu cewek yang sering kami  jahili sebut saja namanya Selly. Pada waktu itu kami juga membuat dia nangis.
“Kenapa dia menangis?” sahut satu teman perempuannya
“Emang dia orang yang suka nangis!” sahud Dedi
“Gak mungkin tanpa sebab dia nangis” sahut temennya sambil marah
“Diam…..!!!” aku pun membentak semuanya.
Akhirnya semua terdiam, gara-gara aku. Tapi Selly tetap saja menangis. Kami pun meninggalkannya. Beberapa kali aku dan Dedi membentak dia nangis, padahal dia tidak ada salah sedikitpun. Karena kami anak kelas 6 dan merupaka orang yang ditakuti kami bermuat semau kami. Bahkan guru pun sering menegur kami. Tapi ada satu hari yang sangat sial bagi kami. Saat kami menjahili seseorang tiba-tiba ada guru IPA.
Dia berkata “Apa yang kamu lakukan?”
“Tidak ada pak” jawabku dengan rasa takut
“Terus mengapa dia menangis?” dia balik Tanya dengan marah
Kami terdiam tidak bisa berbuat apa-apa. Terus kami pun dihukum di bawah tiang bendera. Meskipun di hukum terus, kami tidak berhenti untuk menjahili orang. Tiba saatnya hari saat semua siswa kerja bakti. Saat seperti itu kami manfaatkan untuk melampiaskan akal busuk kami.
“Minjam alatnya?” sahud Dedi
“Tidak mau” jawab Doni
“Cepet, serahun!” aku membentaknya
“Tidak mau?” tetap bertahan (memegangi alatnya)
“Dasar kamu?” tangan temanku melayang di pipinya
Dia pun menangis sambil memegangi pipinya yang merah itu.
Guru pun datang lagi
“Kamu lagi dan kamu lagi?” jawab guru bahasa Indonesia
“Iya pak?” jawab temanku
“Kalian ini tidak bosan-bisan menjahili orang”
“Habis saya mau minjam alatnya tidak boleh”
“Makanya bawa sendiri alatmu dari rumah”
“Tapi pak?”
“Diam” (dengan penuh marah)
Akhirnya kami pun dihukum lagi. Tapi hukuman ini lebih berat dari pada biasanya. Kami disuruh membersihkan rumput-rumput yang ada di lapangan sekolah. Karena kami best friend forever, suka duka bersama kami jalani. Begitu juga dengan senang maupun susah.
Memasuki semester 2 kami mulai sadar. Sebentar lagi akan menghadi ujian yang menentukan kami lulus atau tidak. Kami pun berhenti untuk menjahili orang lain. Tiba saatnya kami berdua lulus. Aku pun berkata
“Slamat ya”
“Selamat juga buat kamu”
“O ya SMP nanti kamu dimana?” (rasa ingin tahu)
“Sepertinya aku akan ke Jawa tempat ibuku”
“Berarti kita akan berpisah” (penasaran sedih)
Kami berdua pun berpelukan untuk terakhir kalinya. Saat itulah kami mulai berpisah tapi kenangan-kenangan bersamanya selalu ku ingat.
Memang SMP aku mulai merasa kesepian. Karena tidak ada sahabat untuk curhat. Akun berfikir tidak boleh bersedih. Aku pun mencari teman baru, lama-lama dia menjadi sahabat baru bagiku sebut saja namanya Abdul Rohim, Suparno dan Aris.
Aku selalu ingat saat istirahat selalu mengajak ke bekang sekolah.
“Ke belakang yuk?” jawab Suparno
“Nyapain” sahutku
“Iya, ngapain” jawab Aris (memperjelas)
“Ngobrol-ngobrol aja” jawab Suparno
“Gimana Him?” aku nama pada Rohim (melihat kehadapannya)
“Kalau aku ikut aja” (dengan tenang Rohim menjawab)
Akhirnya kami pun bersama-sama ke belakang sekolah tidak beberapa lama lonceng berbunyi, kami pun memasuki kelas bersama-sama.
Memasuki kelas IX aku mempunyai sahabat yang ku anggap sahabat paling baik. Namanya Windu, Wiji dan sahabat lamaku Rohim. Kemana-mana kami selalu serempak, tapi belakangan ini Windu sering sendirian. Kami ajak selalu tidak mau ikut. Dia malah tersenyum sendirian, sepertinya ada masalah.
“Win  perpus yo?” kataku
“Gak ah, males”
“Ayo dong Win!” Rohim mengajak lagi
“Bener, duluan lah” Jawab Windu
Akhirnya kami bertiga ke perpus meninggalkan Windu yang masih di dalam kelas. Suatu hari aku berifikir bagaimana kalau kita selidiki” tanyaku pada Rohim
“Aku setuju” jawab Wiji
“Ya udah mulai sekarang kita ikuti langkah-langkah Windu”
Kami bertiga sepakat untuk mengikuti Windu. Kami bertiga pun membagi tugas masing-masing. Akhirnya Windu ketahuan bahwa dia sedang PDKT dengan seseorang. Kamu pun memakluminya, kami sadar bahwa cinta itu bisa menghapuskan segalanya. Oleh karena itu kami membiarkan Windu menjalaninya.
Dari peristiwa-peristiwa di atas, aku menyimpulkan sahabat bukan hanya sekedar teman bermain tetapi melainkan belahan jiwa kita dikala kita sedih dia bisa menghibur kita, dikala sengsara dia bisa membantu. Bahkan jika kita ada masalah dia pun bisa menyelesaikannya.
Maka apabila para pembaca sudah mempunyai sahabat, jagalah baik-baik sahabat itu. Jangan biarkan dia pergi dari hidup kita. Apalagi membuat hatinya sakit.
Dan jangan lupa bersyukur kepada Sang Pencipta karena Dia kita dapat sahabat yang dapat membantu kita.


Pesan bagi pembaca : Ingatlah sahabat itu lebih penting dari pada pacar, dan sahabat lebih utama daripada pacar, oleh kerena itu jangan meremehkan hal yang kecil. 

0 Response to "CERPEN ARTI SAHABAT"

Post a Comment